Lihat lebih banyak

Perbandingan Ledger vs. Trezor, Mana yang Terbaik di Tahun 2023?

19 mins
Oleh Ananda Banerjee
Diterjemahkan Zummia Fakhriani
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Pertempuran antar hardware wallet semakin memanas di tahun 2023. Hal ini ditandai dengan pengumuman Ledger mengenai fitur pencadangan seed phrase opsional baru yang menuai banyak kritik di komunitas kripto. Sementara beberapa alternatif hardware lainnya berlomba-lomba menyebut diri mereka sebagai opsi cold storage, pertarungan Ledger vs. Trezor mungkin menjadi yang paling kompetitif.

Oleh karena itu, panduan ini akan membandingkan Ledger dan Trezor dengan detail yang signifikan dan juga mempertimbangkan beberapa parameter penting. Kita akan mengamati penawaran yang disajikan oleh masing-masing produsen cold storage tersebut secara objektif. Dengan begitu, hal ini dapat membantumu memutuskan opsi penyimpanan offline terbaik untuk kebutuhan pribadi dan profesional kamu.

Baca ulasan tentang cold wallet & hot wallet kripto terbaik dengan tingkat keamanan tinggi, dapatkan berita terhangat tentang kripto, baca analisis teknikalnya & dapatkan jawaban atas semua pertanyaan kamu dari para trader PRO & pakar di Komunitas Trading BeInCrypto di Telegram. Ayo, gabung sekarang!

Pengenalan Singkat Ledger Wallet

ledger vs trezor: ledger

Ledger adalah salah satu produsen hardware wallet terkemuka yang berbasis di Paris. Diluncurkan pada tahun 2014, produk-produk unggulan dari Ledger meliputi Ledger Nano S dan Ledger Nano X.

Apa yang Membuat Ledger Wallet Menarik?

Meskipun ada beberapa alasan untuk memilih Ledger, berikut adalah beberapa favorit kami:

  1. Daftar dukungan kripto yang sangat luas, yaitu 1800+ dan terus bertambah.
  2. Tingkat keamanan hardware sangat tinggi berkat teknologi BOLOS yang paten dan chip ST33 yang eksklusif.
  3. UI Ledger Live yang sangat interaktif.
  4. Dilengkapi dengan dukungan Bluetooth bawaan, membawa keajaiban nirkabel ke level selanjutnya.
  5. Mendukung berbagai metode pembayaran atau transaksi, termasuk wire transfer, transfer kripto, dan pembayaran dengan kartu debit/kredit.

Namun, jika kamu mencari aspek negatif yang membuatnya dihindari sejumlah pengguna. Kontroversi di bulan Mei 2023 terkait fitur “Recover” mungkin bisa membuat kamu memilih untuk mencari alternatif Ledger. Jika tidak, mungkin layarnya yang cenderung lebih kecil dan dan insiden kebocoran data sebelumnya mungkin menjadi tanda peringatan yang perlu diperhatikan.

Tipe Ledger Wallet Mana yang Jadi Rekomendasi?

Ledger Nano S bisa jadi rekomendasi yang cocok kalau kamu adalah penggemar kripto yang mencari opsi yang aman namun terjangkau. Namun, Nano X adalah pilihan terbaik jika kamu memiliki portofolio kripto yang beragam dan lebih suka fitur konektivitas yang canggih.

Pengenalan Singkat Trezor Wallet

Trezor, produsen hardware wallet, berasal dari SatoshiLabs. Lahir dan dibesarkan di Republik Ceko, Trezor memulai perjalanan di dunia kripto pada tahun 2013.

Apa yang Membuat Trezor Wallet Menarik?

Kalau kamu juga mencari alasan untuk memilih wallet Trezor, seperti halnya Ledger, kami punya beberapa hal yang bisa dipertimbangkan:

  1. Software yang bersifat open-source, sehingga memungkinkan developer untuk membangun dan meningkatkan kualitasnya.
  2. Update firmware dilakukan secara teratur dan bermanfaat.
  3. Kamu bisa memilih varian yang layar sentuh, sesuai dengan kebutuhanmu.

Namun, jika kamu mencari alasan untuk tidak menggunakan Trezor, kurangnya kompatibilitas Bluetooth dan tidak adanya dukungan aplikasi mungkin bisa menjadi faktor pertimbangan. Selain itu, kamu juga hanya bisa melakukan transaksi atau pembelian kripto ke Trezor wallet menggunakan kartu debit dan kredit.

Tipe Wallet Trezor Mana yang Jadi Rekomendasi?

Sebagai pemula di dunia kripto, kamu mungkin bisa mempertimbangkan Trezor One. Varian ini lebih terjangkau dan mudah dipahami. Tapi, jika kamu mencari utilitas dan fitur yang lebih canggih, Trezor Model T, dengan dukungan koin yang lebih baik dan fungsionalitas layar sentuh adalah pilihan yang lebih unggul.

Perbandingan Utama Ledger vs. Trezor

ledger vs trezor hardware

Setelah kita mengintip sisi positif dari Ledger dan Trezor, sekarang saatnya membandingkan kedua hardware wallet ini secara lebih rinci, dengan memilih parameter dan membandingkan fitur dari masing-masing produsen.

Keamanan Ledger vs. Trezor

Hardware wallet didesain untuk menjaga agar aset kripto yang ada di dalamnya tetap aman. Di Ledger wallet, chip ST33 (secure element) lah yang bertugas menangani masalah keamanan tersebut. Chip secure element (SE) tersebut yang utamanya merupakan implementasi hardware tersebut ditenagai oleh BOLOS — Blockchain Open Ledger Operating System. Ini adalah software unik Ledger yang berguna untuk memberikan pengalaman keamanan yang komprehensif.

Utilitas chip Smart Element: Ledger

Selain menawarkan keamanan kripto hardware-software, Ledger wallet juga menghadirkan dukungan frase pemulihan passphrase, yaitu opsi pemulihan kunci privat 24 kata. Dan meskipun pengaturan multi-tanda tangannya (multi-signature) tidak bersifat bawaan, Ledger dapat berfungsi dengan software seperti Spectre dan Electrum yang memungkinkan kamu untuk mengatur beberapa tanda tangan untuk mengakses wallet.

Sementara itu, pendekatan Trezor terhadap keamanan kripto terlihat berbeda. Alih-alih menggunakan chip dan hardware, Trezor wallet mengandalkan pencadangan Shamir — cara memecah frase pemulihan menjadi beberapa bagian. Namun, hanya Trezor Model T kelas atas yang menawarkan fitur ini.

How Shamir backup works: Trezor
Cara kerja pencadangan Shamir | Sumber: Situs resmi Trezor

Anggaplah hal ini seperti sebuah labirin perburuan harta karun di mana akses kunci tidak pernah terpusat.

Trezor bahkan dapat bekerja dengan opsi software wallet seperti Electrum untuk membantu kamu menyiapkan sistem multi-sig. Dan karena software tersebut bersifat open-source, kodenya diaudit oleh pihak ketiga — sesuatu yang sejalan dengan etos desentralisasi.

Kesimpulan

Meskipun SE chip ganda dari Ledger sangat kuat dan aman, namun tidak bersifat open source seperti penawaran Ledger Live berbasis UI mereka. Di sisi lain, Trezor lebih berfokus pada teknik organik untuk membantu pengguna memulihkan seed phrase tanpa pendekatan berbasis cloud terpusat. Selain itu, baik Ledger maupun Trezor memungkinkan otentikasi dua faktor dan setup kata sandi.

Kalau kamu lebih suka standar keamanan berbasis hardware, Ledger terlihat menjanjikan. Tetapi jika kamu mencari fitur tambahan seperti Shamir Backup untuk keamanan wallet yang lebih terdesentralisasi, kami akan memilih Trezor.

Tahukah kamu? Ledger mengeklaim bahwa chip Secure Elements mereka dapat mencegah serangan side-channel “Shazam” — suatu bentuk serangan di mana penyerang mengukur konsumsi daya pada sumbernya dan mencoba mencocokkan dengan PIN untuk membobolnya.

Beberapa hal yang membuat Trezor lebih unggul adalah:

  1. Cadangan Shamir
  2. Dukungan open-source
  3. Dukungan frasa sandi dan PIN
  4. Setup multi-sig eksternal

Jumlah Aset Kripto yang Didukung Ledger vs. Trezor

Menurut data terbaru, Ledger wallet dapat mendukung lebih dari 5.500 aset digital. Hal ini termasuk hosting kunci langsung (direct key) dan kemampuan untuk bekerja dengan wallet pihak ketiga. Selain itu, baik Nano X maupun Nano S dari Ledger memiliki cakupan kripto yang serupa.

Di sisi lain, Trezor mencakup lebih dari 5.000 aset kripto, dengan Model T yang mendukung lebih banyak aset daripada Trezor One. Fitur ini sangat berguna jika kamu ingin memilih perangkat berdasarkan dukungan kriptonya. Namun, Trezor tidak mendukung koin populer seperti XRP, CELO, dan lainnya, sehingga menjadikannya sebagai opsi yang kurang menjanjikan bagi holder yang lebih agresif atau suka berpetualang.

Kedua produsen ini mendukung manajemen NFT, penyimpanan token ERC-20, dan lainnya saat digunakan dengan ekstensi seperti MetaMask. Selain itu, Ledger mendukung staking kripto langsung melalui Ledger Live, untuk aset kripto seperti ATOM, DOT, dan lainnya. Hal ini memungkinkan kamu untuk memaksimalkan kepemilikan kripto kamu.

Kesimpulan

Jika kamu ingin memilih hardware wallet berdasarkan jumlah kripto yang dapat dapat disimpan atau hosting, kami merekomendasikan menggunakan Ledger.

Untuk itu, dalam hal cakupan kripto, pemenangnya adalah Ledger dengan kelebihan berikut:

  1. Dukungan tambahan untuk penyimpanan kripto
  2. Dukungan untuk staking langsung melalui Ledger Live
  3. Akses ke marketplace NFT melalui Ledger Live
  4. Akses langsung ke layanan swap kripto

Penggunaan

Beberapa elemen wallet — mulai dari setup kata sandi hingga bekerja dengan UI berbasis seluler — dapat memengaruhi pengalaman pengguna. Untuk itu, sangat penting untuk membahas bagaimana perbandingan model hardware wallet Ledger dan Trezor dalam kategori penggunaannya.

Pertama, Ledger menawarkan akses langsung ke DApp, menjadikannya pilihan yang lebih baik untuk pengguna kripto yang lebih berpengalaman. Antarmuka Ledger Live memiliki semua sumber daya yang diperlukan untuk berinteraksi dengan wallet itu sendiri. Selain itu, kamu dapat menggunakan Ledger Live sebagai alat manajemen portofolio. Setup PIN adalah bagian dari inisialisasi wallet, dan ada dua tombol fisik pada perangkat Ledger sendiri, yang responsif meski bukan inovasi fisik yang paling canggih.

Ledger vs. Trezor and live app
Live App Ledger | Sumber: Situs resmi Ledger

Trezor bekerja dengan antarmuka Trezor.io berbasis browser (Trezor Suite). Antarmuka ini mudah digunakan tetapi kurang lengkap dibandingkan dengan Ledger LiveLive. Setup PIN mengikuti pendekatan pengacakan angka, sedangkan tombol fisik pada opsi penyimpanan offline Trezor terasa lebih mudah digunakan dibandingkan dengan Ledger.

Ledger vs. Trezor and suite interface
Antarmuka suite Trezor | Sumber: Situs resmi Trezor

Kesimpulan

Trezor sepertinya bisa jadi pilihan yang lebih baik kalau kamu tertarik dengan kripto namun tidak ingin repot-repot mempelajari Ledger Live yang kompleks.

Dalam kategori ini, Trezor unggul dengan:

  1. Penempatan tombol yang lebih baik
  2. Cara aman untuk mengatur PIN
  3. UI (antarmuka) berbasis web yang minimalis di Trezor.io
  4. Panduan rinci dan lengkap untuk pengaturan wallet

Ragam Model Ledger vs. Trezor

Baik Ledger maupun Trezor menawarkan pilihan wallet yang dapat memudahkan hidupmu. Saat ini, Ledger menawarkan tipe wallet Nano S+ dan Nano X dengan layar OLED dan resolusi masing-masing adalah 128 x 32 piksel dan 128 x 64 piksel. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Nano X telah menuai kritik karena fitur “Recover” opsional yang terkait dengan update firmware terbarunya.

Selain Nano X dan Nano S+, Ledger juga menyediakan Stax — wallet layar sentuh E-Ink dengan resolusi layar 240 x 240 piksel. Namun, perangkat ini mungkin lebih cocok untuk holder kripto berpengalaman karena ukurannya yang lebih besar. Perlu dicatat bahwa setiap Ledger wallet mendukung jumlah aset kripto yang sama.

Ledger vs. Trezor and design
Model Trezor | Sumber: Situs resmi Trezor

Dengan Trezor, kamu dapat memilih antara Model T dan Trezor One sesuai dengan kebutuhan kamu. Model T dilengkapi dengan layar sentuh LCD dengan resolusi 240 x 240 piksel, sementara Trezor One yang lebih terjangkau memiliki layar OLED yang cerah dengan resolusi 128 x 64 piksel. Kalau kamu menginginkan keamanan penyimpanan kripto tambahan, Trezor Model T dengan dukungan kartu SD dan wallet adalah pilihan yang lebih baik.

Kesimpulan

Meskipun hanya menawarkan dua opsi wallet untuk dipilih, Trezor nampaknya menyediakan ragam pilihan yang lebih khusus sesuai dengan sumber daya yang ditawarkannya.

Trezor unggul dengan:

  1. Pilihan pengalaman yang lebih baik
  2. Dukungan layar sentuh pada Model T
  3. Dukungan kartu SD pada model tertentu
  4. Dukungan wallet bawaan yang terkait dengan Model T

Kompatibilitas Ledger vs. Trezor

Sebelum kamu mempertimbangkan untuk berinvestasi dalam hardware wallet, luangkan waktu sejenak untuk mencari tahu seberapa kompatibel wallet tersebut. Ledger wallet dengan mudah berfungsi dengan antarmuka pihak ketiga, seperti MetaMask dan MyEtherWallet. Setiap perangkat Ledger juga dapat bekerja dengan sistem Windows, macOS, atau bahkan Linux. Selain itu, Ledger wallet juga mendukung iOS dan Android berkat aplikasi Ledger Live yang kompatibel dengan banyak perangkat.

Trezor wallet juga mendukung wallet pihak ketiga dan ekstensi. Selain itu, kamu juga dapat menyambungkan Trezor wallet ke sistem yang didukung Windows, macOS, dan Linux. Namun, kompatibilitas berbasis Android hanya memungkinkan dengan dukungan OTG, karena tidak ada aplikasi khusus yang tersedia.

Kesimpulan

Ledger wallet cocok untuk pengguna yang lebih suka aplikasi seluler untuk mengelola aset dalam wallet mereka. Meskipun beberapa orang mungkin menganggap peningkatan ini sedikit terpusat, Ledger memberikan argumen yang baik terkait dengan kemudahan penggunaan.

Ledger menjadi pemenang di babak ini, berkat:

  1. Akses aplikasi di ekosistem Android dan iOS
  2. Kompatibilitas Ledger Live di berbagai platform

Ledger vs. Trezor: Pencadangan dan Pemulihan

Pencadangan dan pemulihan seed phrase bisa menjadi hal yang sulit untuk hardware wallet. Ledger menyediakan pendekatan yang sama dengan menggunakan frase pemulihan wallet sebanyak 24 kata, yang juga disebut sebagai frase benih. Ada fungsi frasa sandi opsional tambahan di mana kata ke-25 memungkinkan kamu memulihkan frasa benih 24 kata standar.

Namun, pemutakhiran firmware Ledger pada Mei 2023 — sesuai dengan Nano X — membawa fitur pemulihan seed phrase berbasis cloud. Meskipun bersifat opsional, backup berbasis cloud yang terpusat ini menimbulkan keraguan bagi banyak orang.

Sementara itu, Trezor menghadirkan fitur pemulihan Shamir Backup, yang merupakan seed phrase bersama yang yang dibagi menjadi beberapa bagian. Untuk memulihkan wallet, kamu perlu menyediakan beberapa bagian (angka yang telah ditentukan sebelumnya) sebagai bagian dari proses pemulihan.

Kesimpulan

Fitur pemulihan bersama Trezor nampaknya jauh lebih transparan dan lebih cocok dengan komunitas kripto dibandingkan dengan sesuatu seperti backup cloud.

Di kategori ini, Trezor unggul dalam:

  1. Konsep frase pemulihan bersama
  2. Tidak ada pengumuman tentang fitur backup berbasis cloud

Ledger vs. Trezor: Chip yang Berfungsi

Setiap hardware wallet memerlukan sebuah chip agar dapat berfungsi. Dalam hal ini, Ledger menggunakan chip ganda Secure Element untuk menjaga keamanan data pengguna. Menurut Ledger, chip ini tahan terhadap berbagai serangan, termasuk serangan perusakan, serangan kesalahan, serangan software, dan serangan side-channel. Jika kamu mencari informasi spesifik, perlu dicatat bahwa chipset dengan kode ST31H320 dan ST33J2M0 adalah varian secure element, sementara mikrokontroler standar non-secure memiliki kode STM32F042 dan STM32WB55.

Setiap Ledger wallet menggabungkan chip secure element dan chip mikrokontroler standar untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman.

Ledger secure element design: Ledger
Desain secure element Ledger | Sumber: Situs resmi Ledger

Trezor wallet, apa pun jenisnya, menggunakan chipset non-secure — STM32F205 untuk Trezor One dan STM32F405 untuk Model T.

Kesimpulan

Hanya chipset Ledger wallet yang menawarkan keamanan tingkat hardware kepada para pengguna.

Untuk itu, dalam kategori ini, Ledger unggul dengan:

  1. Chip Secure Element bawaan yang bersertifikasi EAL5+
  2. Kombinasi sempurna dari mikrokontroler secure dan non-secure untuk menyediakan pengalaman keamanan yang holistik.

Ledger vs. Trezor: Dukungan Baterai

Tidak banyak hardware wallet modern yang menawarkan dukungan baterai. Namun, fitur ini bisa sangat berguna jika kamu sering bepergian dan ingin selalu memantau kepemilikan aset kamu. Ledger Nano X sendiri dilengkapi dengan cadangan baterai, berkat modul baterai isi ulang 100mAh. Sedangkan pengguna dapat mengisi baterai Ledger Nano S Plus dengan menyambungkannya ke komputer.

Sementara itu, Trezor wallet tidak menawarkan cadangan baterai dan hanya dapat dinyalakan melalui koneksi USB Type-C.

Kesimpulan

Jika kamu lebih suka memeriksa saldo kripto kamu tanpa harus selalu menyambungkan wallet ke PC, Ledger bisa jadi pilihan yang lebih baik.

Catatan: Unggahan Reddit menyebutkan bahwa fungsi pengisian baterai yang terkait dengan Nano X terhenti karena suhu yang tinggi.

Untuk itu, pemenangnya adalah Ledger dengan:

  1. Baterai berkapasitas 100mAh pada Nano X.
  2. Pengisian cepat dan kemampuan baterai cadangan untuk bertahan selama lebih dari tiga hari dengan sekali pengisian daya.

Harga Ledger vs. Trezor

Untuk harga, Ledger Nano X dibanderol antara US$119 dan US$149, sedangkan harga Nano S Plus berada di kisaran harga US$80. Selain itu, kalau kamu ingin membeli Ledger Stax yang paling kuat, kamu harus merogoh sekitar US$279. Harga ini menjadikannya opsi termahal dalam daftar kami.

Sementara itu, jika kamu berencana untuk memilih Trezor wallet, Trezor One standar seharusnya berharga sekitar US$55, sementara Model T bisa mencapai harga antara US$170 hingga US$260, tergantung pada penawaran yang kamu dapatkan.

Kesimpulan

Ledger menawarkan katalog produk yang lebih beragam. Jadi, kamu bisa sebaik mungkin menyesuaikan dengan anggaran kamu.

Selain itu, Ledger memenangkan segmen ini berkat:

  1. Pilihan beragam yang fokus pada biaya dan kegunaan.
  2. Terlepas dari cadangan baterai dan kemampuan tampilan, Nano X dari Ledger masih tetap memiliki harga yang kompetitif

Ledger vs. Trezor: Privasi

Kebijakan privasi yang diberlakukan oleh produsen hardware wallet seringkali dapat menentukan nasib mereka. Ledger, sebagai perusahaan, menawarkan wacana yang cukup deskriptif mengenai pengumpulan data pribadi. Harap dicatat bahwa saat ini, Ledger mengumpulkan data melalui situs web, aplikasi Ledger Live, dan interaksi pihak ketiga melalui aplikasi Ledger Live.

Ledger privacy policy: Ledger
Kebijakan privasi Ledger | Sumber: Situs resmi Ledger

Perlu diperhatikan bahwa dalam beberapa kasus, periode retensi data yang diambil bisa mencapai lima tahun. Namun, Ledger mempertahankan sikap non-penyimpanan data tetapi menyebutkan bahwa informasi tersebut dikirimkan kepada mitranya.

Ledger privacy policy with partners: Ledger
Kebijakan privasi Ledger dengan mitra | Sumber: Situs resmi Ledger

Namun, Ledger sebelumnya telah menuai kritik karena pendekatan pengumpulan data mereka.

Ledger info collection: Reddit
Koleksi info Ledger | Sumber: Reddit

Namun, utas tersebut mendapat beberapa penolakan karena komentar dari Murzika, CEO saat itu, menyebutkan bahwa pendekatan pengumpulan datanya non-invasif, mematuhi standar anonimitas, dan sepenuhnya transparan.

Clarified stance and anonymous data collection: Imgur
Sikap yang diklarifikasi dan pengumpulan data anonim | Sumber: Imgur

Di sisi lain, Trezor mengikuti pendekatan pengumpulan data yang lebih sederhana. Kebijakan privasinya dengan jelas menyatakan bahwa pihak perusahaan menghapus data pelanggan dalam waktu tiga bulan setelah pembelian produk. Selain itu, raksasa hardware ini bahkan sedang mempertimbangkan pendekatan yang lebih cepat untuk penghapusan data.

Kebijakan privasi Trezor | Sumber: Situs resmi Trezor

Kesimpulan

Jika privasi adalah aspek yang menjadi perhatian utama, Trezor menyederhanakan hal tersebut dengan deklarasi yang jelas namun meyakinkan. Namun, Ledger telah menuai kritik karena kebijakan privasinya yang terpusat.

Untuk itu, dalam aspek ini, Trezor unggul dengan:

  1. Kebijakan privasi yang lebih transparan.
  2. Kebijakan privasi dan strategi pengumpulan datanya lebih sedikit dikritik.

Aksesibilitas Firmware dan Kode Ledger vs. Trezor

Salah satu elemen dari Ledger yang sering terlewat adalah seluruh infrastruktur hardware wallet-nya tidak sepenuhnya bersifat closed-source atau sumber tertutup seperti yang dipikirkan banyak orang. Sebaliknya, firmware Ledger relatif open-source, begitu pula dengan aplikasi-aplikasi pendukungnya.

Dengan cara ini, kode-kode tersebut dapat ditinjau oleh para developer. Namun, chip Secure Element dan software BOLOS proprietary atau bawaannya adalah closed source — aspek yang sebelumnya menimbulkan masalah transparansi.

Sementara itu, Trezor 100% mengikuti pendekatan open source yang memungkinkan kode dan hardware-nya ditinjau oleh hampir siapa saja di internet. Harap dicatat bahwa dengan Trezor yang bersifat open source, maka memungkinkan untuk membangun perangkat lengkap di atas platform Trezor. Hal ini dapat lebih meningkatkan kualitas integrasi pihak ketiga.

Namun, mantan CEO Ledger mengkritik sifat open-source ini, dia menyebutkan bahwa hal ini dapat menjadi sasaran empuk untuk firmware nakal, karena hanya segelintir pengguna open-source yang benar-benar menjalankan, mengompilasi, dan memverifikasi basis kode-kode tersebut.

Kesimpulan

Trezor memimpin dalam pertempuran open-source ini karena pihak yang tertarik dan memiliki pengetahuan teknis dapat membangun hardware wallet fungsionalnya sendiri.

Berikut adalah seluruh perangkat Dev dengan panduan yang jelas jika kamu ingin membangun Trezor wallet kamu sendiri dari awal.

Untuk itu, Trezor unggul dengan:

  1. Pendekatan open-source yang lengkap untuk membangun dan menggunakan hardware wallet.
  2. Tidak ada solusi propietary, sehingga seluruh kodenya dapat diaudit.

Ledger vs. Trezor: Sentimen Sosial

Pada bulan Mei 2023, Ledger jelas kalah dalam segmen ini karena raksasa hardware wallet tersebut menghadapi banyak kritik terkait fitur “recover” baru mereka. Pernyataan di Reddit yang dibuat oleh Eric Larcheveque (Murzika) membuka banyak permasalahan terkait kelemahan aneh dari upgrade recover” ini.

Ledger recover blog: Ledger
Blog “recover” Ledger | Sumber: Situs resmi Ledger

“Menggunakan Recover memberi Anda opsi pemulihan yang mudah dan mengurangi kehilangan cadangan, tetapi aset Anda dapat dibekukan oleh pemerintah (secara teori, saya bukan pengacara, dan saya tidak melihat adanya pendapat hukum tentang hal ini).”

Eric Larchevêque, co-founder Ledger

Dalam hal jumlah pengikut media sosial, Ledger memiliki hampir 585 ribu pengikut. Selain itu, setelah peristiwa baru-baru ini, perusahaan telah memutuskan untuk membuat sistem operasi yang bersifat eksklusif menjadi open-source OS.

Terlebih, CEO Ledger bahkan telah meminta maaf atas miskomunikasi terkait peluncuran produk/jasa – suatu kejadian yang mengejutkan banyak orang. Permintaan maaf publik ini kemungkinan akan membantu meredakan sentimen negatif yang mereka hadapi dalam waktu dekat.

“Pengalaman ini telah membuat [kami] rendah hati. Kami ingin melakukan yang terbaik bagi pelanggan dan komunitas. Setiap orang berbuat kesalahan, namun [yang terpenting adalah] seberapa cepat kita bisa memperbaikinya? Kami siap memberikan jawaban atas pertanyaan dari komunitas.”

Pascal Gauthier, CEO Ledger

Sementara itu, Trezor, yang memiliki hampir 191 ribu pengikut, sedang memanfaatkan krisis PR Ledger, dengan menekankan narasi transparansi melalui akun Twitter mereka.

Kesimpulan

Trezor nampaknya jadi opsi hardware wallet yang lebih aman pada tahun 2023. Apalagi, Ledger juga harus menanggung beban tuduhan iklan yang menyesatkan dan telah menarik lebih banyak sentimen negatif dalam prosesnya.

Untuk itu, dalam kategori sentimen sosial, Trezor memimpin dengan:

  1. Media sosial yang terus berkembang
  2. Tidak ada berita negatif seputar eksistensi mereka di media sosial

Bentuk Fisik Ledger vs. Trezor

Mari kita bahas elemen desain yang terkait dengan Ledger dan Trezor.

Keduanya, Ledger Nano X dan Nano S Plus, dikemas dalam casing plastik dengan bodi berlapis baja yang terkesan halus. Namun, Nano X memiliki dua tombol di bagian depan, yang sebenarnya tidak menambah estetika yang paling menarik pada sebuah hardware wallet. Sementara itu, Ledger wallet pada umumnya terlihat sederhana dengan tampilan yang menyerupai USB.

Di sisi lain, Trezor menggunakan bingkai plastik, bahkan untuk model premium seperti Model T. Jadi, terlepas dari model mana yang kamu pilih, varian Trezor tidak memiliki kesan mewah sebagaimana Ledger wallet.

Kesimpulan

Trezor terlalu mengandalkan bahan plastik, sedangkan Ledger lebih fokus pada kesan elegan dengan bodi logamnya. Namun, Model T dari Trezor memberikan keseimbangan yang sempurna dengan dukungan layar sentuh dan kualitas tombol yang baik.

Alhasil, untuk kategori bentuk fisik, keduanya berakhir seri. Sementara Ledger wallet terlihat menarik, Model T dari Trezor menawarkan antarmuka pengguna yang lebih intuitif. Selain itu, Model T dilengkapi dengan layar yang lebih besar dan menghilangkan tombol untuk penggunaan yang lebih sederhana.

Ledger vs. Trezor: Antarmuka Pengguna

Antarmuka pengguna dari crypto wallet kamu mungkin adalah aspek yang sering diabaikan. Dalam kasus Ledger wallet, Ledger Live menjadi pusat perhatian, diikuti oleh berbagai alat pembelajaran dan penjelasan yang cukup besar sebagai bagian dari Ledger Academy.

Trezor, di sisi lain, menghadirkan Trezor Suite — sebuah repositori khusus untuk dukungan bawaan untuk pertukaran, pemantauan transaksi, dan koleksi sumber daya edukasi yang cukup banyak.

Kesimpulan

Keduanya, baik Ledger maupun Trezor, memiliki antarmuka pengguna yang cukup sederhana, sehingga memudahkan pengguna untuk terlibat dalam dunia kripto. Namun, jika kita perlu memilih, Ledger masih sedikit unggul berkat dukungan berbasis aplikasi dan akademi yang lebih lengkap.

Dengan begitu, Ledger adalah pemenang untuk kategori ini dengan:

  1. Sumber daya edukasi tambahan
  2. Spread alat yang lebih baik yang melibatkan interaksi dengan dApp, marketplace NFT, crypto exchange, dan banyak lagi

Ledger vs. Trezor: Konektivitas Nirkabel

Pertama, tidak banyak orang yang lebih menyukai konektivitas nirkabel pada hardware wallet. Namun, jika kamu tidak menyukai hal ini, maka Ledger’s Nano X adalah salah satu opsi yang lebih baik, karena dilengkapi dengan dukungan Bluetooth. Menurut Ledger, data yang terkait dengan transmisi Bluetooth juga dienkripsi.

Sebaliknya, tak satu pun dari model-model Trezor yang menawarkan dukungan Bluetooth atau bentuk konektivitas nirkabel lainnya.

Kesimpulan

Hanya Ledger, dan itupun hanya Nano X, yang menawarkan dukungan Bluetooth.

Jadi, pada babak ini, Ledger menjadi pemenang karena:

  1. Kemampuan untuk mengelola saldo wallet tanpa koneksi fisik ke PC.
  2. Transmisi data Bluetooth yang terenkripsi.

Ledger vs. Trezor: Masalah Keamanan

ledger vs. trezor wallet security

Ketika melihat ke belakang, pelanggaran keamanan dan kebocoran yang pernah menimpa produsen wallet di masa lalu dapat menjadi indikator ketahanan untuk masa depan. Pada kasus Ledger, kebocoran data pada tahun 2020 menjadi peristiwa terbesar hingga saat ini, di mana hampir 270 ribu pelanggan mengalami kebocoran informasi pribadi mereka. Meskipun begitu, Ledger tetap teguh berpendapat bahwa keamanan wallet dan keadaan aset kripto yang disimpan di dalam solusi penyimpanan offline tidak terkena dampaknya.

Selain itu, perangkat Ledger, atau hardware wallet lainnya yang terhubung ke PC, rentan terhadap serangan Man-in-the-Middle. PC yang terinfeksi dapat mengelabui holder Ledger untuk menandatangani transaksi yang tidak sah. Namun untungnya, hingga saat ini belum ada insiden semacam itu yang terjadi.

Trezor juga pernah mengalami serangan peretasan dan eksploitasi. Pada 2019, dilaporkan adanya serangan ekstraksi seed yang diuji oleh peneliti Ledger. Konsep Passphrase kemudian dihadirkan sebagai respons terhadap serangan tersebut.

Pada tahun 2020, Kraken Security Labs menemukan kerentanan lain di mana penyerang dapat mengekstrak seed phrase dalam waktu kurang dari 15 menit. Trezor menanggapi serangan ini dan menyebutkan bahwa implementasi massal dari ancaman serupa tidak layak, dan penyertaan passphrase dapat mengatasi sebagian besar kemungkinan tersebut.

Kesimpulan

Meskipun Ledger sudah menjadi target kritikan komunitas kripto, namun peretasan dan eksploitasi terhadap Trezor sebenarnya lebih sering terjadi.

Untuk itu, Ledger memenangkan putaran ini karena:

  1. Lebih sedikit kasus pelanggaran keamanan
  2. Penambahan Secure Element menawarkan lapisan keamanan tambahan

Perbandingan Fitur Ledger vs. Trezor

Setelah kita membandingkan dua produsen hardware wallet yang kuat ini, berikut adalah tabel perbandingan singkat untuk referensi kamu:

FiturLedgerTrezor
KeamananChip Secure Element.Sepenuhnya open-source.
Dukungan kriptoMendukung lebih dari 5.500 aset kripto melalui aplikasi Live.Mendukung lebih dari 5.000 aset kripto melalui aplikasi Trezor Suite. 
Staking dan lending langsungBisa staking atau lending aset kripto melalui Ledger Live. Bisa staking aset kripto melalui platform pihak ketiga.
Kemudahan penggunaanSetup mudah.Model Trezor Suite mudah dimengerti dan intuitif.
Keragaman modelLedger Nano S Plus, Ledger Nano X, dan Ledger Stax.Menawarkan Trezor One (model basic) dan Trezor Model T.
KompatibilitasKompatibel dengan berbagai aplikasi pihak ketiga.Tidak ada dukungan iOS. Dukungan Android memungkinkan melalui OTG.
Pencadangan & pemulihanMenggunakan frasa pemulihan 24 kata. Dan menawarkan fitur pengecekan pemulihan.Menggunakan frasa pemulihan 12, 18, atau 24 kata. Fitur passphrase untuk lapisan keamanan tambahan.
ChipsetSecure Element (ST33J2M0 untuk Ledger Nano X, ST31H320 untuk Ledger Nano S) dan non-secure chip (STM32WB55 untuk Nano X, STM32F042 untuk Nano S).Prosesor ARM Cortex-M3. Tidak ada secure chip terpisah.
Daya tahan bateraiLedger Nano X memiliki baterai built-in.Tidak ada baterai pada model Trezor manapun
PrivasiKebijakan privasi standar. Beberapa bit data dapat disimpan selama 5 tahun lebih.Kebijakan standar dengan batas penyimpanan data selama 3 bulan.
Open-sourceHardware Ledger tidak sepenuhnya open-source, tetapi software-nya sepenuhnya open-source.Baik hardware maupun software Trezor bersifat open-source.
DesainDesain ramping dan ringkas.Desainnya ringkas. Trezor One terbuat dari plastik, dan Trezor Model T memiliki kesan premium.
Antarmuka penggunaNavigasi yang sulit karena layarnya yang kecil dan pengoperasian 2 tombol.Trezor Model T memberikan pengalaman perangkat yang lebih baik dengan layar sentuhnya.
Konektivitas nirkabelLedger Nano X mendukung Bluetooth untuk koneksi nirkabel.Tidak memiliki konektivitas nirkabel.

Ledger vs. Trezor: Mana yang Lebih Unggul?

Dalam persaingan antara Ledger vs. Trezor ini, kita membandingkan hardware wallet terkemuka di pasar ini dalam 16 parameter. Dan berdasarkan hasil dari masing-masing segmen, Trezor berhasil keluar sebagai pemenang — mengungguli Ledger dalam sembilan kategori. Meskipun keputusan ini tentu juga bergantung pada preferensi pribadi, disarankan untuk membaca setiap metrik perbandingan tadi secara detail dan memutuskan sendiri mana yang terbaik.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Lebih baik pakai Trezor ataukah Ledger?

Apa kelemahan dari Ledger wallet?

Bisakah saya pindah dari Trezor ke Ledger?

Apakah Trezor cold wallet terbaik?

Apa Ledger bisa diretas?

Apa yang terjadi jika Trezor saya hilang?

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Prioritas kami adalah menyediakan informasi berkualitas tinggi. Kami meluangkan waktu untuk mengidentifikasi, meriset, dan membuat konten edukasi yang sekiranya dapat bermanfaat bagi para pembaca. Kami menerima komisi dari para mitra kami untuk penempatan produk atau jasa mereka dalam artikel kami, supaya kami bisa tetap menjaga standar mutu dan terus memproduksi konten yang luar biasa. Meski demikian, pemberian komisi ini tidak akan memengaruhi proses kami dalam membuat konten yang tidak bias, jujur, dan bermanfaat.

Zummia.jpg
Zummia Fakhriani
Zummia adalah seorang penulis, penerjemah, dan jurnalis dengan spesialisasi pada topik blockchain dan kripto. Ia mengawali sepak terjang di industri kripto sebagai trader kasual sejak 2015. Kemudian, mulai berkiprah sebagai penerjemah profesional di industri sejak 2018 sembari mengenyam tahun ketiganya di program studi Sastra Inggris kala itu. Menyukai topik terkait DeFi, koin privasi, dan web3.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori