Profil Barry Silbert, Crazy Rich Crypto Pendiri DCG hingga Kisah Kejatuhan Genesis

5 mins
31 Januari 2023, 04:03 WIB
Diperbarui oleh Hanum Dewi
31 Januari 2023, 04:06 WIB

Barry Silbert adalah pendiri dan CEO Digital Currency Group (DCG), sebuah konglomerasi yang terdiri dari sejumlah perusahaan terkait cryptocurrency. Genesis Global Capital, yang merupakan perusahaan pinjam meminjam crypto afiliasi DCG, baru saja melaporkan kebangkrutan. Nama CEO DCG ini semakin mencuat setelah perseteruan dengan Cameron Winklevoss, Presiden Gemini, crypto exchange yang juga mengajukan kebangkrutan.

Silbert, yang merupakan salah seorang early adopter Bitcoin, mendapat kekayaan bersihnya terkait cryptocurrency. Bahkan, menurut Forbes, dia termasuk salah satu orang terkaya dalam industri crypto dengan nilai harta US$3,2 miliar pada 2022.

Bagaimana latar belakang dan sepak terjang Barry Silbert di dunia kripto? Berikut ulasannya.

Siapakah Barry Silbert?

Barry Silbert adalah pengusaha dan investor andal dari Amerika Serikat. Dia adalah pendiri sekaligus CEO Digital Currency Group (DCG), sebuah venture capital yang berfokus pada aset digital. Adapun DCG sendiri merupakan induk dari sejumlah perusahaan kripto, yaitu Genesis, Grayscale, Coindesk, Foundry, Luno dan TradeBlock.

Biografi Barry Silbert

Silbert lahir di Gaithersburg, Maryland, Amerika Serikat pada 1976. Sebelum terkenal sebagai tokoh di industri crypto, dia sudah berkecimpung di dunia bisnis sejak masih muda. Teman-temannya mengenalnya sebagai orang yang cerdas di dunia bisnis dan keuangan. Sebab, dia lulus ujian lisensi “Series 7” dan menjadi broker saham pada usia 17 tahun. Tak hanya itu, kemudian dia juga sudah memegang lisensi untuk series 24 dan 63 sebagai izin untuk menjual berbagai produk investasi.

Latar Belakang Pendidikan

Setelah lulus dari SMA, Silbert melanjutkan pendidikan dengan kuliah di Goizueta Business School of Emory University di Atlanta, Amerika Serikat. Lulus dengan gemilang di tahun 1998, ia bergabung sebagai bankir investasi di Firma Houlihan Lokey hingga tahun 2004.

Karir di Pasar Modal

Saat bekerja di Houlihan Lokey, yang berbasis di California, Silbert menghadapi kasus-kasus kebangkrutan perusahaan seperti Enron dan WorldCom. Menurutnya, proses restrukturisasi perusahaan yang kompleks menjadi pengalaman yang sangat berharga.

Pada 2004, dia mendirikan Restricted Stock Partners, sebuah platform perdagangan untuk saham terbatas yang ditawarkan perusahaan dalam penawaran tertutup. Perusahaan itu pun berkembang dan berganti nama menjadi SecondMarket pada 2008.

SecondMarket adalah sebuah platform yang memungkinkan perusahaan swasta dan investasi untuk meraih pendanaan modal secara efisien. Melalui platform ini, para pemegang saham perusahaan bisa mempermudah alur kerja transaksi yang sulit, hingga melakukan verifikasi untuk akreditasi investor. Perusahaan tersebut pada 2011 telah memfasilitasi miliaran transaksi pasar tertutup, menurut Forbes.

Selanjutnya, pada 2015, Nasdaq membeli SecondMarket dalam transaksi yang nilainya dirahasiakan. Lalu, Silbert meluncurkan kembali divisi trading crypto SecondMarket bernama Genesis Trading di tahun yang sama, dan memulai kerajaan bisnis kriptonya sejak saat itu.

