Lihat lebih banyak

Initial DEX Offering (IDO): Penjelasan dan Tips Praktis untuk Berpartisipasi

9 mins
Oleh Emma Dwyer
Diterjemahkan Zummia Fakhriani
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Initial DEX Offering atau IDO adalah teknik penggalangan dana (crowdfunding) yang memungkinkan proyek kripto untuk meluncurkan token atau koin native mereka melalui decentralized exchange (DEX). Model IDO adalah penerus dari model ICO yang sudah lebih dulu terkenal. IDO memungkinkan proyek-proyek untuk diluncurkan secara mandiri guna mengumpulkan dana untuk pertumbuhan dan pengembangan proyek itu sendiri.

Nah, dalam panduan ini, kita akan membahas apa itu IDO dalam dunia kripto, berbagai jenis token offering, cara berpartisipasi dalam IDO, dan banyak lagi yang lainnya!

Apa Itu Token Offering?

what is an IDO

Di dunia kripto, ada banyak metode untuk mengumpulkan dana. Beberapa di antaranya adalah Initial Coin Offering (ICO), Initial Exchange Offering (IEO), Initial Game Offering (IGO), Initial DEX Offering (IDO), dan Initial Farm Offering (IFO).

Selanjutnya, setiap dana yang diperoleh melalui model penggalangan dana ini akan dialokasikan untuk rencana ekspansi protokol. Rencana ini mencakup riset dan pengembangan, pemasaran, serta pengenalan produk dan layanan baru.

Berbagai Jenis Token Offering

ICO

Launchpad Crypto untuk raih pendanaan dan investasi cryptocurrency dalam penawaran koin perdana (initial coin offering)

ICO adalah metode yang digunakan untuk mengumpulkan dana bagi suatu proyek kripto yang dilaksanakan di situs web pemilik proyek.

Sebelum menggelar ICO, tim proyek yang ada di balik kripto tersebut akan menerbitkan whitepaper yang menjelaskan konsep dari proyek tersebut. Dengan begitu, calon investor bisa membaca whitepaper dan juga mengevaluasi proyeknya sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Selain itu, whitepaper juga memiliki fungsi yang sama seperti prospektus yang diterbitkan sebelum IPO.

Ketika sebuah proyek meluncurkan ICO, ada beberapa persyaratan regulasi yang harus dipenuhi. Terkait hal ini, para kritikus berpendapat bahwa kurangnya regulasi ini membuat ICO rentan terhadap penipuan. Faktanya, pada tahun 2017, 80% dari ICO ternyata adalah aksi penipuan. Meski begitu, beberapa koin yang sukses saat ini sebenarnya juga banyak yang barmula dari ICO. Salah satunya adalah Ethereum, yang pada saat itu meluncurkan ETH seharga US$0,31.

IEO

IEO

Seperti halnya ICO, IEO juga merupakan salah satu model penggalangan dana. Namun, IEO dilakukan di crypto exchange yang terkontrol.

Pemilik proyek yang menggunakan model ini perlu mencari crypto exchange yang nantinya akan melakukan listing koin mereka. Koin yang terdaftar di crypto exchange terkenal tentunya akan memberi calon investor tingkat kepercayaan tertentu. Namun, biaya yang harus dikeluarkan proyek yang berusaha untuk membuat koinnya terdaftar di crypto exchange besar ini pastinya akan jauh lebih mahal. Sebab, crypto exchange tersebut mengenakan biaya listing dan bahkan sebagian dari hasil penjualan token.

Crypto exchange seperti Binance dan Coinbase dengan ketat meninjau aset kripto dan token yang berpotensi listing di platform mereka. Meskipun tidak memberikan jaminan atas validitas dan keberhasilan aset tertentu, proses peninjauan yang diterapkan oleh masing-masing crypto exchange dapat memberikan rasa aman yang lebih bagi investor.

IGO

Web3 Gaming | GameFi | P2E | Blockchain | DeFi

IGO adalah model penggalangan dana untuk aset kripto dan token di sektor gaming NFT. Selain itu, IGO dilaksanakan di launchpad seperti Gamestarter (GAME) dan Gamefi (GAFI).

Untuk berpartisipasi dalam IGO, seorang investor biasanya perlu membeli sejumlah aset kripto tertentu dari launchpad yang bersangkutan. Selain itu, investor juga harus bersedia untuk mengunci aset kripto mereka di platform tersebut untuk jangka waktu tertentu.

Sebelum token tersebut tersedia untuk diakses publik, investor IGO akan lebih dulu memiliki akses ke token yang baru diterbitkan. Metode ini memiliki imbalan dan risiko yang sama seperti membeli aset kripto dan token yang baru dirilis. Meskipun pengguna dapat membeli koin dengan harga yang sangat menarik, tidak ada jaminan seberapa banyak kenaikan nilai koin itu setelah tersedia untuk publik.

Apa Itu Initial Dex Offering (IDO)?

Melalui DEX, suatu proyek dapat menawarkan token kripto yang baru dibuat kepada publik melalui initial dex offering alias IDO. IDO umumnya memungkinkan investor untuk mengunci dana ke dalam sebuah smart contract tepat sebelum proyek tersebut meluncurkan native token mereka. Lalu, ketika proyek yang bersangkutan merilis tokennya, investor akan mendapatkan token baru sebagai imbalan atas dana yang dikunci dan sedang ditransfer ke proyek pada saat pembuatan token.

Berbeda dengan ICO, IDO menawarkan cara cepat dan terjangkau bagi suatu proyek untuk mendistribusikan token mereka dan mengumpulkan dana, sembari memberikan investor tingkat keamanan yang lebih tinggi. Selain itu, sebagian besar IDO juga mewajibkan partisipan untuk mendaftarkan diri terlebih dahulu dengan bergabung dalam whitelist melalui situs web atau platform media sosial.

Banyak proyek telah meraih sukses besar dengan menggunakan model ini. Misalnya saja, Battle Infinity yang telah mencetak kenaikan sebanyak 700% dari harga presale dengan IDO-nya.

Pengguna dapat mengunjungi CoinMarketCap untuk melihat daftar IDO yang akan datang. Selain itu, daftar token offering saat ini dan yang sudah direncanakan juga tersedia di sana. Bukan hanya itu, CoinGecko juga senantiasa memperbarui daftar launchpad populer.

Bagaimana Cara Kerja Initial DEX Offering?

Smart contract yang berfungsi sebagai automated market maker (AMM) dapat mengumpulkan dana. Mereka memungkinkan trader untuk secara langsung bertukar aset dari liquidity pool. Sementara itu, bonding curve adalah mekanisme penetapan harga (pricing) yang canggih yang dapat menentukan nilai tukar yang tepat.

Berdasarkan rasio aset yang ada di pool, harganya akan naik ketika koin dibeli dan turun ketika investor memutuskan untuk menjualnya. Dalam hal ini, trader yang akan mempertahankan struktur pricing tersebut. Trader akan “membekukan” aset mereka di pool, menciptakan likuiditas, dan menerima kompensasi sebagai imbalannya.

Selain itu, penting untuk dicatat bahwa harga aset yang ada di pool juga secara bersamaan bisa jadi berbeda dari yang ada di centralized exchange (CEX).

Apa yang Membuat IDO Unik?

IDOs work

Tidak seperti metode penggalangan dana lain yang menawarkan token untuk dijual sebelum listing, IDO akan secara langsung melakukan listing token di decentralized exchange (DEX). Selain itu, dua fitur utama lainnya yang membuat IDO unik adalah:

Aksesibilitas/Keterjangkauan

Token dapat dibeli selama berlangsungnya IDO oleh siapa saja dan Anda tidak perlu merogoh kocek yang besar untuk berpartisipasi di dalamnya. Terlebih lagi, tidak ada persyaratan identifikasi atau proses verifikasi, dan lokasi negara tempat investor berada juga tidak berpengaruh.

Keamanan

Dalam IDO, investor tidak perlu mengirim uang ke akun internal crypto exchange. Sebaliknya, mereka menggunakan smart contract untuk melakukan setiap transaksi. Smart contract ini hanya disediakan oleh DEX. Meskipun begitu, platform tersebut tidak akan melacak uang pengguna, kunci privat, atau informasi pribadi yang penting lainnya.

Kelebihan IDO

Berikut adalah beberapa kelebihan dari IDO:

Penggalangan Dana yang Adil
Banyak penggalang dana yang menggunakan model IDO tidak mengandalkan pendanaan swasta konvensional untuk meluncurkan perusahaan mereka. Sebagai gantinya, investor membeli aset kripto dengan harga yang lebih rendah ketika penjualan token tersebut sudah tersedia untuk publik. Mereka mendapat profit besar dengan menjual kembali token ini ke populasi yang lebih luas. Selain itu, karena tidak ada CEX ataupun persetujuan yang diperlukan untuk memulai penggalangan dana, siapa saja, meskipun bukan investor swasta, juga bisa mengadakan atau berpartisipasi dalam IDO.

Tidak Ada Slippage
IDO menyediakan token proyek dengan likuiditas langsung (immediate liquidity). Pool liquidity ini menjamin adanya likuiditas tanpa slippage pada setiap level harga. IDO meningkatkan inklusi keuangan dan menawarkan lebih banyak alternatif untuk mendistribusikan token proyek.

Fast Trading
Investor dapat mulai memperdagangkan token suatu proyek sejak hari pertama peluncurannya. Dengan begitu, para trader akan berusaha membeli token baru sesaat setelah token tersebut tersedia dan kemudian menjualnya dengan harga token yang lebih tinggi.

Biaya yang Lebih Rendah
DEX beroperasi berdasarkan smart contract yang dapat mengeksekusi secara mandiri (self-executing). DEX menerapkan smart contract baru yang mengelola liquidity pool aset dan token hanya akan membutuhkan biaya “gas” ketika sebuah proyek menggunakan DEX tanpa perantara.

Transaksi yang Aman
DEX memproses perdagangan dan menambahkannya ke blockchain melalui smart contract, dengan begitu mereka dapat memungkinkan transaksi yang aman. Selain itu, karena DEX tidak menyimpan dana, peluang pengguna untuk menjadi sasaran aktor jahat menjadi lebih rendah.

Kekurangan IDO

Meskipun IDO menawarkan beberapa kelebihan, model penggalangan dana ini juga punya sejumlah kekurangan yang perlu dipertimbangkan:

Risiko penipuan: Ada lebih dari US$10 miliar yang telah dicuri dalam aksi pencurian DeFi tahun lalu. Maka dari itu, masalah keamanan selalu menjadi perhatian utama. Aksesibilitas IDO dan kurangnya pemeriksaan adalah aspek positif sekaligus negatif. Aspek negatifnya adalah meningkatnya kemungkinan munculnya proyek penipuan yang diluncurkan dan membanjiri pasar. Tentu saja, hal yang sama juga berlaku untuk ICO.

Lonjakan harga di awal IDO: Sesaat setelah orang pertama membeli token, harga token itu pun mulai meningkat. Hanya sedikit investor yang berkesempatan membeli token dengan harga perkenalan (introductory price) sebelum nilainya naik.

Peluang untuk manipulasi harga: Kerentanan mekanisme IDO terhadap strategi pump and dump menjadi kelemahan lain yang melekat pada model ini. Pasalnya, beberapa trader bisa saja membeli banyak token pada harga dasar dengan menggunakan bot perdagangan, lalu menjualnya dengan cepat ketika nilai tukar sudah meningkat cukup banyak.

IDO vs. ICO vs. IEO

IDO difference

Tabel di bawah ini menggambarkan beberapa perbedaan utama antara IDO, ICO, dan IEO.

FiturIDOICOIEO
Penggalang Dana (Fundraiser)Beberapa persen dari jumlah token tersedia untuk publik melalui launchpad exchange.Pihak proyek yang meluncurkan ICO.Centralized exchange (CEX).
Listing Token setelah Crowd SaleCEX secara otomatis melakukan listing token.Proyek akan menyediakan token mereka di berbagai crypto exchange.CEX melakukan listing token tepat setelah crowd sale.
Smart ContractTim launchpad dan proyek bersama-sama mengelola smart contract.Proyek yang mengadakan ICO yang menanganinya.Tanggung jawab crypto exchange.
Proses PemeriksaanProyek harus memenuhi persyaratan launchpad.Tidak memerlukan proses pemeriksaan.Ada prosedur wajib yang harus dipenuhi sebelum proyek dapat didaftarkan. 

Bagaimana Cara Menemukan IDO?

Menemukan IDO kripto terbaik bisa menjadi hal yang menantang. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan poin-poin berikut sebelum menginvestasikan uang Anda di IDO.

Utilitas: Sebuah proyek perlu memecahkan masalah atau menambahkan nilai yang nyata untuk dianggap sebagai IDO yang kokoh. Jika tidak, kemungkinan besar proyek tersebut tidak akan memiliki nilai sama sekali di masa mendatang. Namun, beberapa memecoin telah terbukti menjadi pengecualian untuk prinsip ini.

Mitra dan investor: Periksa apakah ada individu atau organisasi terkemuka yang berpartisipasi selama putaran pendanaan swasta mereka sebelum Anda memutuskan untuk berinvestasi. Selain itu, keberadaan investor besar juga bisa menjadi indikasi bahwa proyek tersebut memiliki prospek cerah di masa depan.

