Lihat lebih banyak

Pola Candlestick Shooting Star: Cara Baca dan Pakai dalam Trading Crypto

5 mins
Diperbarui oleh Hanum Dewi
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Shooting Star adalah pola candlestick yang terdiri dari satu candle dan, sesuai namanya yang berarti bintang jatuh, bisa menunjukkan sinyal bearish. Salah satu pola dalam analisis teknikal ini sering penentu bagi trader untuk ambil keputusan baik di pasar crypto, saham maupun forex. Baca lebih lanjut untuk memahami pola shooting star candle, cara membaca dan menggunakannya dalam trading crypto.

Trading Crypto di Exchange Terbaik

Beli Crypto Pakai Kartu

Biaya Trading Gratis
Beli Crypto Pakai Kartu
Buka OKX www.okx.com
Aset Crypto 350+
Biaya Trading Gratis (waktu terbatas)
Bonus Ajak Teman hingga $10.000

Beli Crypto dengan Rupiah

Diawasi oleh Bappebti
Beli Crypto dengan Rupiah
Buka Tokocrypto www.tokocrypto.com
Aset Crypto 340+
Biaya Trading 0,1%
Gratis Biaya deposit gratis

Bonus USDT 3200

Trading, Leverage, Earn
Bonus USDT 3200
Buka KuCoin www.kucoin.com
Aset Crypto 700+
Biaya Trading 0,1%
Benefit Fee Diskon 20% dengan KCS

Apa itu Shooting Star Candle?

Shooting star adalah candlestick yang memiliki sumbu atas panjang, sumbuh bawah pendek atau tidak ada, dan tubuh (body) yang kecil. Dengan kata lain, candlestick ini terjadi karena sebuah aset mengalami peningkatan signifikan setelah pembukaan, tetapi lalu turun dan penutupannya dekat dengan level pembukaan tersebut.

Pola yang terdiri dari satu candle ini bentuknya mirip bintang jatuh, dan biasanya muncul setelah sebuah tren naik. Termasuk candle bearish, karena harga aset crypto naik signifikan di awal, tetapi terkena tekanan jual yang membuat harganya turun di dekat level pembukaan.

Dalam dunia trading crypto, pola candlestick tersebut berguna untuk mengidentifikasi potensi pembalikan (reversal) tren dari bullish ke bearish. Artinya, pola ini memberi sinyal bahwa harga aset crypto yang sedang naik kemungkinan akan mengalami penurunan.

Ciri-ciri pola candle shooting star dengan body kecil, sumbu atas panjang dan sumbu bawah tidak ada. Sumber
Ciri-ciri pola candle shooting star dengan body kecil, sumbu atas panjang dan sumbu bawah tidak ada. Sumber

Ciri-ciri dan Cara Membaca Shooting Star

Ciri khas dari shooting star candlestick adalah tubuh candle yang kecil dan sumbu/bayangan atas yang panjang, minimal dua kali lipat daripada body. Tubuh candle kecil menunjukkan ketidakpastian antara pembeli dan penjual, sedangkan bayangan atas yang panjang menunjukkan bahwa harga mencapai tingkat tertinggi yang signifikan selama sesi perdagangan, tetapi kemudian terjadi penolakan dari level tersebut oleh para penjual.

Berikut ringkasan ciri-ciri candle ini

  • Body kecil: bagian tengah candle yang berwarna, bisa merah atau hijau (hitam atau putih jika monokrom), berukuran kecil. Menandakan level penutupan dekat dengan pembukaan, baik ada kenaikan maupun penurunan.
  • Sumbu atas panjang: ukurannya bisa dua kali daripada body, yang menunjukkan tekanan jual kuat pada akhir periode trading
  • Sumbuh bawah pendek atau tidak ada: menandakan kurangnya tekanan beli.
  • Muncul di puncak tren naik: bisa menjadi sinyal potensi pembalikan arah menjadi bearish/turun.

Apa arti shooting star candle?

Dalam konteks trading cryptocurrency, jika shooting star candlestick terjadi setelah periode tren naik yang signifikan, ini bisa menjadi sebagai sinyal kekuatan pembeli telah melemah dan mungkin akan terjadi pembalikan harga.

Bintang jatuh menunjukkan potensi harga sudah capai level tertinggi dan menuju pembalikan. Candle bintang jatuh ini paling efektif bila terbentuk setelah rangkaian tiga atau lebih candlestick naik berturut-turut dengan nilai tertinggi lebih tinggi (higher high). Hal ini juga dapat terjadi selama periode kenaikan harga secara keseluruhan, meskipun beberapa candle terakhir bersifat bearish.

Namun, seperti halnya dengan semua pola candlestick, penting untuk mengkonfirmasi sinyal ini dengan indikator teknis dan analisis tambahan sebelum membuat keputusan trading.

Indikator Trading untuk Konfirmasi

Pola bintang jatuh ini terdiri dari satu candlestick, sehingga bisa mengarah pada pembacaan yang bervariasi. Karena itu, butuh indikator lain dalam analisis teknikal untuk memperkuat sinyal dari pola/chart ini. Beberapa indikator yang dapat trader gunakan untuk konfirmasi pola shooting star adalah:

  1. Indikator Volume: Volume trading yang tinggi pada saat munculnya bintang jatuh menunjukkan tekanan jual yang kuat dan meningkatkan kemungkinan pembalikan tren. Namun, volume rendah dapat mengindikasikan sinyal yang lemah atau palsu.
  2. Moving Average (MA): Perhatikan pergerakan harga di atas atau di bawah garis MA. Shooting star yang muncul di atas MA 200 hari, misalnya, dapat menandakan pembalikan tren jangka panjang yang lebih kuat.
  3. Relative Strength Index (RSI): RSI yang overbought (di atas 70) di saat pola ini muncul dapat memperkuat sinyal bearish. Sementara itu, RSI yang oversold (di bawah 30) dapat mengindikasikan potensi pemantulan harga.
  4. Support dan Resistance: Pola yang muncul di dekat level resistance dapat meningkatkan kemungkinan pembalikan.
  5. Pola Candlestick Lainnya: Kombinasikan shooting star dengan pola candlestick bearish lainnya seperti bearish engulfing atau hanging man untuk konfirmasi yang lebih kuat.

Contoh Shooting Star Candlestick

Untuk memahami pola trading ini, mari kita ambil contoh dari analisis Bitcoin (BTC) jelang halving yang dilakukan Valdrin Tahiri, selaku Senior Analyst di BeinCrypto.

Analisis teknikal dengan time frame mingguan menunjukkan bahwa harga Bitcoin kena penolakan level resistensi retracement Fib 0.618 pada minggu kedua Januari 2024.

Hal ini menciptakan candle shooting star mingguan yang bearish (ikon merah), yang punya sumbu atas sangat panjang. Setelah penolakan, BTC turun di bawah level support retracement Fib 0.5.

Bitcoin (BTC) Price Movement
Grafik pergerakan mingguan BTC/USD. Sumber: TradingView

Pada saat yang sama, indikator RSI masih menunjukkan bearish. Indikator momentum ini mulai turun dan jatuh di bawah 70 setelah sebelumnya bergerak ke wilayah overbought, keduanya merupakan tanda tren bearish.

Perbedaan Shooting Star dan Inverted Hammer

Pola inverted hammer dan shooting star terlihat persis sama. Keduanya memiliki sumbu atas yang panjang dan badan kecil di dekat bagian bawah candle, dengan sedikit atau tanpa sumbu bawah. Perbedaannya adalah konteksnya. “Bintang jatuh” terjadi setelah kenaikan harga dan menandai potensi titik balik untuk turun. Sementara itu, inverted hammer terjadi setelah harga turun dan menandai potensi pembalikan untuk naik.

Beda shooting star dan hammer candlestick. Sumber: Babypips

Strategi Trading dengan Pola Shooting Star

Pertama-tama trader perlu mengidentifikasi adanya pola ini, yaitu, candle dengan body kecil dan sumbu atas panjang di akhir tren naik. Lalu, konfirmasi sinyal ini dengan menggunakan indikator analisis teknikal lainnya seperti volume, moving average atau RSI. Atau, bisa juga cari pola candlestick lainnya.

Ketika sudah menemukan konfirmasi bearish, trader bisa mengambil posisi short dengan entry atau masuk di bagian titik terendah dari candle shooting star. Sementara itu, gunakan level tertinggi dari sumbu atas sebagai batas stop loss.

Cara melakukan strategi trading saat muncul shooting star. Sumber
Cara melakukan strategi trading saat muncul shooting star. Sumber

Selanjutnya, bila benar harga turun, trader bisa mengambil untung (take profit) pada level support sebelumnya, yaitu ketika tren naik mulai sebelum shooting star hadir.

Mulai Trading Crypto di Exchange Terbaik

Kesimpulan

Pola shooting star, sesuai namanya bisa memberikan sinyal bearish setelah beberapa lama tren kenaikan di pasar crypto. Gunakan pola satu candle ini bersama indikator analisis teknikal seperti volume, RSI dan bahkan candlestick lain untuk konfirmasi potensi penurunan.

Pastikan kamu punya trading plan dan kelola risiko untuk mengoptimalkan keuntungan dari melakukan perdagangan crypto. Selalu riset (DYOR) dan gunakan uang dingin yang rela kamu rugi dalam melakukan trading crypto. Happy trading.

Pertanyaan yang sering muncul

Platform kripto terbaik di Indonesia | Februari 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Prioritas kami adalah menyediakan informasi berkualitas tinggi. Kami meluangkan waktu untuk mengidentifikasi, meriset, dan membuat konten edukasi yang sekiranya dapat bermanfaat bagi para pembaca. Kami menerima komisi dari para mitra kami untuk penempatan produk atau jasa mereka dalam artikel kami, supaya kami bisa tetap menjaga standar mutu dan terus memproduksi konten yang luar biasa. Meski demikian, pemberian komisi ini tidak akan memengaruhi proses kami dalam membuat konten yang tidak bias, jujur, dan bermanfaat.

foto-profil-hanum.png
Hanum Dewi
Hanum Dewi adalah seorang penulis dengan spesialisasi pada topik bisnis, keuangan, dan investasi. Dengan latar belakang pendidikan di bidang komunikasi dan pengalaman 8+ tahun di pasar modal, Hanum juga melakukan riset untuk membuat konten yang menarik dan informatif di berbagai topik. Melengkapi kemampuan menulisnya, dia juga selalu mengikuti tren dan perkembangan terbaru di industri cryptocurrency, DeFi, dan web3.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori