Bitdeer Siapkan US$250 Juta untuk Cari Penambang Kripto yang Sekarat

Diperbarui oleh Lynn Wang
Ringkasan
  • Memanfaatkan momentum bear market, Bitdeer berniat mengakselerasi bisnisnya lewat jalur anorganik.
  • Mereka bertekad mengambil alih aset perusahaan penambang kripto yang sekarat untuk memperbesar bisnis.
  • Untuk memuluskan ambisinya, Bitdeer akan menyiapkan dana sekitar US$250 juta atau lebih dari Rp3 triliun.

Memanfaatkan momentum bear market, Bitdeer Technology Holdings, sebuah perusahaan penyedia cloud computing untuk penambang kripto, berniat mengakselerasi bisnisnya lewat jalur anorganik. Mereka bertekad mengambil alih aset perusahaan penambang kripto yang sekarat untuk memperbesar ukuran bisnis.

Hancurnya harga market kripto global membuat banyak perusahaan penambang kripto akhirnya harus menderita rugi dalam jumlah jumbo atau bahkan gulung tikar lantaran tidak dapat mengimbangi besarnya biaya operasional dengan keuntungan penjualan kripto.

Berdasarkan data CoinMarketCap, harga Bitcoin yang menjadi salah satu idola bagi para penambang kripto sudah ambruk 58,59% secara tahun berjalan atau year-to-date (YTD). Sementara itu, penurunan harga Ethereum lebih tajam lagi yang mencapai 64,45% secara YTD.

Hal ini membuat para penambang kripto akhirnya harus tertatih-tatih untuk bisa menjalankan bisnisnya sepanjang tahun ini. Melihat hal ini, Bitdeer yang dimiliki oleh taipan asal Cina, Jihan Wu, berniat untuk mengakuisisi rig penambang kripto dari perusahaan yang sekarat.

Untuk memuluskan ambisinya, Bitdeer akan menyiapkan dana sekitar US$250 juta atau lebih dari Rp3 triliun yang berasal dari beberapa sumber. Pada tahap awal, perusahaan telah menginjeksikan modal senilai US$50 juta yang masuk dalam investasi tingkat junior.

Dalam fase ini, dana itu akan digunakan untuk menanggung kerugian terberat. Sementara sisa US$200 juta lainnya akan dihimpun dari berbagai investor termasuk family office, venture capital (CV), alternative fund, dan juga dari perusahaan penambang kripto.

Terkait hal ini, Chief Executive Officer (CEO) Bitdeer Technology, Matt Kong, mengatakan bahwa dengan cara seperti ini, pihaknya bisa mendapatkan mesin penambang yang lebih murah untuk kemudian mengoperasikannya di fasilitas penambang kripto milik mereka sendiri.

“Kami akan mengunakan perjanjian pembelian daya yang stabil dan hemat biaya,” jelas Matt Kong.

Tingkat Kesulitan Penambangan Bitcoin Turun

Beberapa perusahaan penambang kripto melaporkan rapor merah dalam kinerja keuangan mereka. Misalnya seperti Greenidge Generation Holdings yang harus rela menderita rugi sebesar US$107,9 juta pada kuarta II/2022 dan harus mennunda rencana ekspansinya ke wilayah Texas, Amerika Serikat (AS).

Selain itu, ada juga Core Scientific, Marathon Digital Holdings, dan Riot Blockchain yang jika ditotal membukukan kerugian lebih dari US$1 miliar pada kuarta II/2022. Hal tersebut memperlihatkan bahwa crypto winter memang benar-benar memberikan pukulan nyata.

Namun, jika melihat data BTC.com, prospek bisnis penambangan kripto, khususnya Bitcoin dalam beberapa waktu ke depan, sepertinya akan mulai berubah ke arah yang lebih baik. Pasalnya, tingkat kesulitan penambangan Bitcoin sudah lebih rendah dari posisi 2 minggu lalu yang mencapai all-time-high (ATH). Tingkat kesulitan penambangan Bitcoin turun menjadi 31,36 triliun di ketinggian 756 ribu blok dari posisi pada 14 September yang mencapai 32,04 triliun di ketinggian 753,98 ribu blok.

Adanya penyesuaian dari tingkat kesulitan penambangan Bitcoin berdampak pada tingkat hashrate yang digunakan untuk menambang. Adapun rata-rata hashrate Bitcoin saat ini berada pada kisaran 224,41 EH/s, naik dari posisi sebelumnya yang berada di level 229,39 EH/s.

Bear Market Untungkan Penambang Kripto yang Efisien

Meskipun banyak perusahaan penambang kripto yang terkapar akibat ambruknya harga kripto, tetapi hal itu tidak berlaku bagi perusahaan yang mengedepankan efisiensi dalam operasional mereka.

Beberapa analis berpandangan bahwa penambang Bitcoin yang paling efisien masih bisa menghasilkan keuntungan yang signifikan pada rig mereka. Hal itu dikarenakan penurunan harga BTC tetap dapat terkompensasi dari rendahnya biaya penambangan.

“Sebagian besar perusahaan penambang yang memiliki armada relatif baru, tetap dapat menguntungkan dengan harga BTC yang jauh lebih rendah daripada level saat ini,” jelas seorang analis.

Hal yang menjadi faktor pembeda adalah model penambangan yang dilakukan mereka. Di samping itu, adanya penurunan harga juga ikut membantu membersihkan pasar dari penambang yang paling tidak efisien dan memungkinkan para pemimpin industri ini meningkatkan pangsa pasar mereka.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.