Genesis Tuduh Roger Ver ‘Bitcoin Jesus’ Gagal Selesaikan Perdagangan Opsi Kripto Senilai US$20,9 Juta

25 Januari 2023, 17:01 WIB
Diperbarui oleh Lynn Wang
26 Januari 2023, 00:52 WIB
Ringkasan
  • Sebuah unit Genesis Global mengklaim bahwa Roger Ver ternyata gagal menyelesaikan perdagangan opsi kripto.
  • Adapun jumlah nilai yang akan ditentukan di persidangan terkait hal itu nilainya tidak kurang dari US$20,9 juta.
  • Roger Ver diberi waktu total 20 hari untuk menjawab panggilan tersebut.

Sebuah unit Genesis Global, pemberi pinjaman kripto yang telah mengajukan kebangkrutan, mengklaim bahwa Roger Ver, yang memiliki julukan Bitcoin Jesus, ternyata gagal menyelesaikan perdagangan crypto options atau opsi kripto.

Tuduhan terhadap sosok yang mendukung Bitcoin Cash (BCH) itu termuat dalam dokumen yang diajukan GGC International Ltd. pada hari Senin (23/1) ke Mahkamah Agung Negara Bagian New York, Manhattan, Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan berkas pengadilan, GGC International mencari kerugian uang atas kegagalan Roger Ver untuk menyelesaikan transaksi opsi kripto yang berakhir pada 30 Desember 2022. Adapun jumlah nilai yang akan ditentukan di persidangan terkait hal itu nilainya tidak kurang dari US$20,9 juta.

Roger Ver diberi waktu total 20 hari untuk menjawab panggilan tersebut. Jika dia gagal menjawab dalam jangka waktu yang telah ditentukan, maka Bitcoin Jesus akan diwajibkan untuk membayar jumlah total secara default atau gagal bayar.

Menurut penjelasan situs web Genesis, GGC International adalah perusahaan berbasis di British Virgin Islands (BVI), yang dimiliki sepenuhnya oleh Genesis Bermuda Holdco Ltd, yang melakukan aktivitas perdagangan spot dan eksposur hedge fund atau lindung nilai dengan derivatif aset kripto.

Sementara itu, Genesis Bermuda Holdco Ltd. pada gilirannya adalah unit dari Genesis Global Holdco LLC, yang merupakan salah satu dari 3 entitas yang termasuk dalam mengajukan kebangkrutan Genesis pada 20 Januari lalu.

Juga Punya Masalah dengan CoinFLEX

Pada tahun 2022, Roger Ver sebenarnya juga sempat menjadi pembahasan mengenai tuduhan gagal bayar utang.

CEO CoinFLEX, Mark Lamb, mengklaim bahwa Roger Ver berutang US$47 juta kepada crypto yield platform itu dan terikat dengan kontrak tertulis. Pada 28 Juni, Roger Ver membantah klaim itu tanpa menyebut konteks persoalannya dengan CoinFELX secara langsung.

Karena hal itu, CoinFLEX pada Agustus 2022 memberi tahu bahwa mereka akhirnya mengajukan restrukturisasi di pengadilan Seychelles. Alasan yang mereka gunakan melakukan restrukturisasi adalah ‘berusaha untuk menyelesaikan masalah keuangan’ yang dipicu oleh rekanan yang gagal melakukan margin call.

Roger Ver Hanya Menambah Masalah Genesis

Sementara itu, walau Genesis telah mengajukan perlindungan kebangkrutan, kreditur Genesis dalam kesempatan berbeda pada hari Senin kemarin mengajukan gugatan class action sekuritas terhadap perusahaan induk utama Genesis, yaitu Digital Currency Group (DCG), serta pendiri dan CEO DCG, Barry Silbert.

Para kreditur menuduh bahwa DCG melanggar undang-undang (UU) sekuritas federal AS karena menawarkan produk sekuritas (efek) yang tidak terdaftar.

Menariknya, pengacara Genesis pada hari Senin mengatakan dalam pengadilan kebangkrutan bahwa pihaknya optimis perusahaan itu dapat menyelesaikan perselisihan dengan kreditur paling cepat minggu ini dan dapat keluar dari proses kebangkrutan Bab 11 pada akhir Mei 2023.

Di sisi lain, akun Twitter Andrew (@AP_Abacus), yang fokus membahas kasus Genesis, pada hari Rabu (25/1) mengatakan bahwa inilah sebabnya, merujuk pada kasus Genesis dengan Roger Ver, mengapa Presiden crypto exchange Gemini, Cameron Winklevoss, tidak bersorak ketika Genesis dinyatakan bangkrut.

“Ini [kasus Genesis dengan Roger Ver] akan menjadi lebih buruk,” tulis akun Twitter @AP_Abacus.

Sebagai pengingat, berselang beberapa saat setelah Genesis mengajukan perlindungan kebangkrutan, Presiden Gemini mengancam akan menuntut Barry Silbert dan DCG.

“Kami telah bersiap untuk mengambil tindakan hukum langsung terhadap Barry, DCG, dan pihak lainnya yang berbagi tanggung jawab atas penipuan yang telah merugikan lebih dari 340.000 pengguna Gemini Earn dan [korban] lainnya yang tertipu oleh Genesis dan antek-anteknya,” ungkap Cameron Winklevoss.

Pihak Cameron akan segera mengajukan tuntutan hukum terhadap Barry Silbert dan DCG, kecuali mereka sadar dan membuat penawaran yang adil kepada para kreditur.

Genesis saat ini ditaksir berutang lebih dari US$3,6 miliar kepada para kreditur utamanya. Hal itu termasuk bertanggung jawab untuk mencari solusi atas dana pelanggan Gemini Earn yang terperangkap sekitar US$765 juta hingga US$900 juta.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.