Lihat lebih banyak

Bursa Efek Hong Kong Luncurkan Platform Settlement Berbasis Smart Contract

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Bursa Efek Hong Kong (HKEX) melakukan upgrade pada sistem Stock Connect mereka dengan memanfaatkan teknologi blockchain dan smart contract.
  • Upgrade bernama HKEX Synapse itu akan membantu melaksanakan alur kerja pasca perdagangan, meningkatkan efisiensi operasional dan transparansi, sekaligus mengurangi risiko settlement.
  • HKEX Synapse sendiri dijadwalkan akan diluncurkan di Hong Kong pada 9 Oktober mendatang.
  • promo

Sistem Stock Connect di Bursa Efek Hong Kong (HKEX), yang menghubungkan pasar saham Hong Kong dengan pasar saham Cina daratan, kini mendapat upgrade berkat teknologi blockchain dan smart contract.

Dalam pernyataan pada hari Rabu (4/10), Stock Connect akan mengandalkan smart contract untuk membantu melaksanakan alur kerja pasca perdagangan, meningkatkan efisiensi operasional dan transparansi, sekaligus mengurangi risiko penyelesaian (settlement) melalui upgrade bernama HKEX Synapse.

Sebagai informasi, omset harian rata-rata Stock Connect mencapai sekitar US$15,3 miliar pada paruh pertama tahun 2023. Capaian itu naik sekitar 5% dari tahun sebelumnya, dan meningkat 50% dari level tahun 2020.

Adapun HKEX Synapse dijadwalkan akan diluncurkan di Hong Kong pada 9 Oktober mendatang.

Para manajer aset, broker, kustodian, dan peserta kliring disebut akan mendapatkan keuntungan dari sinkronisasi data real-time dan peningkatan skalabilitas, serta membantu menangani pertumbuhan volume perdagangan.

HKEX Synapse diklaim mampu secara bersamaan membuat instruksi penyelesaian untuk semua pihak di sepanjang rantai penyelesaian; memfasilitasi pemrosesan secara bersamaan, sekaligus memberikan update status hampir seketika kepada semua pihak yang terlibat dalam perdagangan. Aspek-aspek ini dinilai penting ketika menghubungkan para trader di 2 market yang berbeda.

HKEX Terbuka dengan Perkembangan Teknologi Baru

Kripto Blockchain Web3 Hong Kong

Terkait kabar terbaru ini, Glenda So, Head of Emerging Business & FIC di HKEX Group, mengatakan bahwa pihaknya sangat gembira meluncurkan HKEX Synapse yang akan mendukung fase berikutnya untuk partisipasi internasional di market ekuitas Cina daratan.

Platform ini disebut tidak hanya akan meningkatkan efisiensi pasca-perdagangan, tetapi seiring berjalannya waktu, akan membangun ekosistem yang lebih baik dan lebih kuat, mendukung pertumbuhan market dan strategi pertumbuhan investor.

“Kami sangat bangga memperkenalkan Synapse ke market kami, dan kami berharap dapat terus memanfaatkan teknologi baru yang bermanfaat bagi market dan pelanggan kami di masa depan,” jelas perwakilan dari HKEX Group itu.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa bursa efek Hong Kong terbuka dengan adopsi teknologi yang ada di dunia kripto, seperti blockchain hingga smart contract.

Perlu diketahui, Bursa Sekuritas Australia (ASX) pada November 2022 telah disarankan untuk mengadopsi teknologi blockchain demi menggantikan sistem penyelesaian mereka yang disebut CHESS. Tujuannya untuk meningkatkan operasi kliring dan penyelesaian mereka.

Maju pada 4 September lalu, London Stock Exchange (LSE) Group mengaku berniat untuk menyediakan tempat perdagangan bertenaga blockchain untuk aset keuangan tradisional (TradFi).

Profil Teknologi yang Digunakan HKEX Synapse

Terkait teknologi yang mendukungnya, HKEX Synapse menggunakan bahasa smart contract open-source Daml, yang dapat menyinkronkan data di seluruh blockchain dan database terpusat.

Adapun Daml dikembangkan oleh Digital Asset, yang mendapat investasi dari Goldman Sachs, JPMorgan, hingga IBM.

Pada 9 Mei lalu, sekelompok raksasa perusahaan konvensional mengumumkan bahwa mereka bergabung dengan sistem blockchain baru bernama Canton Network.

Proyek blockchain ini bertujuan untuk menghubungkan aplikasi institusional yang berbeda. Hal ini dinilai berpotensi mendorong adopsi yang lebih luas dari teknologi distributed ledger (DLT) di pasar keuangan.

Para partisipan di Canton Network, yang disebut mulai melakukan uji coba beberapa fitur pada bulan Juli lalu, mengatakan bahwa sistem tersebut menawarkan privasi dan kontrol yang lebih baik daripada yang tersedia saat ini. Pada saat yang sama, hal itu dinilai akan mencapai skala dan standar yang sesuai untuk lembaga keuangan.

Sudah ada sekitar 30 perusahaan yang berpartisipasi dalam proyek ini termasuk Goldman Sachs, Microsoft, Deloitte, BNP Paribas, Digital Asset, ASX, Broadridge, Deutsche Börse Group, Cboe Global Markets, Cumberland, Moody’s, Paxos, DRW, Capgemini, hingga SBI Digital Asset Holdings.

Jaringan ini akan menyatukan aplikasi blockchain yang dibuat menggunakan Daml, bahasa smart contract yang dikembangkan oleh Digital Asset.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Februari 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_14-1.jpg
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di dunia kripto.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori