Lihat lebih banyak

Binance Berniat Biarkan Klien Institusional Simpan Dana Jaminan Mereka di Bank

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Binance dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk membiarkan beberapa klien institusional menyimpan jaminan perdagangan mereka di bank daripada di platform kripto.
  • Tujuan dari hal ini adalah untuk membantu mengurangi risiko rekanan.
  • Meski begitu, inisiatif ini belum dituntaskan dan semua detailnya masih dapat berubah.
  • promo

Binance dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk membiarkan beberapa klien institusional menyimpan jaminan perdagangan mereka di bank daripada di platform kripto. Tujuan dari hal ini adalah untuk membantu mengurangi risiko rekanan.

Bloomberg pada hari Selasa (30/5) melaporkan bahwa crypto exchange terbesar di dunia itu telah berbicara dengan beberapa pelanggan profesionalnya. Penyiapan ini memungkinkan mereka menggunakan deposito bank sebagai jaminan untuk perdagangan margin di spot market dan derivatives market.

FlowBank, yang berbasis di Swiss, dan Bank Frick, yang berbasis di Liechtenstein, telah disebut sebagai perantara potensial untuk layanan ini.

Dalam satu versi proposal yang telah dibahas Binance, uang tunai para klien di bank akan dikunci melalui perjanjian 3 pihak. Di sisi lain, perjanjian tersebut membuat Binance dapat meminjamkan para klien stablecoin sebagai jaminan untuk perdagangan margin.

Uang tunai yang disimpan di bank, kemudian dapat diinvestasikan dalam reksa dana pasar uang untuk mendapatkan bunga. Bunga ini dinilai dapat membantu mengkompensasi biaya pinjaman kripto dari Binance.

Meski begitu, inisiatif ini belum dituntaskan dan semua detailnya masih dapat berubah.

Turunkan Kekhawatiran Klien Institusional

Sebagai informasi, hal ini dilakukan untuk membuat para trader kripto institusional merasa lebih aman. Sebab, keruntuhan crypto exchange FTX pada November 2022 telah meninggalkan banyak kerugian besar.

Perlu diketahui, crypto exchange selama ini beroperasi secara berbeda dari keuangan tradisional (TradFi). Sebab, mereka tidak hanya memfasilitasi perdagangan, tetapi mereka juga menyimpan aset dalam kustodian, menyelesaikan transaksi, dan menawarkan kredit.

Hal semacam inilah yang dinilai meningkatkan risiko yang meluas jika crypto exchange mengalami kegagalan.

Kabar terbaru ini datang ketika sejumlah centralized crypto exchange (CEX) menghadapi tekanan yang semakin besar dari para klien yang mencari cara untuk menjamin mereka akan terlindungi dari potensi kegagalan di masa depan.

Di sisi lain, jaminan yang aman dan pemisahan aset klien juga telah menjadi fokus proposal peraturan di Asia dan Eropa.

Sementara itu, sejumlah perusahaan konvensional di Amerika Serikat (AS); seperti Nasdaq, BNY Mellon, Fidelity, menawarkan atau mebangun solusi penyimpanan kripto untuk para klien institusional.

Usaha untuk Tingkatkan Volume Perdagangan Kripto

Kini perantara tampaknya secara perlahan-lahan mulai menjadi lebih umum di industri kripto.

Copper, yang menyediakan layanan kustodian kripto, telah mengumumkan pada 3 April lalu bahwa layanan ClearLoop mereka untuk penyelesaian di luar crypto exchange akan diintegrasikan di OKX.

Setelah FTX bangkrut, Binance juga mulai menawarkan solusi kustodian lewat Ceffu. Hal ini memungkinkan para klien institusional dapat menyimpan aset mereka dalam cold wallet terpisah.

Inisiatif terbaru Binance bisa saja untuk kembali menggairahkan market kripto. Sebab, sejak mengakhiri promosi tanpa biaya, pangsa pasar Binance terpantau telah menyusut mulai Maret lalu. Selain itu, para trader mungkin saja lebih khawatir sejak Binance mendapat gugatan dari Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC).

Menurut data CCData, porsi volume perdagangan di spot market Binance turun dari puncak sekitar 63% pada bulan Februari menjadi 44% pada awal Mei. Sedangkan untuk volume perdagangan derivatives market Binance, turun dari 77% pada Maret lalu menjadi 66% pada minggu lalu.

Pada hari Selasa pekan ini, mulai ramai pembahasan tentang Bitcoin dan aset kripto lainnya yang diperdagangkan dengan harga diskon di Binance Australia dibandingkan dengan crypto exchange lain di negara itu.

Hal ini dapat terjadi karena para trader mungkin saja mulai bergegas untuk mencairkan kepemilikan kripto mereka. Sebab, pada 18 Mei lalu, para pengguna Binance Australia mengalami kendala deposit dan penarikan dolar Australia.

Bagaimana pendapat Anda tentang niatan Binance untuk membiarkan para klien institusional mereka menyimpan dana di bank? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024
Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024
Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_14-1.jpg
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di dunia kripto.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori