Terseret Badai Crypto Winter, WazirX Ikut PHK 40% Karyawannya

3 Oktober 2022, 12:52 WIB
Diterjemahkan Zummia Fakhriani
5 Oktober 2022, 11:32 WIB
Ringkasan
  • WazirX baru saja memangkas sekitar 40% dari jumlah total tenaga kerjanya.
  • Bursa yang bermarkas di India ini menyebutkan bahwa crypto winter adalah alasan di balik pemangkasan tersebut.
  • Belum lama ini, WazirX juga sempat menjalani proses pengawasan regulasi oleh beberapa lembaga otoritas India.

Pada hari Sabtu (1/10), WazirX, bursa kripto top di India telah memangkas 40% dari jumlah total karyawannya akibat bear market kripto yang berkepanjangan.

Beberapa laporan juga menyingkap bahwa tercatat sekitar 40-70 karyawan dari total 150 tenaga kerja perusahaan yang terkena dampak dari keputusan pengurangan tenaga kerja tersebut. Untungnya, para pekerja yang terkena PHK masih akan menerima gaji selama 45 hari.

Langkah yang WazirX ambil ini adalah sebagai akibat dari kondisi pasar yang tidak kunjung membaik. Beberapa perusahaan kripto lainnya; seperti Gemini, Coinbase, BlockFi, Crypto.com, Bitso, dan bahkan marketplace NFT OpenSea, juga telah mengambil keputusan yang sama karena alasan yang serupa.

Alasan WazirX Lakukan PHK

WazirX menyebutkan bahwa pihaknya terpaksa membuat keputusan tersebut akibat kondisi bear market yang masih terjadi. Kemudian menurut perusahaan, masalah regulasi kripto India seperti pajak, regulasi, dan akses perbankan juga berkontribusi pada turunnya volume perdagangan kripto di bursa-bursa India.

Lebih lanjut, WazirX menambahkan bahwa pengurangan jumlah staf ini akan membantu bursanya dalam mengatasi periode crypto winter dan juga menjaga stabilitas perusahannya.

Selain itu, laporan juga mengungkapkan bahwa keputusan tersebut akhirnya berdampak pada berbagai posisi di bursa tersebut. Termasuk di antaranya karyawan yang menempati posisi Manajer, Analis, hingga Associate Manager. Parahnya lagi, bahkan pimpinan tim dari berbagai departemen seperti HR, Customer Support, Kebijakan Publik, dan Komunikasi juga ikut terkena imbasnya.

Otoritas India dan Nasib Pembekuan Aset Kripto di WazirX

Selain itu, pemangkasan tenaga kerja di bursa WazirX ini juga terjadi bertepatan ketika bursanya sedang berjuang menuntut otoritas India atas pembekuan aset di bursanya.

Sebelumnya pada bulan Agustus, Directorate of Enforcement (ED) India membekukan sekitar US$8 juta aset di bursa, karena dugaan pencucian uang.

Menurut dugaan ED, WazirX dan bursa India lainnya telah memproses transfer Rs 2.790 crore (hampir US$350 juta) ke beberapa dompet yang sedang dalam proses penyelidikan. ED juga melayangkan tuduhan bahwa bursa tersebut tidak melakukan proses uji tuntas. Di antaranya telah lalai dalam melakukan prosedur KYC dan bahkan telah mengajukan laporan Transaksi Mencurigakan.

Untungnya, nasib baik berpihak kepada WazirX. Hal itu karena pada September lalu, otoritas India akhirnya mencairkan kembali (unfreeze) aset yang sempat dibekukan tersebut.

Ketika WazirX mengumumkan perilisan kembali aset-aset tersebut, pihaknya juga mengklarifikasi bahwa mereka telah bekerja sama dengan beberapa lembaga otoritas lainnya demi membantu proses penyelidikan. Terakhir, mereka menyatakan bahwa pihaknya telah mencairkan semua dana karena tidak ada aktivitas mencurigakan yang ditemukan.

Bagaimana pendapat Anda tentang PHK yang dilakukan oleh WazirX kali ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.