Karir di Industri Kripto

Bitcoin Investment Trust

Pada 2013, Barry Silbert mendirikan Bitcoin Investment Trust (BIT) yang merupakan perwalian terbuka dengan sponsor dari Grayscale Investments, afiliasi dari Digital Currency Group. Saham BIT ditawarkan ke publik dengan kode ticker GBTC. Saham tersebut hanya berinvestasi dan mendapatkan valuasi dari harga Bitcoin. Sehingga, para investornya mendapatkan eksposure pergerakan harga Bitcoin, tanpa harus repot membeli, dan menyimpan cryptocurrency tersebut.

Digital Currency Group

Barry Silbert meluncurkan Digital Currency Group di New York pada 2015, dan kemudian memindahkan basisnya ke Connecticut. DCG adalah perusahaan investasi yang menanamkan modalnya di perusahaan rintisan terkait mata uang digital, teknologi blockchain dan jasa keuangan global.

DCG telah membangun portofolio bisnis yang sangat besar dengan 200 perusahaan di lebih dari 35 negara. Investasinya juga mencakup 50 crypto funds dan beragam token aset digital serta proyek blockchain.

Sejumlah perusahaan yang masuk dalam afiliasi DCG adalah platform pinjam meminjam crypto Genesis, portal berita crypto CoinDesk, serta manajer aset digital berbasis New York, Grayscale. Selain itu, perusahaan yang juga dapat pendanaan dari DCG termasuk BitGo, BitPay, BitPagos, BitPesa, Chain, Chainalysis, Circle, Coinbase, Gyft, Kraken, Ripple Labs, TradeBlock, Unocoin, and Xapo

Seiring dengan bertumbuhnya valuasi pasar cryptocurrency, DCG pun mendapat pendanaan dari pemodal ventura milik Bain Capital, MasterCard, New York Life Insurance Company, dan bank asal Kanada CIBC.

Kepemilikan Bitcoin Barry Silbert

Silbert termasuk salah satu tokoh crypto yang merupakan pengguna awal atau early adopter Bitcoin. Menurut wawancara Reuters pada 2017, dia mengatakan telah membeli Bitcoin senilai US$175.000 pada 2012. Saat itu, harga Bitcoin masih setara US$11 dan mata uang crypto tersebut masih baru dikenal melalui blog-blog internet saja.

Investasi Pribadi

Secara personal, Silbert telah berinvestasi pada sejumlah perusahaan, termasuk 500 Global, Artsy, Coinsetter, Endurance Lending Network, Lenddo, Lua, SecondMarket, SendTheTrend, Slated, SponsorHub, Tapad, TraceLink, Voyat, OneName, TradeBlock, Ripio, Rewind Me, IVY and Murfie. Dia juga telah sukses menjual bagiannya setelah berinvestasi di Voyat, TradeBlock, Tapad, SponsorHub, Lua, dan Endurance Lending Network.

Kekayaan Barry Silbert

Menurut Forbes, Silbert berhasil masuk ke dalam daftar Crypto Rich List di peringkat 8 pada 2021. Perkiraan jumlah kekayaan bersihnya pada 2021 mencapai US$1,6 miliar.

Lalu, dia pun menjadi salah satu miliarder terkaya dunia dengan nilai kekayaan US$3,2 miliar per 2022. Angka tersebut bersumber dari aset cryptocurrency, investasi dan hasil usaha yang dibangunnya.

Pencapaian dan Penghargaan

Pada 2011, Barry Silbert menerima gelar “Entrepreneur of the Year” dari Ernst & Young. Selain itu, dia juga menerima “Entrepreneur of the Year” dari Crain’s, dan masuk dalam daftar “Fortune 40 Under 40“.

Kasus Genesis

Barry Silbert menjadi pusat perhatian semenjak Genesis melakukan pembekuan penarikan dana bagi para nasabahnya, akibat dampak beruntun dari kejatuhan FTX milik Sam Bankman Fried. Alasannya, dampak FTX menjadikan kekacauan di pasar sehingga bisnis tidak bisa berjalan seperti biasanya.

Barry Silbert menjadi pusat perhatian dalam kasus Genesis

Padahal, Genesis ini adalah partner Gemini untuk produk Earn, yang memberikan bunga sebagai pinjaman. Makanya, Gemini juga ikut harus membekukan dana pengguna sebagai dampaknya. Menurut laporan FT, Genesis berutang pada klien Gemini senilai US$900 juta.

Kemudian, pendiri crypto exchange Gemini, Cameron Winklevoss menuduhnya telah menyesatkan investor dan menggunakan taktik curang. Winklevoss pun mengatakan Barry Silbert telah menipu Gemini besarta 340.000 pelanggan akun Gemini Earn. Lantas, Genesis telah berutang senilai US$900 juta.

Dalam sebuah surat terbuka di Twitter pada 10 Januari 2023, Cameron Winklevoss menyuruh Barry Silbert mundur dari posisi CEO DCG. Tak lama, Barry Silbert pun menyangkal tuduhan dari Presiden Gemini tersebut.

Dia mengatakan bahwa DCG tidak pernah mengumpulkan dana dengan salah satu perusahaannya, atau memiliki hubungan dengan 3AC. Namun, yang memiliki hubungan dengan 3AC, adalah Genesis. Menurutnya, Genesis yang memiliki hubungan perdagangan dan pinjaman dengan 3AC.

Lalu, dalam penyelesaiannya DCG setuju untuk menukar piutang pinjaman tanpa jaminan Genesis senilai US$1,1 miliar dari 3AC. Promissory note atau surat promes dari DCG terkait hal itu disebut sebagai pemulihan yang ‘sangat tidak pasti’.

Menurut perkembangan terbaru, DCG kian terdesak. Genesis Global Capital, perusahaan pinjam-meminjam kripto yang dimiliki broker kripto Genesis Global Trading, pun mengajukan kebangkrutan. Sementara itu, ada potensi media berita kripto CoinDesk akan dijual.

Kesimpulan

Barry Silbert adalah seorang pengusaha dan eksekutif di industri cryptocurrency dengan latar belakang dari pasar modal sebagai bankir investasi. Pendiri DCG ini telah menanamkan modal di berbagai perusahaan terkait cryptocurrency dan teknologi blockchain. Karenanya, dia meraih sukses hingga menjadi miliarder crypto dengan pengakuan global.

Akan tetapi, kasus terbaru yang dihadapi DCG hingga pengajuan kebangkrutan di konglomerasi itu menjadi salah satu yang mencoreng bisnisnya. Kasus keruntuhan Genesis, yang juga terkait dengan partnernya Gemini, kini masih berjalan dan perkembangan ke depan akan berlanjut.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Siapakah pendiri Digital Currency Group?

Barry Silbert adalah pendiri sekaligus CEO Digital Currency Group (DCG), sebuah venture capital yang berfokus pada aset digital.

Berapa kekayaan Barry Silbert?

Barry Silbert menjadi salah satu miliarder terkaya dunia dengan nilai harta US$3,2 miliar per 2022. Angka tersebut bersumber dari aset cryptocurrency, investasi dan hasil usaha yang dibangunnya.

Kapan Barry Silbert mulai membeli Bitcoin?

Silbert mulai membeli Bitcoin pada 2012, dengan harga US$11 per coin, menurut laporan Reuters.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Prioritas kami adalah menyediakan informasi berkualitas tinggi. Kami meluangkan waktu untuk mengidentifikasi, meriset, dan membuat konten edukasi yang sekiranya dapat bermanfaat bagi para pembaca. Kami menerima komisi dari para mitra kami untuk penempatan produk atau jasa mereka dalam artikel kami, supaya kami bisa tetap menjaga standar mutu dan terus memproduksi konten yang luar biasa. Meski demikian, pemberian komisi ini tidak akan memengaruhi proses kami dalam membuat konten yang tidak bias, jujur, dan bermanfaat.

Disponsori
Disponsori