Lihat lebih banyak

Ingin Perkuat Unit Kepatuhan, Robinhood Buka Lowongan untuk Posisi Sanctions Investigator

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Robinhood dilaporkan ingin mempekerjakan sanctions investigator untuk unit kepatuhan kejahatan keuangan mereka.
  • Perekrutan ini dapat dikaitkan dengan kepatuhan yang terkait dengan produk self-custody crypto wallet mereka, yaitu Robinhood Wallet.
  • Pengumuman lowongan kerja ini muncul setelah Robinhood terkena sanksi sebesar US$30 juta atas kegagalannya mempertahankan kepatuhan terhadap aturan BSA dan AML.
  • promo

Robinhood, platform investasi saham dan kripto, dilaporkan ingin mempekerjakan sanctions investigator atau penyelidik sanksi untuk unit kepatuhan kejahatan keuangan mereka.

Perekrutan ini dapat dikaitkan dengan kepatuhan yang terkait dengan produk self-custody crypto wallet mereka, yaitu Robinhood Wallet. Menurut rencana, produk tersebut akan akan dirilis secara resmi dalam beberapa bulan mendatang.

Robinhood Wallet merupakan aplikasi mandiri dari aplikasi utama Robinhood yang telah tersedia di Apple Store dalam versi beta. Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk melakukan trading atau menukar kripto tanpa biaya jaringan.

Posisi lowongan pekerjaan yang dibuka Robinhood membutuhkan dua tahun lebih pengalaman kerja dalam investigasi kejahatan keuangan, dan satu tahun lebih untuk pengalaman dalam menyelidiki transaksi kripto. Meskipun tidak diwajibkan, pengalaman yang ditimba dari Chainalysis juga dapat menjadi pertimbangan.

Kandidat penyelidik sanksi yang sedang dicari Robinhood akan mengelola semua aspek penyelidikan termasuk analisis mendalam terhadap sumber data internal dan eksternal. Adapun penyelidik sanksi memiliki sejumlah tanggung jawab, termasuk:

  • Meninjau dan menganalisis peringatan potensi kecocokan pelanggan Robinhood dengan pihak yang ditolak.
  • Mengelola proses investigasi dari deteksi awal hingga disposisi dan pelaporan.
  • Anotasi temuan memberikan bukti petunjuk dan keputusan akhir.
  • Mengeskalasi kecocokan apa pun yang tidak dapat diselesaikan ke manajemen investigasi sanksi.
  • Meningkatkan kecocokan positif yang sebenarnya ke kantor sanksi AS.

Mencuatnya kabar bahwa Robinhood ingin memperluas tim kepatuhannya dengan fokus pada kripto tidak mengejutkan mengingat tantangan masa lalu mereka di bidang ini. Pasalnya, Robinhood Crypto telah didenda US$30 juta oleh regulator keuangan Amerika Serikat (AS) pada awal Agustus lalu. Denda ini dijatuhkan atas kegagalan signifikan Robinhood termasuk dalam mempertahankan tindakan kerahasiaan bank (BSA) dan anti-pencucian uang (AML).

Robinhood Bersiap Luncurkan Crypto Wallet

Sebelumnya pada 27 September lalu, Robinhood mengumumkan bahwa pengujian crypto wallet mereka telah tersedia untuk 10 ribu pelanggan dari daftar tunggu (waitlist). Polygon menjadi jaringan pertama yang didukung dalam Robinhood Wallet.

Pihak Robinhood mengklaim bahwa mereka telah memiliki lebih dari 1 juta pengguna dalam waitlist. Sebagai pengingat, pengumuman inisiatif crypto wallet Robinhood disampaikan pada Mei lalu dan sejak saat itu mereka mulai membuka waitlist.

Terkait kabar ini, Chief Technology Officer (CTO) Robinhood Crypto, Johann Kerbrat, mengatakan, “Seperti yang kami lakukan dengan pasar saham, Robinhood Wallet menghilangkan beberapa kompleksitas web3 dan keuangan terdesentralisasi (DeFi) untuk membuat kripto lebih mudah diakses oleh semua orang.”

Stablecoin USD Coin (USDC), yang diterbitkan Circle, akan menjadi token kripto fiat representatif utama selama periode beta crypto wallet Robinhood. Selama periode beta, ada 25 hingga 30 kripto yang tersedia di Robinhood Wallet.

Setelah periode beta selesai, non-fungible token (NFT) akan ditambahkan ke crypto wallet Robinhood. Konon, Robinhood Wallet akan menawarkan lebih banyak pilihan kripto daripada platform utama Robinhood.

Dalam Bayang-Bayang Rumor Diakuisisi FTX

Serangkaian aksi terbaru Robinhood datang ditengah beredarnya rumor bahwa crypto exchange FTX yang dipimpin Sam Bankman-Fried (SBF) berminat untuk mengakuisisi perusahaan publik yang dipimpin oleh Vlad Tenev itu.

Mundur pada Juni lalu, Bloomberg melaporkan bahwa FTX mencoba untuk membeli Robinhood. Meskipun SBF memiliki 7,6% saham di sana sejak Mei 2022, mereka telah membantah adanya diskusi aktif yang sedang berlangsung.

Pada September lalu, FTX dilaporkan sedang dalam pembicaraan dengan para investor untuk mengumpulkan pendanaan baru hingga US$1 miliar yang akan menjaga valuasi perusahaan di sekitar US$32 miliar.

Informasi ini dilaporkan oleh CNBC pada 21 September mengutip dari orang-orang yang mengetahui persoalan tersebut. Negosiasi sedang berlangsung dan persyaratannya bisa berubah, kata sumber tersebut yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, karena pembicaraan itu bersifat rahasia.

Sebelumnya pada 16 September lalu, ada pula laporan yang menyebutkan bahwa FTX ingin mengumpulkan pendanaan terbaru untuk mendanai aksi akuisisinya. FTX sedang mengevaluasi beberapa kandidiat yang beberapa di antaranya adalah perusahaan yang mengoperasikan platform perdagangan ritel. Negosiasi sedang dalam tahap awal. Jika pembicaraan akuisisi gagal, kemungkinan kecil FTX akan mengumpulkan pendanaan dari para investornya.

Sejumlah modal baru itu disebut-sebut akan digunakan untuk mendorong lebih banyak pembuatan kesepakatan seperti investasi atau akuisisi. Setelah Voyager, konon target FTX berikutnya adalah BlockFi, Bithumb, hingga Robinhood.

Bagaimana pendapat Anda tentang pengumuman lowongan kerja dari Robinhood untuk posisi sanctions investigator ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_14-1.jpg
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di dunia kripto.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori