Lihat lebih banyak

Apa Itu IPFS? Cara Kerja dan Fungsinya dalam Web 3.0

7 mins
Diperbarui oleh Hanum Dewi
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

IPFS adalah singkatan dari InterPlanetary File System, sebuah protokol penyimpanan file terdesentralisasi dan terdistribusi yang dapat menjadi revolusi era internet baru. Memiliki sifat tidak terpusat yang mirip dengan teknologi blockchain, sistem ini bisa saling melengkapi dan menjadi solusi yang lengkap. Pahami lebih dalam mengenai pengertian IPFS dan fungsinya dalam mengakses konten di web 3.0.

Apa itu IPFS?

InterPlanetary File System atau IPFS adalah protokol dan jaringan untuk membuat metode penyimpanan dan berbagi hypermedia secara peer-to-peer (P2P). Sifatnya terdesentralisasi dan menggunakan jaringan terdistribusi dari banyak komputer untuk menyimpan (host) konten. Istilah ini sering berkaitan dengan ekosistem Web3, yang mengacu pada era ketiga internet yang berfokus pada desentralisasi, blockchain, dan teknologi kriptografi.

Dalam konteks Web3, IPFS memainkan peran penting dalam penyimpanan data terdesentralisasi dan distribusi konten. Konten yang tersimpan dapat berupa ragam jenis dan kategori, seperti basis data, situs web, file media, dokumen, hingga aplikasi. Kamu bisa mengakses konten apapun yang tersimpan dalam jaringan terdesentralisasi ini dengan memasukkan sebuah “link“. Sebenarnya, proses untuk mengakses konten ini sama seperti cara mengakses halaman web dengan memasukkan URL.

Mirip dengan bagaimana jaringan blockchain menggunakan node untuk menarik daya komputasi yang perlu untuk memverifikasi data. IPFS juga menyebarkan ratusan ribu node yang menawarkan bandwidth penyimpanannya agar jaringan dapat menyimpan data.

Cara Kerja IPFS

IPFS adalah sistem yang terdiri dari sejumlah subsistem. Setidaknya ada tiga subsistem besar yang memiliki fungsi utama dalam cara kerja IPFS, yaitu indentifikasi konten, routing data, serta mentransfer data.

Indentifikasi konten (content addressing)

Dalam arsitektur web tradisional, konten biasanya ditempatkan menggunakan pengalamatan berbasis lokasi (URL). IPFS, di sisi lain, menggunakan pengalamatan konten, di mana setiap konten diidentifikasi secara unik berdasarkan hash kriptografinya. Maka, setiap konten punya identifikasi sendiri yang bernama content identifier (CID). Artinya, alamat konten berasal dari konten itu sendiri, dan alamat tersebut tidak bisa berubah sehingga mudah diverifikasi.

Penelusuran Konten (Routing)

Routing mengacu pada cara IPFS menentukan di mana menemukan CID tertentu di jaringan; khususnya, rekan jaringan mana yang menyediakan CID yang pengguna minta. Dengan kata lain, sebuah node tidak bisa begitu saja menemukan data di jaringan hanya dengan CID saja; itu memerlukan informasi tentang alamat IP dan port rekan-rekannya di jaringan.

Transfer Data

Selain penelusuran data, node dalam jaringan IPFS harus secara efisien mendistribusikan dan mengirimkan konten data sesuai alamatnya. Hal ini mempertimbangkan bahwa ada beberapa node dalam jaringan yang sudah memiliki salinan datanya, dan node lain yang belum, tetapi memerlukan data tersebut.

Fungsi IPFS dalam Web 3

Secara umum, fungsi IPFS dalam Web 3 adalah untuk menyediakan sistem penyimpanan terdesentralisasi yang dapat berguna untuk menyimpan dan mengakses konten di Web 3. Sistem ini menawarkan beberapa manfaat yang lebih unggul daripada penyimpanan terpusat, yaitu ketahanan, efisiensi dan keamanan.

IPFS adalah protokol penyimpanan terdesentralisasi, berbeda dengan HTTP yang terpusat di server. Sumber
IPFS adalah protokol penyimpanan terdesentralisasi, berbeda dengan HTTP yang terpusat di server. Sumber

Mengapa IPFS terbilang lebih tahan terhadap serangan? Sebab, sistem ini tidak bergantung pada server terpusat. Selain itu, protokol ini lebih efisien karena file atau konten hanya perlu disimpan sekali dalam jaringan. Kemudian, dari sisi keamanan, sistem ini terlindungi karena adanya kriptografi khusus seperti yang ada dalam blockchain.

Dalam konteks web 3.0, sistem ini secara spesifik bisa diaplikasikan untuk situs web terdesentralisasi dengan konten seperti HTML, CSS dan JavaScript. Ini memastikan bahwa tidak ada pihak ketiga yang dapat menghapus atau mengubah konten situs web tersebut.

Selanjutnya, sistem penyimpanan ini berguna dalam aplikasi terdesentralisasi (DApps) untuk menyimpan data aplikasi, seperti kode, gambar, dan video. Ini memastikan bahwa data aplikasi tidak dapat diubah atau dihapus tanpa persetujuan semua pengguna aplikasi. Tak hanya itu, NFT juga bisa diamankan dengan sistem ini. Dengan sifatnya yang immutable (tidak dapat berubah), IPFS dapat memastikan bahwa data NFT memiliki nilai yang sah.

Bagaimana cara menggunakan IPFS?

Saat kamu mengunggah file ke IPFS, jaringan membaginya menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan mendistribusikannya ke beberapa komputer (node). Semua bagian dari file tertentu dapat dikenali dengan satu hash. Hash membantu jaringan mengidentifikasi node mana yang berisi bagian berbeda dari file yang sesuai dengan hash tersebut.

Sekarang, jika kamu ingin mengakses dan mengambil file tersebut, kamu hanya perlu memasukkan hash pada browser web yang kompatibel seperti Brave Browser atau Opera. Prosesnya hampir sama dengan mengakses halaman web biasa dengan memasukkan alamatnya (URL) di browser.

Setelah teridentifikasi, IPFS meminta semua node untuk mengirimkan potongan file yang mereka miliki melalui koneksi P2P.

Cara Menjalankan node IPFS

Jika kamu ingin menjalankan node IPFS sendiri, cara paling sederhana dan termudah untuk melakukannya adalah dengan Desktop IPFS. Itu adalah rangkaian perangkat lunak resmi yang dari Protocol Labs, dan tersedia di semua platform sistem operasi utama, termasuk Windows, Mac, dan Ubuntu.

IPFS Desktop relatif mudah cara menggunakannya, dan menawarkan banyak tutorial untuk pengguna baru. Dengan rangkaian perangkat lunak, kamu dapat mengunggah file apa pun ke jaringan penyimpanan ini dengan relatif mudah.

Ada juga add-on browser (IPFS Companion) yang memungkinkan kamu berinteraksi dengan IPFS Desktop dan node kamu langsung dari browser. Add-on ini kompatibel dengan Chrome, Edge, Firefox, Brave, dan Opera.

Apakah IPFS sama dengan Blockchain?

IPFS dan blockchain bukanlah hal yang sama. Blockchain dan IPFS adalah teknologi yang berbeda dengan tujuan yang berbeda, meskipun sama-sama mengusung konsep terdesentralisasi.

Di satu sisi, IPFS adalah sistem penyimpanan file terdesentralisasi dan terdistribusi untuk menyimpan dan mengakses konten di Web 3.0. Sementara di sisi lain, blockchain adalah sistem buku besar terdistribusi (distributed ledger) untuk mencatat transaksi secara aman dan transparan.

Keduanya sama-sama menggunakan kriptografi untuk melindungi datanya, sementara blockchain memiliki tambahan mekanisme konsensus. Karena itu, keduanya dapat saling melengkapi untuk menyediakan solusi yang lebih lengkap. Misalnya, IPFS dapat digunakan untuk menyimpan data untuk aplikasi blockchain, seperti kontrak pintar (smart contract).

Contoh Penggunaan IPFS

Sejumlah proyek di berbagai sektor telah menggunakan sistem penyimpanan terdesentralisasi ini. Contoh penggunaan IPFS adalah dalam proyek Filecoin, Aarweave dan Ethereum Name Service (ENS).

  • Filecoin adalah jaringan penyimpanan terdesentralisasi yang menggunakan IPFS sebagai protokol dasarnya. Ini memungkinkan pengguna untuk membeli dan menjual ruang penyimpanan di jaringan peer-to-peer. Penambang Filecoin mendapatkan token crypto FIL dengan menyediakan penyimpanan ke jaringan. Lalu, pengguna membayar sejumlah FIL untuk menyimpan dan mengambil data.
  • Arweave adalah platform penyimpanan berbasis blockchain yang menggunakan IPFS untuk pengalamatan konten. Ini memberikan solusi penyimpanan permanen dan terdesentralisasi untuk konten web. Sehingga, bahwa data tetap dapat diakses dan diverifikasi dari waktu ke waktu.
  • ENS adalah singkatan dari Ethereum Name Service, yang memungkinkan untuk membuat nama domain yang bisa terbaca oleh manusia di blockchain Ethereum. Layanan ini menggunakan IPFS sebagai penyimpanan konten terdesentralisasi. Sehingga, memungkinkan pengguna mengaitkan hash dengan domain ENS mereka, menghubungkan nama domain ke konten yang tersimpan dalam jaringan.

Kelebihan dan Kekurangan IPFS

Sistem penyimpanan IPFS ini memiliki sejumlah kelebihan ketimbang sistem internet lama.

Kelebihan

  • Desentralisasi: menawarkan cara yang cukup efisien untuk mengakses file (situs web, video, gambar, makalah penelitian, artikel, dll.) dari mana saja tanpa bergantung pada pihak ketiga yang terpusat. Penekanan pada desentralisasi ini menjadikan jaringan lebih cepat, lebih demokratis, dan lebih aman.
  • Immutable: Data yang sudah tersimpan tidak bisa diubah atau diganti oleh pihak lain, sehingga tidak memungkinkan adanya sensor konten. Pengguna dapat mengakses data langsung dari sumbernya (melalui koneksi P2P).
  • Efisiensi: IFPS bisa sangat efisien dalam menawarkan konektivitas yang lebih cepat dan aman di tempat-tempat dengan koneksi internet yang relatif buruk.

Kekurangan

Meskipun menawarkan manfaat, IPFS masih perlu sejumlah peningkatan. Berikut kekurangannya:

  • Kesulitan mencari konten: Jaringan penyimpanan ini tidak memiliki mesin pencari yang berfungsi penuh untuk dapat kamu gunakan dalam mencari konten. Dengan kata lain, saat ini, IPFS lebih seperti internet tanpa Google (atau Bing atau DuckDuckGo, atau mesin pencari lain).
  • Kurangnya regulasi: Seperti biasa, desentralisasi juga bisa menjadi pedang bermata dua, terutama dengan kurangnya regulasi untuk konten yang berpotensi membahayakan. Konten berbahaya bisa berarti apa saja seperti ujaran kebencian, berita palsu, pornografi anak, pelanggaran hak cipta, dll. Selain itu, pasti ada risiko jika sebuah platform memungkinkan kebebasan berpendapat mutlak.

Meskipun demikian, IPFS mungkin akan menjadi bagian besar dari paradigma web3 yang sedang berkembang dan memelopori era baru bagi pengguna internet.

Kesimpulan

IPFS adalah sebuah sistem yang dapat menjadi solusi bagi penyimpanan di era baru internet, yang kini telah menjadi terlalu terpusat. Karakteristik utama sistem ini yang terdesentralisasi, immutable dan efisien sangat bermanfaat dalam perkembangan web3, dan blockchain.

Meski memiliki kesamaan dengan blockchain crypto, IPFS adalah hal yang berbeda. Namun, keduanya bisa saling melengkapi dan memiliki use case tertentu seperti halnya Ethereum Name Service. Walaupun teknologi ini terbilang baru dan ada risikonya, manfaatnya cukup besar bagi revolusi internet selanjutnya.

Pertanyaan yang sering muncul

Apa itu IPFS?

Apakah IPFS sama dengan blockchain?

Apakah IPFS bisa diretas?

Penyimpanan IPFS apakah gratis?

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Prioritas kami adalah menyediakan informasi berkualitas tinggi. Kami meluangkan waktu untuk mengidentifikasi, meriset, dan membuat konten edukasi yang sekiranya dapat bermanfaat bagi para pembaca. Kami menerima komisi dari para mitra kami untuk penempatan produk atau jasa mereka dalam artikel kami, supaya kami bisa tetap menjaga standar mutu dan terus memproduksi konten yang luar biasa. Meski demikian, pemberian komisi ini tidak akan memengaruhi proses kami dalam membuat konten yang tidak bias, jujur, dan bermanfaat.

foto-profil-hanum.png
Hanum Dewi
Hanum Dewi adalah seorang penulis dengan spesialisasi pada topik bisnis, keuangan, dan investasi. Dengan latar belakang pendidikan di bidang komunikasi dan pengalaman 8+ tahun di pasar modal, Hanum juga melakukan riset untuk membuat konten yang menarik dan informatif di berbagai topik. Melengkapi kemampuan menulisnya, dia juga selalu mengikuti tren dan perkembangan terbaru di industri cryptocurrency, DeFi, dan web3.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori