Robinhood Berjanji Berikan Hak Suara dan Saham Asli kepada Holder Token Saham, Meski Bisa Rusak Pembelaan Hukumnya Sendiri
Penawaran ini diumumkan pada hari Senin, hanya 10 hari setelah bos jaringan bioskop AMC menyebut token-token tersebut sebagai pasar semu-palsu dan meminta Robinhood untuk berhenti menjualnya.
Apa yang Sebenarnya Dibeli Pengguna Robinhood
Token saham Robinhood bukanlah saham, tapi hanyalah sebuah janji hutang (IOU). Token ini diterbitkan oleh Robinhood Assets (Jersey) Limited, sebuah perusahaan yang terdaftar di sebuah pulau kecil di Selat Inggris. Perusahaan ini tidak diatur regulator, setiap token hanya mengikuti harga saham dan membayar nilai tunai dari dividen.
“Pasar semu-palsu yang sedang Anda ciptakan di pulau Jersey ini menyebarkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap pasar keuangan secara umum. Ketidakpercayaan pada institusi keuangan memang sudah ada, dan Anda bisa saja memperparahnya,” papar CEO AMC Adam Aron baru-baru ini.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan kabar terbaru secara langsung.
Token ini tidak menjadikan Anda pemilik. Anda tidak bisa mendapatkan hak suara, nama Anda tidak akan tercantum dalam daftar pemegang saham perusahaan, dan Anda tidak dapat menukar token untuk mendapatkan saham asli. Kini, Robinhood mengumumkan dua hal itu akan berubah.
“…mengenai penukaran in-kind dan hak suara, keduanya akan segera hadir. Langkah pertama adalah memperluas adopsi Stock Token. Kami sedang mengerjakan penukaran saham 1:1 dengan hak suara bagi holder Stock Token yang memenuhi syarat sesuai roadmap. Kami tahu cara melakukan ini dengan baik,” tulis Johann Kerbrat, Senior Vice President dan General Manager Crypto serta International di Robinhood, dalam keterangan-nya.
Ia tidak menyebutkan tanggal, daftar negara, atau syarat siapa saja yang memenuhi kriteria. CEO Robinhood, Vlad Tenev, juga mengonfirmasi rencana tersebut.
Robinhood tidak mengatakan Aron salah, justru menjanjikan akan memperbaiki masalah yang dikeluhkan Aron.
Mengapa CEO AMC Sangat Marah
Adam Aron adalah pimpinan AMC. Pada 4 September lalu ia menyebut token tersebut menjijikkan dan menegaskan perusahaannya sama sekali tidak terlibat dengan produk itu. Harga saham AMC naik 15% pagi itu ke US$2,92.
Keluhannya cukup sederhana, sebab AMC mengeluarkan jutaan dolar setiap tahun untuk mematuhi hukum sekuritas Amerika. Tetapi Robinhood justru menjual produk yang menggunakan nama AMC dari sebuah pulau sekitar 3.000 mil jauhnya.
Nilai total pasar token AMC jauh lebih kecil dibandingkan kegaduhannya. Seluruh pasar token AMC hanya bernilai sekitar US$2,8 juta, sedangkan AMC sendiri bernilai US$2,6 miliar.
BeInCrypto pernah menulis saat itu bahwa langkah Aron selanjutnya akan menentukan apakah perseteruan soal listing tokenisasi ini hanya menjadi adu mulut biasa, atau berubah menjadi ujian nyata untuk aturan saham ter-tokenisasi. Robinhood mengambil langkah pertama dan tidak mundur.
Di situlah perangkapnya mulai terbuka. Seluruh inti dari pembelaan Tenev sebelumnya adalah bahwa token ini merupakan produk terpisah, sehingga AMC tidak punya hak bicara.
Jika holder diberikan hak suara dan saham asli, token tersebut semakin mirip dengan saham yang sesungguhnya. Argumen Aron akan semakin kuat ketika Robinhood menepati janjinya.









