Lihat lebih banyak

Anggota DPR AS Serukan Gary Gensler Dipecat! Ternyata Ini Alasannya

4 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Anggota DPR Amerika Serikat (AS) mengkritik Gary Gensler, Ketua SEC, atas penanganannya agensinya terhadap industri kripto.
  • Hal itu terutama menyangkut kurangnya kejelasan mengenai apakah aset kripto Ether (ETH) adalah produk sekuritas (efek) atau komoditas.
  • Warren Davidson, anggota DPR dari Partai Republik, menyerukan agar Gary Gensler dicopot dari jabatannya sebagai Ketua dan agar SEC direstrukturisasi.
  • promo

Anggota DPR Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik mengkritik Gary Gensler, yang merupakan Ketua Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), atas penanganannya agensinya terhadap industri kripto.

Hal itu terutama menyangkut kurangnya kejelasan mengenai apakah aset kripto Ether (ETH) adalah produk sekuritas (efek) atau komoditas. Selain itu, mereka juga menyoroti regulasi stablecoin dan penanganan crypto exchange FTX oleh SEC.

Aset digital adalah salah satu dari topik dalam sidang pengawasan terhadap SEC yang berlangsung pada hari Selasa (18/4). Tampil di hadapan Komite Jasa Keuangan DPR AS, Gary Gensler menghadapi kritik sejak awal sidang dimulai.

Hal itu terjadi ketika dalam sidang, Ketua Komite Jasa Keuangan DPR AS, Patrick McHenry, bertanya tentang apakah sang Ketua SEC memandang ETH sebagai sekuritas.

Gary Gensler lantas menanggapi dengan pernyataan sebelumnya tentang jumlah proyek dan token aset digital yang melanggar undang-undang (UU) sekuritas.

“Saya belum pernah melihat bidang [industri kripto] yang begitu tidak mematuhi UU yang ditulis oleh Kongres AS dan ditegaskan berulang kali oleh pengadilan. Kita berbicara dengan perusahaan kripto tentang token dan bagaimana mereka dapat mendaftarkan [diri],” kata Gary Gensler.

Patrick McHenry lalu mulai jengkel dengan Gary Gensler, setelah berulang kali mencoba membuatnya mempertimbangkan apakah ETH adalah sekuritas atau komoditas.

“Beri saya waktu istirahat, ayolah. Ada ketidakjelasan di sini, bisakan Anda setidaknya setuju dengan itu?” kata  Patrick McHenry.

Gensler kemudian menjawab bahwa UU sekuritas jelas, dan SEC memberlakukan UU itu yang mewajibkan pengungkapan kepada investor tentang sarana investasi.

Sebagai informasi, dalam momen menjawab pertanyaan dari Patrick McHenry, tangan Gary Genlser sempat tertangkap kamera ‘gemetaran‘.

Status ETH Masih Tidak Jelas

Ethereum ETH

Status ETH sampai saat ini tidak jelas. Sebab, di bawah kepemimpinan SEC sebelumnya dari Partai Republik, Jay Clayton, agensi itu mengambil sikap bahwa hampir semua token adalah sekuritas berdasarkan UU yang sudah lama ada. Namun, sejumlah kecil token mungkin tidak lagi dianggap sebagai sekuritas jika terdesentralisasi secara luas.

Dalam pidato pada tahun 2018, William Hinman, seorang pejabat senior SEC, berbicara tentang pandangannya sendiri. Dia mengatakan bahwa ETH telah mencapai ambang batas yang cukup terdesentralisasi sehingga dia tidak lagi melihat nilai penerapan UU sekuritas.

Namun, Gary Gensler menyiratkan bahwa ETH dan aset kripto yang berbasis pada blockchain dengan konsensus proof-of-stake (PoS) lainnya, dapat dianggap sebagai sekuritas. Hal ini menunjukkan tampaknya dia tidak setuju dengan pandangan sebelumnya dari pejabat senior SEC tentang status ETH.

Menariknya, Ketua Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC), Rostin Behnam, melihat ETH sebagai komoditas yang berada di bawah yurisdiksinya.

Sementara itu, Jaksa Agung New York, Letitia James, menyatakan ETH sebagai sekuritas yang tidak terdaftar dalam tindakan penegakan hukum terhadap crypto exchange KuCoin.

Menyoroti Regulasi Stablecoin dan Krisis Bank

ETH bukan satu-satunya topik kripto, ketika SEC dan CFTC tampaknya saling tidak sepakat. Ketua CFTC juga sempat mengatakan bahwa stablecoin berada di bawah yurisdiksi agensinya.

Kini, ketika ditanya oleh anggota DPR lain apakah pihak SEC ingin adanya UU tentang stablecoin, Gary Gensler memberikan jawaban iya, dengan peringatan itu tidak merusak pasar modal yang bernilai US$100 triliun.

Dia mendukung rekomendasi UU stablecoin yang dibuat oleh regulatory panel yang dipimpin oleh Menteri Keuangan AS, Janet Yellen.

Dalam kesempatan itu, sang Ketua SEC menghubungkan kegagalan bank ramah kripto seperti Silvergate Capital dan Signature Bank pada Maret lalu berkaitan dengan paparan bisnis mereka terhadap aset digital. Dia, bahkan, juga menyoroti Circle yang menerbitkan USD Coin (USDC) memiliki cadangan sekitar US$3 miliar di Silicon Valley Bank.

Mengungkit Penanganan SEC terhadap FTX

Kemudian, dalam sidang itu, beberapa anggota DPR dari Partai Republik lain sempat mengungkit penanganan SEC terhadap FTX, yang merupakan klien Silvergate yang paling terkenal.

Anggota DPR mengkritik SEC karena tidak bertindak lebih dulu pada FTX sebelum akhirnya kerajaan kripto Sam Bankman-Fried (SBF) itu gagal. Sebab, ada dugaan terjadi pencampuran dana di perusahaan itu hingga masalah akuntansi yang tidak terdokumentasi dengan baik.

Bagi Gary Gensler, “Jika perusahaan-perusahaan ini telah mendaftar [diri mereka ke SEC], kami sebenarnya dapat melihat pembukuan dan catatan mereka.”

Namun, bagi anggota DPR lainnya, Gary Gensler dituduh telah menjadi ‘polisi yang tidak kompeten’ dan dengan sengaja mendorong industri aset digital keluar dari AS.

Terkait serangan ini, sang Ketua SEC mengatakan, “Saya mencoba mengarahkannya ke kepatuhan dan jika mereka tidak mematuhi UU, maka mereka seharusnya tidak menawarkan produk mereka kepada investor.”

Hal ini dinilai oleh anggota DPR yang mengkritik bahwa Ketua SEC itu mendorong para pelaku industri ke luar negeri.

Beberapa anggota DPR dari Partai Demokrat, yang merupakan pendukung utama Presiden AS saat ini Joe Biden, turut menyoroti pendekatan agensi yang dipimpin Gary Gensler terhadap aset digital.

Hal itu termasuk mengapa SEC tidak memprioritaskan tindakan penegakan hukum terhadap perusahaan offshore seperti crypto exchange Binance dan Tether yang menerbitkan stablecoin Tether USD (USDT). Kedua dinilai juga melayani pelanggan AS tetapi tidak terdaftar di AS, seperti yang dilakukan FTX dengan memiliki operasi utama di Bahama.

Terkait hal ini, Gary Gensler membela prioritas penegakan dari SEC. Dia mengklaim butuh waktu lebih lama untuk membangun berkas investigasi.

“Kadang-kadang, dibutuhkan waktu lebih lama bekerja sama dengan otoritas penegak hukum offshore untuk mengejar itu, dan terus terang, lebih menantang untuk benar-benar mendapatkan panggilan dari pengadilan [jika perusahaan asing terlibat],” ungkap Gary Gensler.

Sempat muncul momen menarik dalam sidang dengar pendapat ini. Warren Davidson, anggota DPR dari Partai Republik, menyerukan agar Gary Gensler dicopot dari jabatannya sebagai Ketua dan agar SEC direstrukturisasi.

Bagaimana pendapat Anda tentang sidang dengar pendapat Ketua SEC dan Kongres Amerika Serikat? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_14-1.jpg
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di dunia kripto.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori