Lihat lebih banyak

Market Sideways Masih Bisa Cari Cuan? Ini Strategi Trading Crypto Saat Pasar Mendatar

5 mins
Diperbarui oleh Hanum Dewi
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Secara umum, trader baik di pasar crypto, saham maupun forex, biasanya memiliki strategi trading dalam kondisi bullish market ataupun bearish market. Namun, ada saatnya ketika pasar tidak menunjukkan tren tertentu atau bergerak mendatar (market sideways).

Dalam kondisi pasar sideways, trader justru berisiko untuk membuat kesalahan yang berakhir pada kerugian. Akan tetapi, tidak semua kondisi pasar mendatar itu sama. Ada yang cocok untuk trading crypto atau tidak. Mungkin juga ini saatnya mencari passive income di tempat lain atau saatnya mempertimbangkan strategi trading crypto yang lain.

Berikut ulasan mengenai strategi trading crypto saat pasar sideways dan cara mencari potensi income dari cryptocurrency.

Apa Itu Fase Market Sideways?

Pasar atau market sideways, alias pasar bergerak mendatar, terjadi ketika harga sebuah aset baik saham atau cryptocurrency untuk trading berada pada kisaran yang stabil. Di sini, tidak ada pembentukan tren dalam jangka waktu tertentu. Pergerakan harga malah terombang-ambing dalam kisaran horisontal, tanpa adanya tanda-tanda bullish atau bearish.

Lawan dari sideways market adalah trending market.

Ciri-Ciri Pasar Sideways

Sideways market terdiri dari pergerakan harga yang relatif horisontal yang muncul ketika dorongan permintaan dan penawaran hampir setara dalam jangka waktu tertentu. Kondisi ini biasanya muncul selama periode konsolidasi sebelum harga melanjutkan tren sebelumnya atau membuat tren baru.

Biasanya, pasar sideways adalah hasil dari pergerakan harga antara level support dan resistance yang kuta. Jadi, tidak aneh untuk melihat tren horisontal mendominasi harga dari aset cryptocurrency untuk periode yang cukup lama.

Volume, yang menjadi satu indikator penting, biasanya tetap mendatar selama pasar sideways karena ada keseimbangan antara bullish dan bearish. Volume juga terkadang naik atau turun tajam di satu arah ketika muncul ekspektasi breakout atau breakdown.

Seringkali, sideways market dianggap sebagai pasar yang choppy atau tidak punya tren kalau ada sejumlah gerakan swing naik turun tapi kembali lagi ke level rata-rata.

Contoh pergerakan market sideways. Sumber: Stockbit

Indikator untuk Mengamati Market Sideways

Ketika menganalisa pasar sideways, trader perlu melihat sejumlah indikator teknikal dan pola grafik untuk melihat ke mana arah harga. Bisa saja harga mengarah naik dan membentuk breakout atau justru breakdown.

Jika titik harga dalam grafik pasar membentuk seperti bukit dan lembah yang memiliki tinggi sama dengan candlestick pendek berwarna hijau dan merah, bisa jadi pasar sedang sideways. Selain itu, mengidentifikasi sideways juga bisa dengan menggunakan indikator teknikal seperti Overlay dan Oscillator.

1. Overlay Indicator

Indikator Overlay diplot langsung pada titik harga, atau candlestick dan bar, pada grafik pergerakan pasar. Setidaknya ada tiga jenis overlay untuk mendeteksi pasar sideways.

Grafik Overlay Indicator. Sumber: Scanz
  • William’s Alligator Indicator: Indikator William’s Aligator adalah sebuah overlay yang bergerak dengan arah berlawanan dengan pergerakan harga saat ini, yang mengindikasikan tren baru. Namun, jika harga tidak mengikuti proyeksi, ini sepertinya tanda-tanda pasar sideways.
  • Bollinger Band Indicator: Indikator Bollinger Band seperti di gambar mendeteksi adanya pasar sideways ketika gambarnya membentuk pola horisontal dengan tinggi yang semakin berkurang.
  • Parabolic SAR Indicator: Indikator Parabolic SAR adalah sejumlah titik yang membentuk sebuah pergerakan harga dari aset cryptocurrency. Jika titik-titik membentuk pola yang relatif flat, ini indikator yang baik menentukan sebuah pasar sideways.
Indikator Bollinger Bands untuk mencari strategi trading crypto.
Indikator Bollinger Bands untuk mencari strategi trading crypto. Sumber: Zipmex

2. Oscillator Indicator

Berbeda dengan indikator overlay, indikator oscillator berada di bawah grafik pasar.

Indikator Oscillator berada di bawah grafik pasar. Sumber: Scanz
  • Accelerator Oscillator Indicator (AO). Indikator ini diplot dalam bar – mirip dengan histogram. Jika ketinggian histogram tampak naik dan turun dalam kisaran yang sempit, maka volatilitasnya rendah. Sehingga, ini merupakan tanda pasar sideways.
  • Relative Strength Index Indicator (RSI). Pada umumnya, Relative Strength Index (RSI) menampilkan rasio rata-rata kenaikan harga penutupan. Jika tidak ada divergensi dan sinyal RSI aktif, ini mengindikasikan pasar sideways.
  • Average Directional Index Movement Indicator (ADX). Indikator ini digunakan untuk mendeteksi arah dan kekuatan tren menggunakan algoritma non-delay yang terbukti dan dapat mengantisipasi pergerakan harga di masa depan. Untuk mengecek indikasi ini, gunakan pergerakan garis utama ADX di level 20. Jika sinyal berada di bawah level tersebut, maka tren dianggap lemah, dan harga kemungkinan akan tetap datar atau sideways.

Strategi Trading Crypto dan Investasi saat Pasar Sideways

Melakukan trading saat pasar crypto sedang sideways adalah hal yang tricky. Meskipun demikian, ada pilihan strategi yang bisa memaksimalkan profit dalam kondisi ini.

1. Cek Pasar Masih Layak Trading

Pasar mendatar masih punya potensi trading JIKA punya kisaran harga, artinya ada level support dan resistance horizontal. Level ini terdefinisi dengan baik yang memiliki jarak yang baik di antara keduanya.

Grafik Pasar Sideways yang layak untuk strategi trading crypto.
Grafik Pasar Sideways yang layak untuk strategi trading crypto. Sumber: learntotradethemarket


Perhatikan pada grafik di atas, ada jarak yang cukup jauh antara support dan resistance dari range tersebut dan cukup terdefinisi dengan baik. Ini memberi trader level yang bagus untuk masuk atau mencari sinyal dan potensi risiko / imbalan yang bagus. Harapannya, bahwa harga akan bergerak ke ujung batas kisaran atau setidaknya menutup kembali ke sana.

2. Pertimbangkan Lagi Strategi Trading Crypto

Nah, kalau memang ada potensi masuk di pasar sideways seperti poin sebelumnya, trader masih bisa masuk dan melakukan trading crypto. Namun, kalau pasarnya terbilang choppy atau hanya naik turun pendek, sepertinya tidak ada alasan untuk terus trading.

Buat sebagian trader dan investor yang memilih untuk HODL aset kriptonya, momen pasar sideways ini justru menjadi kesempatan memikirkan strategi trading crypto. Sebab, trader bisa memperkirakan arah harga ke depannya. Hal ini penting ketika ekonomi sedang dalam siklus jangka panjang.

3. Cari Passive Income

Jika kamu memang punya dana nganggur, cara raih passive income lain bisa menjadi potensi buat mencari profit. Contohnya dengan melakukan staking atau menyediakan liquidity pool di platform DeFi.

Dengan menaruh sejumlah dana di platform staking, kamu tetap bisa mendapatkan income berupa annual percentage yield (APY) yang pasti. Apalagi kalau menggunakannya untuk liquid staking, dana kamu masih bisa likuid dan bisa terpakai untuk hal lain.

4. Riset Token Baru untuk Diversifikasi

Terakhir, dengan kondisi pasar yang sideways ini bisa menjadi momen kamu untuk belajar dan riset mendalam tentang token baru yang berpotensi. Lihat-lihat saja dulu whitepaper dan potensi airdrop untuk watchlist, siapa tahu ada kesempatan masuk.

Lantas, ini bisa jadi peluang memiliki variasi aset untuk diversifikasi. Sebab, banyak studi yang mengindikasikan pentingnya untuk memiliki alokasi aset daripada hanya sekedar mencari waktu masuk untuk trading crypto. Saat pasar sideways inilah waktunya untuk menjaga keseimbangan alokasi investasi kamu.

Kesimpulan

Saat pasar sideways bagi sebagian trader ini hal yang membosankan tetapi tetap masih ada peluang untuk mencari keuntungan. Trader perlu memastikan keadaan pasar mendatar tersebut dengan sejumlah analisis teknikal.

Kalau satu cryptocurrency memang sedang tidak cocok untuk trading, kamu bisa mencari trading pair lainnya yang masuk dalam kategori layak. Jangan memaksakan untuk trading kalau memang tidak ada potensi. Terkadang posisi terbaik adalah tidak mengambil posisi. Masih ada jalan lain mencari penghasilan, seperti masuk ke platform passive income.

Terpenting, riset dahulu sebelum mengambil keputusan strategi trading crypto. Dan gunakan uang dingin untuk trading crypto sesuai dengan risiko yang ingin kamu ambil.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Strategi apa yang cocok saat pasar sideways

Apa indikator terbaik untuk pasar sideways?

Cara intraday trading saat pasar sideways

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Prioritas kami adalah menyediakan informasi berkualitas tinggi. Kami meluangkan waktu untuk mengidentifikasi, meriset, dan membuat konten edukasi yang sekiranya dapat bermanfaat bagi para pembaca. Kami menerima komisi dari para mitra kami untuk penempatan produk atau jasa mereka dalam artikel kami, supaya kami bisa tetap menjaga standar mutu dan terus memproduksi konten yang luar biasa. Meski demikian, pemberian komisi ini tidak akan memengaruhi proses kami dalam membuat konten yang tidak bias, jujur, dan bermanfaat.

foto-profil-hanum.png
Hanum Dewi
Hanum Dewi adalah seorang penulis dengan spesialisasi pada topik bisnis, keuangan, dan investasi. Dengan latar belakang pendidikan di bidang komunikasi dan pengalaman 8+ tahun di pasar modal, Hanum juga melakukan riset untuk membuat konten yang menarik dan informatif di berbagai topik. Melengkapi kemampuan menulisnya, dia juga selalu mengikuti tren dan perkembangan terbaru di industri cryptocurrency, DeFi, dan web3.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori