Lihat lebih banyak

Harga Bitcoin (BTC) Diprediksi Tembus US$70.000 pada Akhir Tahun 2024

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Markus Thielen dari 10X Research memperkirakan harga Bitcoin (BTC) akan mencapai hingga US$70.000 pada akhir tahun 2024.
  • Menurut Markus Thielen, ada beberapa faktor yang dapat mendorong kenaikan harga Bitcoin. Salah satunya adalah kondisi makro ekonomi dan peningkatan permintaan secara bertahap dari investor TradFi yang mengalokasikan dana ke ETF Bitcoin spot.
  • Mundur pada 8 Januari lalu, Standard Chartered mengeluarkan prediksi yang menyebut harga Bitcoin akan mencapai sekitar US$200.000 pada akhir tahun 2025.
  • promo

Harga Bitcoin (BTC) diperkirakan akan mencapai hingga US$70.000 atau sekitar Rp1,1 miliar pada akhir tahun 2024.

Informasi itu disampaikan oleh Markus Thielen dari 10X Research. Perlu diketahui, sosok ini pula yang sempat menyebut ada potensi semua exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot tidak akan disetujui oleh Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) Amerika Serikat (AS) pada bulan Januari lalu.

Terlepas dari ketidakakuratan prediksinya pada bulan Januari lalu, satu tahun lalu, ketika harga Bitcoin masih berada di level US$22.500, Markus Thielen secara akurat memperkirakan bahwa BTC akan naik menjadi US$45.000 pada akhir tahun 2023.

Dalam analisis terbarunya, Markus Thielen menjelaskan sejumlah faktor yang membuat harga BTC ke level US$70.000 tampak masuk akal.

Sentimen Pendorong Harga Bitcoin menurut Markus Thielen

Menurut Markus Thielen, faktor yang dapat mendorong kenaikan harga Bitcoin termasuk oleh kondisi makro ekonomi, penurunan moneter, siklus pemilih umum (pemilu) AS, dan peningkatan permintaan secara bertahap dari investor keuangan tradisional (TradFi) yang mengalokasikan dana ke ETF Bitcoin spot.

Mengenai pergerakan harga BTC yang dinilai cenderung lambat pada awal tahun 2024 ini, Markus Thielen mencatat bahwa meskipun Bitcoin telah menguat dalam 10 dari 13 tahun keberadaannya, keuntungan di bulan Januari lebih beragam, dengan hanya 7 tahun naik dibandingkan 6 tahun turun.

“Sementara bank sentral AS [Federal Reserve / The Fed] telah menunda penurunan suku bunga pertama (mungkin pada) bulan Mei atau Juni; inflasi semakin rendah, dan pertumbuhan tetap bertahan,” catat Markus Thielen.

Dia juga memperhatikan siklus pemilihan presiden (pilpres) AS yang bertepatan dengan tahun Bitcoin Halving yang bersifat bullish untuk harga BTC. Bitcoin halving yang diperkirakan akan terjadi pada sekitar bulan April mendatang, mengacu pada pengurangan separuh imbalan bagi para miner yang berhasil menambahkan blok baru ke blockchain Bitcoin. Sementara itu, pilpres AS akan dilaksanakan pada 5 November mendatang.

Menurut data historis ketika terjadi Bitcoin halving, harga BTC naik 152% pada 2012, naik 121% pada 2016, dan naik 302% pada 2020, atau rata-rata naik 192%.

Standard Chartered: Bitcoin Bisa Tembus US$200.000 di Akhir 2025

Mundur pada 8 Januari lalu, Standard Chartered mengeluarkan prediksi yang menyebut harga Bitcoin akan mencapai sekitar US$200.000 pada akhir tahun 2025.

Geoffrey Kendrick, Kepala Penelitian Keuangan Standard Chartered, mengatakan bahwa, “Jika arus masuk (inflows) terkait ETF Bitcoin spot terwujud seperti yang kami perkirakan, kami pikir tingkat arus masuk yang mendekati [harga] US$200.000 pada akhir tahun 2025 mungkin terjadi.”

Dia mengatakan bahwa prediksi tahun 2025 konsisten dengan perkiraan mereka sebelumnya yang memperkirakan harga Bitcoin mencapai sekitar US$100.000 pada akhir tahun 2024.

Pernyataan Standard Chartered mengutip perbandingan dengan data historis ETF emas. Mereka melihat kenaikan harga terjadi lebih cepat pada Bitcoin dibandingkan emas, karena ETF Bitcoin spot matang lebih cepat.

CEO ARK Invest: Investor Mulai Berpindah dari Emas ke Bitcoin

Dalam kesempatan berbeda, Cathie Wood, CEO ARK Invest, mengatakan bahwa para investor mulai berpindah dari emas ke Bitcoin setelah peluncuran ETF Bitcoin spot.

Mengutip pernyataannya di channel YouTube ARK Invest yang tayang pada hari Minggu (4/2) kemarin, Cathie Wood mengatakan, “Dibandingkan dengan emas, Bitcoin telah meningkat.”

Dia melihat saat ini ada substitusi ke Bitcoin. ARK Invest menilai hal itu akan terus berlanjut karena ada cara yang lebih mudah untuk mengakses Bitcoin.

ARK bersama 21Shares adalah salah satu penerbit ETF Bitcoin spot di AS lewat produk investasi bernama ARKB, yang saat ini memiliki aset sekitar US$705,8 juta.

Cathie Wood berharap Bitcoin dapat membuktikan dirinya sebagai aset bebas risiko seperti emas ketika sektor perbankan menunjukkan tanda-tanda pelemahan.

Menyoroti krisis bank regional AS pada Maret 2023, CEO ARK invest itu mengenang harga Bitcoin yang bereaksi dengan kenaikan hampir sekitar 40%.

Bagaimana pendapat Anda tentang kemungkinan harga Bitcoin mencapai US$70.000 akhir tahun 2024 nanti? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Mei 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_14-1.jpg
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di dunia kripto.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori