Replay Attack Hantam EthereumPoW, Harga ETHW pun Amblas 18%

Diterjemahkan Zummia Fakhriani
Ringkasan
  • Token EthereumPoW menjadi sasaran replay attack dengan memanfaatkan bridge Omni chain Gnosis.
  • Kemudian, tim ETHW mengklarifikasi bahwa serangan itu tidak terjadi pada tingkat rantai (chain).
  • Alhasil, dalam 24 jam terakhir, nilai token ETHW telah turun 18% akibat serangan yang terjadi itu.

Pada tanggal 18 September, pelaku eksploitasi telah melancarkan aksi replay attack pada jaringan EthereumPoW dengan cara memutar ulang pesan dari chain Ethereum.

Menurut platform BlockSec, yang pertama kalinya mendeteksi serangan tersebut, eksploitasi terjadi karena bridge salah memverifikasi chainID pesan lintas rantai (cross-chain) yang sebenarnya. Sebagai informasi, BlockSec sendiri merupakan sebuah perusahaan rintisan berbasis keamanan blockchain.

Pertama-tama, penyerang mentransfer 200 WETH melalui Omnibridge chain Gnosis. Transaksi yang sama kemudian diulang pada chain PoW untuk mendapatkan ekstra 200 ETHW.

Menurut perusahaan keamanan blockchain tersebut, penyerang bisa saja menghabiskan sisa dana dalam kontrak yang dihosting di chain PoW tersebut.

Lebih lanjut, CertiK menambahkan bahwa pelaku eksploitasi telah mentransfer dana tersebut ke bursa MEXC.

Replay Transaksi Tidak Terjadi pada Level Chain

Selanjutnya, sebuah klarifikasi terkait serangan itu juga datang dari akun Twitter resmi EthereumPoW sendiri. Tim EthereumPoW telah mengakui serangan yang terjadi, dan mengklarifikasi bahwa serangan itu bukan replay transaksi pada tingkat rantai. Sebaliknya, mereka menjelaskan bahwa serangan tersebut terjadi karena replay data panggilan yang disebabkan oleh kesalahan dalam kontrak.

Tim EthereumPoW mengatakan,

“(Kami) sudah mencoba berbagai cara untuk menghubungi Omni Bridge kemarin. Bridge perlu memverifikasi ChainID [yang] sebenarnya dari pesan lintas rantai dengan benar.”

Sementara itu, replay attack tingkat rantai tidak mungkin dilakukan pada rantai EthereumPoW, karena jaringan menerapkan EIP-155 sebelum hard fork. Itu artinya, transaksi pada rantai proof-of-stake Ethereum tidak dapat dilakukan kembali pada rantai PoW ataupun sebaliknya.

Namun, terlepas dari itu semua, fakta bahwa eksploitasi tidak terjadi pada tingkat rantai sebenarnya bukanlah hal yang terlalu penting. Hal yang cukup mengkhawatirkan adalah dampaknya terhadap potensi jangka panjang fork itu sendiri. Pasalnya, fork PoW yang baru saja beroperasi kurang dari 72 jam tersebut, ternyata memiliki kerentanan yang cukup tinggi sampai bisa terserang eksploitasi sedini itu. Akibatnya, muncul skenario buruk dari insiden serangan itu, yaitu berkurangnya prospek fork PoW untuk adopsi massal di masa depan.

Harga ETHW Amblas 18%

Menurut Peckshield, berita tersebut juga telah menyebabkan ETHW kehilangan 12% dari nilainya.

Dalam 24 jam terakhir saja, harga token ETHW telah anjlok sedalam 17,8%. Sementara itu, selama dua minggu terakhir, nilai token telah mengalami penurunan yang lebih tajam lagi, yaitu melampaui angka 80%.

Parahnya lagi, baru-baru ini Grayscale juga telah mengungkapkan bahwa perusahaannya akan melakukan aksi jual terhadap token ETHW. Tak ayal, keputusan itu akhirnya menyebabkan berlanjutnya sentimen negatif pada adopsi ETHW. Kemudian di sisi lain, bursa kripto Poloniex mengumumkan bahwa mereka telah mencantumkan (listing) EthereumFair (ETF) sebagai token inti Ethereum PoW.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram Be[In]Crypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.