Sebagai catatan, pengguna dan investor hendaknya hanya memilih platform yang paling aman untuk berpartisipasi dalam IDO. Beberapa platform seperti Binance, Bounce, BSCPad, CoinxPad, dan DAOMaker dikenal sebagai launchpad kripto terkenal dan tepercaya yang bisa Anda jadikan rekomendasi untuk berpartisipasi dalam IDO kripto.

Bagaimana Cara Berinvestasi di IDO?

Invest in an IDO

Ketika Anda memilih sebuah proyek, Anda akan melihat semua detail dan cara untuk berpartisipasi. Tentunya, setiap proyek dan platform punya fitur uniknya masing-masing, jadi sebelum berpartisipasi, Anda harus melakukan riset dan mengecek fitur mana yang paling sesuai dengan tujuan Anda.

Selain itu, untuk berpartisipasi dalam IDO, pengguna perlu terdaftar dalam whitelist proyek tersebut dan memiliki crypto wallet. Berikut adalah langkah-langkah untuk berpartisipasi dalam IDO:

1. Dapatkan kuota whitelist untuk launchpad IDO
IDO pada umumnya menetapkan batas jumlah partisipan dan jumlah total token yang dapat mereka beli. Hal ini karena IDO jauh lebih kecil dibandingkan dengan IEO dan ICO.

Biasanya, seorang investor perlu memiliki sejumlah token launchpad tertentu untuk dapat dimasukkan ke dalam whitelist, dan mereka yang memiliki kepemilikan yang lebih banyak bisanya lebih besar peluangnya untuk diterima. Untuk meningkatkan likuiditas, partisipan yang bukan holder token juga dapat menjalankan staking token mereka. Mereka juga punya opsi untuk berpartisipasi dalam lotre whitelist yang digelar oleh beberapa launchpad.

2. Integrasikan wallet web3 dengan pengecekan KYC
Pemeriksaan KYC umumnya merupakan bagian dari proses whitelisting, dan investor akan memerlukan wallet web3 seperti MetaMask. Sayangnya, kebanyakan IDO tidak mengizinkan investor dari negara-negara yang terkena larangan, termasuk warga negara Amerika Serikat atau atau negara-negara lain seperti Iran, Irak, Kuba, Korea Utara, atau Venezuela.

Apakah Berinvestasi di Initial DEX Offering adalah Keputusan yang Bagus?

IDO hanyalah salah satu dari sekian banyak produk mutakhir yang saat ini tersedia di pasar DeFi. Setiap investor kripto tentunya ingin mendapatkan peluang investasi di tahap awal pada proyek-proyek potensial, dan IDO menyediakan platform untuk melakukan hal tersebut. Walaupun sebagian IDO berpotensi menghasilkan keuntungan yang signifikan, bukanlah ide yang baik untuk asal “terjun” ke setiap IDO yang Anda temui.

Bagi pengguna yang ingin berpartisipasi dalam IDO, sangat penting untuk melakukan riset menyeluruh terhadap proyek yang bersangkutan. Selain memahami lebih lanjut tentang apa itu IDO dan melakukan uji tuntas sebelum berinvestasi, pengguna seharusnya hanya berinvestasi sesuai dengan tingkat toleransi risiko mereka.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apa Itu IDO kripto?

Bagaimana cara saya berpartisipasi dalam IDO?

Apa kepanjangan dari IDO?

Apa perbedaan antara ICO dan IDO?

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Prioritas kami adalah menyediakan informasi berkualitas tinggi. Kami meluangkan waktu untuk mengidentifikasi, meriset, dan membuat konten edukasi yang sekiranya dapat bermanfaat bagi para pembaca. Kami menerima komisi dari para mitra kami untuk penempatan produk atau jasa mereka dalam artikel kami, supaya kami bisa tetap menjaga standar mutu dan terus memproduksi konten yang luar biasa. Meski demikian, pemberian komisi ini tidak akan memengaruhi proses kami dalam membuat konten yang tidak bias, jujur, dan bermanfaat.

Zummia.jpg
Zummia Fakhriani
Zummia adalah seorang penulis, penerjemah, dan jurnalis dengan spesialisasi pada topik blockchain dan kripto. Ia mengawali sepak terjang di industri kripto sebagai trader kasual sejak 2015. Kemudian, mulai berkiprah sebagai penerjemah profesional di industri sejak 2018 sembari mengenyam tahun ketiganya di program studi Sastra Inggris kala itu. Menyukai topik terkait DeFi, koin privasi, dan Web3.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori