Lihat lebih banyak

Bagaimana Cara Menghindari Slippage saat Trading Kripto? Begini Triknya

10 mins
Oleh Joel Frank
Diterjemahkan Zummia Fakhriani
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Aset kripto mungkin menjadi salah satu peluang investasi terbaik di abad ini. Namun, berinvestasi dalam aset kripto nyatanya penuh dengan potensi jebakan. Selain harga asetnya yang terkenal fluktuatif, pasukan peretas dan penipu juga senantiasa berkeliaran dan berusaha mencari celah keamanan yang memungkinkan mereka untuk melancarkan aksi pencurian dana. Terlebih, crypto winter 2022 juga sudah menunjukkan bahwa masih ada kelemahan struktural yang signifikan dalam ekosistem keuangan kripto.

Di samping itu, slippage adalah salah satu sumber potensi kerugian lainnya yang perlu kita waspadai. Sebab, kalau trader ataupun investor tidak berhati-hati, mereka bisa mengalami kerugian besar akibat slippage seiring berjalannya waktu. Jadi, apa yang dimaksud dengan slippage di dunia kripto, dan bagaimana cara menghindarinya? Yuk, kita bahas lebih rinci!

Apa yang Dimaksud dengan Slippage di Dunia Kripto?

what is slippage

Slippage adalah kondisi ketika seorang trader akhirnya harus membeli atau menjual suatu aset dengan harga yang berbeda dari harga yang semula ia inginkan. Ini terjadi karena pasar kripto bergerak dengan cepat. Maka tak heran, kondisi antara saat order ditempatkan ke pasar dan saat order tersebut benar-benar dieksekusi pun bisa berubah. Alhasil, trader berpotensi mendapatkan harga yang tidak sesuai dengan ekspektasi awal.

Di ranah kripto, slippage adalah suatu kondisi yang dapat menyebabkan dampak positif maupun negatif. Dengan kata lain, meskipun trader mungkin mendapatkan harga yang kurang menguntungkan dari yang diharapkan, tetapi juga ada kemungkinan mereka akan mendapatkan harga yang jauh lebih baik.

Kemunculan slippage sendiri seringkali tergantung pada jenis order yang ditempatkan di pasar. Jika seorang trader menempatkan limit order, mereka setuju untuk membeli atau menjual sejumlah aset tertentu pada harga yang ditentukan, tergantung pada ketersediaan likuiditas.

Keuntungan dari limit order adalah bisa menjamin bahwa tidak akan ada slippage yang terjadi. Sedangkan kekurangannya adalah mungkin trader akan memerlukan waktu lebih lama untuk mengisi limit order, atau mungkin juga order tersebut tidak terisi sama sekali. Slippage sendiri terjadi ketika trader mencoba untuk membeli atau menjual aset pada harga pasar yang tersedia. Dengan kata lain, dengan menempatkan market order.

Faktor Utama Penyebab Slippage

Slippage bisa terjadi dalam perdagangan semua kelas aset, tapi jauh lebih parah di dunia kripto. Hal ini disebabkan oleh volatilitas yang tinggi pada kelas aset ini dan kondisi likuiditas yang seringkali sangat tipis. Oleh karena itulah, volatilitas dan kurangnya likuiditas adalah dua penyebab utama terjadinya slippage. Mari kita telusuri mengapa hal ini terjadi.

Volatilitas

Seorang trader dapat memasukkan order dengan harapan bisa mendapatkan harga tertentu. Namun, di pasar yang bergerak begitu cepat ini, harga bisa berubah secara signifikan antara saat trader memasukkan order mereka dan saat order tersebut dieksekusi.

Likuiditas yang Tipis

Bayangkan saja, ada seorang trader yang ingin membeli atau menjual kripto pada harga tertentu. Saat itu, kemungkinan tidak ada cukup likuiditas di sisi perdagangan yang berlawanan pada harga ini untuk menyelesaikan order. Alhasil, untuk menyelesaikan order tersebut, perdagangannya perlu dieksekusi pada harga di mana terdapat likuiditas. Dan hal ini bisa menghasilkan harga yang jauh berbeda dari yang diharapkan trader.

Bagaimana Cara Kerja Slippage? Simak Contohnya

how does crypto slippage work

Katakanlah setelah melihat bahwa Bitcoin ditawarkan pada harga US$20.000 di crypto exchange, seorang trader ingin membeli satu Bitcoin. Mereka kemudian menempatkan order untuk membeli satu Bitcoin dengan harga pasar. Tapi, setelah sedikit keterlambatan, trader menyadari bahwa mereka akhirnya membayar US$20.050 untuk satu Bitcoin, sedikit lebih tinggi dari yang diharapkan. Nah, ini adalah contoh slippage negatif.

Selain itu, slippage juga mungkin terjadi karena tidak ada cukup likuiditas yang tersedia di suatu crypto exchange untuk membeli satu Bitcoin seharga US$20.000. Mungkin juga order beli dari trader tersebut menyerap semua order jual pada harga US$20.000, dan kemudian harus beralih ke order jual pada harga yang lebih tinggi untuk menemukan likuiditas.

Bisa jadi juga, antara saat order ditempatkan dan dieksekusi, kondisi pasar tiba-tiba berubah. Dengan kata lain, pembeli Bitcoin lainnya kemungkinan ada yang berhasil mengambil likuiditas di harga US$20.000 terlebih dahulu, atau penjual pada harga US$20.000 tiba-tiba menarik penawaran mereka. Seandainya ada trader yang berhasil mendapatkan satu Bitcoin dengan harga di bawah US$20.000, berarti itu adalah slippage positif. Slippage positif dapat terjadi karena adanya kenaikan tiba-tiba dalam penawaran pada harga yang sedikit lebih rendah yang masuk.

Sekarang, mari kita bayangkan situasi yang sebaliknya. Seorang trader melihat harga Bitcoin pada saat harganya ada di US$20.000 dan ingin menjual satu Bitcoin langsung pada harga pasar. Jika mereka mendapatkan lebih dari US$20.000, tentunya ini akan mewakili fenomena slippage positif, begitu pula sebaliknya.

Ingin tahu tempat jual beli kripto terbaik untuk pemula? Temukan jawabannya di artikel 9 Crypto Exchange Terbaik untuk Investor dan Trader Pemula.

Bagaimana Cara Menghitung Slippage?

Slippage dapat dinyatakan dalam jumlah nominal, entah mata uang atau dalam bentuk persentase. Pada contoh di atas, di mana seorang trader mengharapkan dapat membeli satu Bitcoin seharga US$20.000 tetapi akhirnya membayar US$20.050, slippage-nya adalah -US$50. Adapun dalam bentuk persentase, trader tersebut akhirnya membayar (-US$50/US$20.000)*100 = -0,25%.

Apa Itu Toleransi Slippage?

Banyak platform trading, termasuk crypto exchange terdesentralisasi dan terpusat, yang memungkinkan para trader untuk mengatur preferensi mengenai seberapa banyak slippage yang mereka akan toleransi. Dengan kata lain, mereka mengizinkan pelaku pasar untuk mencegah eksekusi perdagangan apa pun jika slippage-nya lebih tinggi dari persentase tertentu.

Definisi toleransi slippage adalah perbedaan harga antara apa yang diharapkan oleh trader saat menempatkan order dan apa yang bersedia mereka terima saat perdagangan dieksekusi. Biasanya, platform trading akan menyatakan toleransi slippage sebagai persentase dari total nilai perdagangan.

Slippage di Decentralized Exchange (DEX)

Uniswap

Decentralized exchange (DEX) punya sejumlah keunggulan signifikan dibandingkan dengan rekan-rekan terpusatnya. Berbeda dengan centralized exchange (CEX), trading di DEX tidak memerlukan pengecekan latar belakang Know Your Customer (KYC) yang bisa mengakibatkan pengecualian bagi sebagian orang yang mungkin tidak memenuhi persyaratan yang berlaku.

Namun, salah satu kelemahan besar dibandingkan crypto exchange tradisional adalah bahwa DEX kerap mengalami slippage yang lebih buruk. Mengapa demikian?

Sebabnya adalah perdagangan di DEX ditenagai oleh smart contract. Ini berarti bahwa perdagangan di DEX tidak diproses secara instan seperti di centralized exchange. Sebaliknya, ada jeda saat perdagangan diproses di blockchain, sama halnya seperti transaksi di blockchain lainnya.

Semakin lama jeda antara konfirmasi transaksi dan eksekusi transaksi, maka kesempatan untuk terjadinya slippage menjadi lebih besar pula.

Terlepas dari itu, cara menghitung slippage pada DEX sama persis seperti platform trading lainnya. Sebagai contoh, katakanlah Anda ingin membeli ETH senilai 500 USDC. Uniswap akan menunjukkan harga yang Anda harapkan dalam ETH. Uniswap memungkinkan Anda untuk mengatur toleransi slippage dan juga akan menunjukkan output minimum yang bisa diharapkan dari ETH jika slippage maksimum tercapai.

Slippage on Uniswap
Contoh slippage pada DEX | Sumber: Uniswap

Selain Uniswap, ada berbagai protokol decentralized exchange (DEX) lainnya yang tersedia di pasaran saat ini. Temukan daftar lengkapnya di Rekomendasi 12 Decentralized Exchange (DEX) Terbaik di 2023.

Cara Menghindari Slippage di DEX

avoid slippage on DEXs

Berikut adalah beberapa metode yang bisa membantu para trader untuk menghindari slippage pada DEX.

Bayar Gas Fee yang Lebih Tinggi

Untuk melakukan transaksi di jaringan blockchain seperti Ethereum, pengguna perlu membayar biaya kepada validator jaringan. Ini disebut “biaya gas” dan ini memberi insentif kepada validator jaringan untuk 1) melakukan staking aset kripto mereka untuk mengamankan jaringan (seperti pada blockchain berbasis proof-of-stake) atau 2) menyediakan daya komputasi mereka untuk mengamankan jaringan (seperti pada blockchain berbasis proof-of-work). Ketika seorang pengguna mengirimkan transaksi ke blockchain, transaksi tersebut masuk ke dalam antrian bersama transaksi lain yang menunggu untuk divalidasi.

Untuk mengurangi masalah slippage pada decentralized exchange, seorang trader dapat mengambil langkah-langkah untuk mempercepat proses transaksinya. Caranya adalah dengan memilih untuk membayar biaya transaksi (biaya gas) yang lebih tinggi agar transaksi mereka didorong lebih jauh dalam antrian. Trader dapat menggunakan situs web seperti Etherscan untuk melihat berapa banyak biaya gas yang harus dibayar agar transaksi mereka diprioritaskan.

Bertransaksi di DEX Berbasis Layer-2

Saat ini, sebagian besar DEX berjalan di jaringan blockchain layer-1. Sebagai contoh, sebagian besar perdagangan yang terjadi di Uniswap didukung langsung oleh jaringan Ethereum. Ketika jaringan Ethereum mengalami kemacetan, ini dapat memperlambat perdagangan tersebut dan memperburuk risiko slippage.

Namun, jaringan layer-1 seperti Ethereum juga memiliki blockchain “solusi penskalaan.” Salah satu contoh paling terkenal adalah Polygon, yang merupakan sidechain yang berjalan paralel dengan Ethereum. Transaksi diproses dengan cepat di jaringan, karena pemrosesan tidak terjadi di rantai utama (mainchain). Polygon adalah contoh protokol “layer-2.”

Dengan demikian, trader dapat memilih untuk menggunakan DEX berbasis layer-2, yang bisa berarti transaksi lebih cepat, risiko slippage lebih kecil, dan gas fee yang lebih rendah. Seorang trader dapat menggunakan crypto exchange; seperti Quickswap, yang dibangun di atas Polygon.

Secara terpisah, dan seperti yang telah disinggung dalam artikel ini, para trader juga dapat menyesuaikan toleransi slippage mereka di sebagian besar DEX. Toleransi slippage yang rendah mungkin akan mencegah suatu transaksi terjadi. Namun, hal itu akan mencegah terjadinya kerugian besar yang tidak terduga akibat slippage.

Cara Mengurangi Slippage di CEX

avoid slippage on CEXs

Sama seperti pada DEX, para trader juga dapat mengurangi slippage pada platform trading tradisional seperti CEX.

Gunakan Limit Order

Saat melakukan trading di centralized exchange/crypto exchange tradisional, trader dapat mengambil berbagai langkah untuk meminimalkan risiko kerugian akibat slippage. Pertama, trader dapat menggunakan limit order daripada membeli dengan harga pasar. Seperti yang dijelaskan sebelumnya dalam artikel ini, limit order memiliki risiko tidak terpenuhi, namun pada saat yang sama, tidak akan pernah mengalami slippage.

Bertransaksi selama Periode Volatilitas Rendah

Para investor bisa memilih untuk bertransaksi pada pada jam-jam yang biasanya tidak menimbulkan volatilitas tinggi. Misalnya, hindari bertransaksi sekitar saat pergantian waktu antara pasar Eropa dan AS atau saat pasar AS sedang dibuka. Disarankan untuk menghindari bertransaksi pada saat terjadinya peristiwa besar di pasar (seperti saat perilisan data ekonomi utama atau acara bank sentral).

Memecah Transaksi Besar Menjadi Beberapa Bagian

Jika trader ingin membeli atau menjual kripto dalam dalam jumlah besar yang berpotensi memengaruhi pasar, strategi lain yang bisa digunakan adalah memecah transaksi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Dengan memecah transaksi besar menjadi beberapa bagian yang lebih kecil, para trader dapat mengurangi dampak pasar dan potensi kerugian akibat slippage.

Seberapa Besar Risiko Slippage bagi Investor Kripto?

Memahami apa itu slippage dalam dunia kripto dan bagaimana mengurangi risiko kerugian yang terkait dengannya, tentunya bermanfaat bagi semua pelaku pasar kripto. Namun, ada beberapa pihak ada yang perlu lebih waspada tentang hal ini daripada yang lain.

Bagi investor kripto skala kecil yang jarang bertransaksi dan berniat menyimpan asetnya dalam jangka panjang, slippage adalah fenomena yang mungkin tidak terlalu berpengaruh. Sebab, selisih seperti -0,5% dibandingkan -0,25% (diharapkan) tidak ada artinya bila dibandingkan dengan potensi imbal hasil dari investasi jangka panjang mereka.

Namun, bagi investor dengan skala yang lebih besar, kerugian sebesar -0,25% hingga -0,5% sebenarnya bisa menjadi jumlah uang yang cukup signifikan. Oleh karena itu, mungkin akan lebih bijak bagi mereka untuk berupaya meminimalkan jumlah slippage ini semaksimal mungkin.

Sementara itu, para trader kripto yang melakukan transaksi dengan frekuensi tinggi (trader harian dan scalper) tentunya perlu mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk mengurangi potensi kerugian akibat slippage ini. Pasalnya, kerugian sebesar -0,25% saja, apabila terjadi beberapa kali dalam sehari, dapat mengikis profit mereka dengan cepat. 

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apakah slippage penting dalam dunia kripto?

Bagaimana cara menghindari slippage dalam transaksi kripto?

Berapa batas toleransi slippage yang ideal?

Apakah toleransi slippage yang lebih tinggi lebih baik?

Apakah slippage memengaruhi harga?

Apa yang dimaksud dengan slippage dalam trading kripto?

Bagaimana cara menghitung toleransi slippage?

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024
Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024
Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Prioritas kami adalah menyediakan informasi berkualitas tinggi. Kami meluangkan waktu untuk mengidentifikasi, meriset, dan membuat konten edukasi yang sekiranya dapat bermanfaat bagi para pembaca. Kami menerima komisi dari para mitra kami untuk penempatan produk atau jasa mereka dalam artikel kami, supaya kami bisa tetap menjaga standar mutu dan terus memproduksi konten yang luar biasa. Meski demikian, pemberian komisi ini tidak akan memengaruhi proses kami dalam membuat konten yang tidak bias, jujur, dan bermanfaat.

Zummia.jpg
Zummia Fakhriani
Zummia adalah seorang penulis, penerjemah, dan jurnalis dengan spesialisasi pada topik blockchain dan kripto. Ia mengawali sepak terjang di industri kripto sebagai trader kasual sejak 2015. Kemudian, mulai berkiprah sebagai penerjemah profesional di industri sejak 2018 sembari mengenyam tahun ketiganya di program studi Sastra Inggris kala itu. Menyukai topik terkait DeFi, koin privasi, dan Web3.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori