Lihat lebih banyak

Binance Diperkirakan Bakal Bayar Denda ke Regulator AS

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Binance mengharapkan untuk membayar denda dalam rangka menyelesaikan investigasi dari regulator Amerika Serikat (AS).
  • Pihak Binance mengklaim bahwa mereka telah bekerja sama untuk mengisi celah dalam upaya kepatuhan awal, tetapi masih berharap regulator AS akan mengenakan denda atas perilaku Binance di masa lalu.
  • Adapun Departemen Kehakiman AS (DOJ) dilaporkan telah menyelidiki Binance atas potensi pelanggaran undang-undang anti-pencucian uang (AML) di AS.
  • promo

Binance, crypto exchange dengan volume perdagangan terbesar di dunia, mengharapkan untuk membayar denda moneter dalam rangka menyelesaikan investigasi peraturan dan penegakan hukum dari regulator Amerika Serikat (AS) yang terkait dengan bisnis mereka.

Pada hari Rabu (15/2), WSJ melaporkan bahwa Chief Strategy Officer (CSO) Binance, Patrick Hillmann, mengungkapkan bahwa Binance tumbuh dengan cepat dan dimulai sebagai bisnis yang didukung oleh para software engineer yang tidak terbiasa dengan hukum dan peraturan yang ditulis untuk mengatasi risiko penyuapan dan korupsi, pencucian uang, hingga saksi ekonomi.

Pihak Binance mengklaim bahwa mereka telah bekerja sama untuk mengisi celah dalam upaya kepatuhan awal, tetapi masih berharap regulator AS akan mengenakan denda atas perilaku Binance di masa lalu.

Binance disebut sedang bekerja dengan regulator AS untuk mencari tahu perbaikan apa yang harus mereka lalui sekarang demi dapat menebusnya.

“[Hasilnya akan] kemungkinan denda, [atau] bisa lebih. Kami tidak tahu. Itu bagian regulator yang memutuskan,” jelas CSO Binance.

Regulator AS yang Diperkirakan Menarget Binance

Ilustrasi sentimen negatif bagi Binance | BeInCrypto

Adapun Departemen Kehakiman AS (DOJ) dilaporkan telah menyelidiki Binance atas potensi pelanggaran undang-undang anti-pencucian uang (AML) di Amerika Serikat.

Sementara itu, Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) telah menyelidiki apakah Binance menawarkan produk derivatif aset kripto kepada masyarakat Amerika Serikat tanpa mendaftarkan aktivitas tersebut dengan benar ke CFTC.

Binance tidak bisa memperkirakan ukuran denda atau kapan crypto exchange itu mungkin mencapai resolusi dengan regulator AS. Namun, mereka sangat percaya diri dan merasa sangat baik tentang ke mana arah diskusi itu.

“Ini akan menjadi momen yang baik bagi perusahaan kami karena memungkinkan kami melupakannya,” jelas CSO Binance.

Sejumlah Perusahaan Kripto Jadi Incaran Regulator Negeri Paman Sam

Pihak Binance mengaku masih membingungkan untuk memahami bagaimana regulator AS ingin mengawasi market kripto.

CSO Binance turut mengomentari tentang aktivitas penegakan terbaru SEC terhadap dunia kripto, “Akan memiliki ‘efek dingin’ yang sangat dalam dan tahan lama di AS.”

Sebelumnya, pada Jumat (10/2) pekan lalu, crypto exchange Kraken memutuskan akan segera mengakhiri program crypto staking mereka bagi pelanggan di AS. Selain itu, Kraken membayar US$30 juta (Rp454,35 miliar) untuk menyelesaikan tuduhan yang dilayangkan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) bahwa produk itu melanggar aturan yang ada.

Dalam perkembangan terbaru tindakan yang lebih keras dari regulator AS terhadap dunia kripto, Paxos Trust pada awal pekan ini diarahkan oleh Departemen Layanan Keuangan Negara Bagian New York (NYDFS) untuk menghentikan pencetakan stablecoin Binance USD (BUSD) baru. Adapun BUSD diterbitkan oleh Paxos dalam kemitraan dengan crypto exchange Binance sejak Juli 2019.

Terkait hal itu, Changpeng ‘CZ’ Zhao akhirnya angkat suara. Dalam pernyataan terbarunya, pendiri dan CEO Binance itu kembali menggemakan bahwa BUSD diterbitkan dan ditebus oleh Paxos.

Dia mengaku bahwa Binance akan terus mendukung BUSD di masa mendatang. Meski begitu, CZ tidak menutup kemungkinan untuk beralih ke stablecoin lainnya.

“Kami memperkirakan pengguna bermigrasi ke stablecoin lain dari waktu ke waktu. Kami akan membuat penyesuaian produk. Misalnya, menjauh dari penggunaan BUSD sebagai trading pair untuk aktivitas trading sejumlah aset kripto dan lain sebagainya,” tutur CZ.

Terkait kasus yang mungkin ada kaitannya dengan BUSD, muncul laporan dari Bloomberg bahwa Circle mengeluarkan keluhan kepada NYDFS pada tahun 2022 tentang dugaan bahwa Binance tidak menyimpan cadangan yang cukup untuk sejumlah token kripto yang mereka terbitkan.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_14-1.jpg
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di dunia kripto.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori