Mastercard Melihat Keruntuhan FTX sebagai Peluang Industri Kripto untuk Mengatur Ulang

8 Desember 2022, 14:09 WIB
Diperbarui oleh Lynn Wang
8 Desember 2022, 15:31 WIB
Ringkasan
  • Grace Berkery, direktur keterlibatan startup di Mastercard, berpendapat bahwa kehancuran FTX pada akhirnya akan berdampak positif bagi industri kripto.
  • Pada panel "Status Pendanaan Usaha di Kripto dan Web3" dalam acara Benzinga’s Future of Crypto, Grace Berkery mengatakan bahwa dia tidak berpikir institusi akan menghindar dari industri kripto.
  • Berkery mengatakan bahwa pasti masih ada peluang bagi sejumlah institusi untuk bermitra dengan berbagai perusahaan kripto.

Grace Berkery, direktur keterlibatan startup di Mastercard, pada hari Kamis (8/12) berpikir bahwa kehancuran kerajaan kripto Sam Bankman-Fried (SBF), termasuk FTX dan Alameda Research, pada akhirnya akan berdampak positif bagi industri kripto.

“Saya pikir ini adalah kesempatan dan waktu untuk mengatur ulang. Di Mastercard, kami yakin ada banyak hal yang menjanjikan dalam teknologi [kripto] yang mendasarinya. Ada banyak hal yang terjadi di sektor ini,” jelasnya.

Investor Institusional Akan Lebih Berhati-Hati

Pada panel “Status Pendanaan Usaha di Kripto dan Web3” dalam acara Benzinga’s Future of Crypto, Grace Berkery mengatakan bahwa dia tidak berpikir institusi akan menghindar dari industri kripto.

Namun, sebaliknya, mereka akan fokus untuk menjadi lebih berhati-hati tentang ketekunan mereka dan dengan siapa mereka bermitra. Hal itu bisa dilihat dari rekam jejak yang terbukti dan pelanggan yang sudah ada.

“Fokusnya akan lebih sedikit pada buzzword dan hype di sektor ini, serta lebih banyak pada nilai nyata yang Anda tambahkan sebagai sebuah perusahaan,” jelas direktur keterlibatan startup di Mastercard itu.

Topik yang Menjadi Perhatian TradFi

Dia mengatakan bahwa pasti masih ada peluang bagi sejumlah institusi untuk bermitra dengan berbagai perusahaan kripto. Para investor institusional baru yang bergabung akan lebih sadar tentang due diligence atau uji tuntas dengan mitra kripto mereka ke depannya.

Selama 12 bulan ke depan, topik yang akan menjadi perhatian utama para lembaga keuangan tradisional (TradFi) mencakup layanan bernilai tambah seperti keamanan dunia maya, analitik penipuan, manajemen identitas, dan sejumlah layanan lainnya yang benar-benar dapat membantu menstabilkan pasar.

Mengutip laporan TechCrunch, dia menambahkan bahwa investor dapat menganggap non-fungible token (NFT) dan upaya metaverse sebagai peluang besar, terutama jika proyek-proyek ini dapat meningkatkan keterlibatan dan loyalitas pelanggan.

Mastercard Tidak Asing dengan Dunia Kripto

Mastercard sudah tidak asing dengan industri kripto. Mereka telah memberikan dukungan selama bertahun-tahun melalui investasi dan inisiatif seperti menjembatani bank untuk menyediakan kemampuan dalam menawarkan perdagangan kripto kepada para klien mereka.

Selain itu, Mastercard juga bermitra dengan sejumlah perusahaan kripto seperti Binance, Nexo, hingga Gemini untuk berkolaborasi meluncurkan kartu kripto.

Perusahaan pemrosesan pembayaran ini sendiri pada Oktober lalu telah membuat alat untuk kepatuhan kripto yang lebih baik. Mereka meluncurkan Crypto Secure pada Oktober lalu. Platform tersebut menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligence / AI) untuk memantau risiko terkait crypto exchange dalam aliran pembayaran Mastercard.

Ketika ditanya pada Oktober lalu tentang dampak penurunan harga kripto bagi strategi aset digital Mastercard, Ajay Bhalla, selaku Presiden Cyber & Intelligence perusahaan, mengaakan bahwa pihaknya fokus untuk memberikan solusi kepada para pemangku kepentingan untuk jangka panjang.

“Ini adalah siklus market, mereka akan datang dan mereka akan pergi. Saya pikir Anda harus melihat lebih jauh bahwa ini sekarang adalah market besar dan berkembang serta mungkin akan menjadi jauh lebih besar di masa depan,” jelasnya.

Mundur pada Akhir Agustus lalu, CEO Mastercard, Michael Miebach, mengatakan bahwa semua pihak dapat membuka potensi penuh dari teknologi blockchain ketika membuatnya lebih mudah diakses dan lebih mudah digunakan. Terkait hal ini, salah satu cara Mastercard dalam melakukannya adalah dengan membawa adopsi kripto ke pembelian sehari-hari.

Sementara pada Mei lalu, orang nomor satu di Mastercard itu secara tidak langsung menyatakan bahwa sistem pengiriman pesan transaksi antar bank SWIFT, yang memungkinkan pembayaran lintas batas, mungkin tidak akan ada dalam 5 tahun lagi.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.