Lihat lebih banyak

Tak Mau Kalah dengan Solana, Polygon Jalin Kemitraan Bersama Nothing untuk Bawa Adopsi Web3 ke Smartphone

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Polygon membawa adopsi web3 ke dalam smartphone melalui kemitraannya dengan Nothing.
  • Nantinya, teknologi Polygon akan terintegrasi dalam smartphone berbasis Android yang dikembangkan oleh Nothing, yaitu Nothing Phone (1).
  • Pengumuman ini datang kurang dari 2 minggu setelah Solana mengatakan bahwa mereka sedang mengembangkan inisiatif software SMS dan ponsel pintar bernama Saga.
  • promo

Polygon, solusi penskalaan layer-2 (L2) untuk blockchain Ethereum, mengikuti jejak blockchain layer-1 (L1) Solana dalam membawa adopsi web3 ke smartphone.

Hal ini dilakukan oleh Polygon dengan bermitra bersama startup teknologi Nothing. Dengan kemitraan ini, teknologi Polygon akan terintegrasi dalam smartphone berbasis Android yang dikembangkan oleh Nothing bernama Nothing Phone (1).

Nothing diketahui telah memanfaatkan jaringan Polygon untuk menawarkan non-fungible token (NFT) pada Nothing Phone (1). Adapun NFT ini diberikan kepada orang-orang yang membantu peluncuran crowdfund Nothing serta bagi mereka yang memesan Nothing Phone (1) terlebih dahulu.

Proyek NFT yang disebut sebagai ‘Nothing Community Dots’ terdiri dari airdrop kepada investor komunitas Nothing, yang membuka sejumlah fasilitas seperti akses awal ke beragam produk dan berbagai acara baru.

Di antara reward pertama yang diberikan kepada komunitas adalah undangan dalam peluncuran Nothing Phone (1) di London pada 12 Juli mendatang. Namun, Arjun Kalsy selaku Vice President of Growth Polygon mengatakan kepada Decrypt pada hari Rabu (6/7) bahwa ini baru langkah pertama. 

Pada akhirnya, rencananya adalah untuk memberikan Nothing Phone (1) akses yang mudah ke aplikasi dan game blockchain di platform Polygon, serta alat pembayaran dan fitur masa depan seperti Polygon ID yang merupakan solusi identifikasi berbasis bukti tanpa pengetahuan dari entitas seperti Polygon itu sendiri.

“Bagaimana kita bisa lebih dekat dengan pengguna? Platform distribusi terbesar di dunia adalah smartphone. Pada dasarnya, waktunya tepat bahwa sekarang kita dapat membawa teknologi ini ke masyarakat luas,” ungkap Arjun Kalsy.

Kolaborasi Nothing & Polygon

Nothing Phone (1) | Twitter / Nothing

Nothing didirikan oleh Carl Pei, yang ikut mendirikan smartphone dan brand OnePlus. Perusahaan ini telah menarik sejumlah veteran teknologi seperti Tony Fadell yang merupakan iPod co-creator, Kenin Lin yang merupakan co-founder Twitch, hingga Steve Huffman yang merupakan co-founder & CEO Reddit.

Co-founder Polygon, Sandeep Nailwal, mengatakan hal ini sangat menggembirakan karena dapat melihat inovator seperti Nothing merangkul web3 sejak awal. Hal ini memungkinkan akses langsung dari Nothing Phone (1) ke web3 melalui kemitraan bersama Polygon.

Arjun Kalsy mengatakan bahwa Polygon dan Nothing telah menghabiskan 4 hingga 5 bulan terakhir untuk mengembangkan kolaborasi. Hal ini termasuk mengkristalkan konsep, seperti bagaimana mereka ingin pengguna dapat memanfaatkan aplikasi dan game Polygon yang terdesentralisasi di medium seluler seperti smartphone, serta bagaimana proyek ini dapat berkembang dari waktu ke waktu.

“Jika Anda melihat ponsel Android atau Apple, Anda masuk dengan ID Google atau ID Apple, dan sampai batas tertentu, Apple atau Google memiliki pelanggan, bukan? Dari situlah nilai itu muncul. Dalam dunia yang terdesentralisasi, kita perlu membantu pengguna mengambil kembali kendali,” jelas Arjun Kalsy.

Polygon & Solana Ambil Pendekatan yang Berbeda

Pengumuman kolaborasi antara Nothing dan Polygon datang kurang dari 2 minggu setelah Solana mengatakan bahwa mereka sedang mengembangkan inisiatif software Solana Mobile Stack (SMS) dan smartphone blockchain yang disebut dengan nama Saga.

Smartphone Solana akan menampilkan web3 dApp (decentralized app) store, Solana Pay untuk memfasilitasi pembayaran on-chain, hingga brankas untuk menyimpan private key.

Tidak seperti Solana yang membangun brand smartphone mereka sendiri, Polygon lebih suka bermitra dengan sejumlah pihak yang mengkhususkan diri pada pembuatan smartphone.

“Bisakah kita membuat smartphone? Saya yakin kita bisa. Namun, apakah kita akan membangun ponsel terbaik di dunia? Tidak. Itu sesuatu yang Nothing dan HTC, serta Samsung, LG, atau Apple adalah yang terbaik di dunia,” ungkap Arjun Kalsy.

Karena Polygon adalah platform blockchain terdesentralisasi, ini bukan aliansi eksklusif. Perusahaan lain dapat mengintegrasikan dukungan Polygon ke dalam perangkat mereka, seperti yang dilakukan HTC dengansmartphone metaverse’ Desire 22 Pro.

Dengan kabar ini, pekerjaan yang dilakukan baik oleh Solana dan Polygon menandai kebangkitan dari upaya untuk mengembangkan smartphone yang benar-benar mengandalkan teknologi blockchain dan menggunakan pendekatan web3 first.

Sebagai informasi, Sirin Labs pada tahun 2018 telah berusaha untuk melakukan upaya yang serupa. Namun, inisiasi ini disebut gagal mendapatkan daya tarik yang kemudian memicu mereka untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap para karyawannya hingga menerima gugatan atas tagihan dari pabrik yang belum mereka bayar.

Bila upaya Polygon dan Solana terbukti lebih berhasil meski dengan pendekatan yang berbeda, maka mereka dapat dianggap sama suksesnya dalam membawa web3 ke tahap berikutnya. Pasalnya, tindakan ini menjadi upaya terbaru dalam membuka keran adopsi web3 pada khalayak yang lebih luas melalui kenyaman smartphone yang sudah menjadi salah satu benda utama dalam kehidupan masyarakat modern.

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024
Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024
Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_14-1.jpg
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di dunia kripto.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori