Lihat lebih banyak

BPS Bakal Manfaatkan Teknologi Blockchain untuk Pengelolaan Data Penduduk

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Mulai tahun ini, Badan Pusat Statistik (BPS) bakal menggunakan teknologi blockchain untuk mengelola data kependudukan di Indonesia.
  • Hal itu sengaja dilakukan untuk menjaga akuntabilitas dan akurasi data.
  • Selain itu, lewat pemanfaatan teknologi baru tersebut sejarah data juga dapat tercatat dengan baik, sehingga sejarah data dapat dipertanggungjawabkan.
  • promo

Mulai tahun ini, Badan Pusat Statistik (BPS) bakal menggunakan teknologi blockchain untuk mengelola data kependudukan di Indonesia. Hal itu sengaja dilakukan untuk menjaga akuntabilitas dan akurasi data. Selain itu, lewat pemanfaatan teknologi baru tersebut sejarah data juga dapat tercatat dengan baik, sehingga sejarah data dapat dipertanggungjawabkan.

Kepala Badan Pusat Statistik, Margo Yuwono, mengungkapkan bahwa teknologi tersebut akan digunakan dalam platform digital Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) 2023. Platform yang dimaksudkan untuk menciptakan data tunggal dan kemudahan proses integrasi data antar kementerian dan lembaga itu merupakan bentuk keterlibatan BPS dalam arsitektur Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) nasional.

“Dengan teknologi blockchain, pemutakhiran data diharapkan bisa berjalan secara otomasi antar Kementerian dan Lembaga. Sehingga setiap mau digunakan, data bisa selalu update dan hal tersebut juga bisa membantu dalam proses pengambilan keputusan,” jelasnya dalam Launching Reformasi Birokrasi BPS Tahun 2023.

Lebih lanjut Margo menjelaskan bahwa implementasi teknologi digital dalam tubuh BPS bukanlah hal baru. Ia mengakui pemanfaatan teknologi tersebut banyak diadopsi dari praktik digital yang sudah digunakan oleh beberapa pemerintah daerah. Misalnya, Banyuwangi dengan platform Smart Kampung miliknya, wilayah DKI Jakarta dengan platform Carik Jakarta, lalu ada pula Sumedang yang mengembangkan E-Office Desa, serta wilayah Jembrana dengan platform Satu Data Dari Desa.

Demi memperkuat platform yang tengah dibangun, BPS juga melakukan pembinaan desa sebagai subjek pengelolaan data. Harapannya, masing-masing desa memiliki kemampuan untuk mengelola statistik. Dengan demikian, pada akhirnya akan bisa digunakan untuk pemenuhan kebutuhan di setiap desa.

Pemanfaatan Blockchain untuk Berbagai Aspek

Adopsi Teknologi Blockchain

Dalam sistem keuangan, teknologi blockchain juga bakal dimanfaatkan oleh Bank Indonesia lewat rencana peluncuran central bank digital currency (CBDC), yaitu rupiah digital. Meskipun sampai saat ini regulator masih dalam tahap mengeksplorasi berbagai desain arsitektur mata uang digital, namun beberapa pihak mendorong pemanfaatan distributed ledger technology (DLT) atau blockchain sebagai skema dalam peluncuran rupiah digital.

Chief Executive Officer (CEO) Indodax, Oscar Darmawan menyebut bahwa terdapat banyak kelebihan dari penggunaan DLT. Mulai dari sisi keamanan yang lebih baik hingga transparansi dan efisiensi.

“Fungsinya sebagai alat pembayaran ataupun alat tukar bisa jauh lebih efisien, transparan dan aman,” jelas Oscar.

Di samping itu, pemanfaatan blockchain ke depannya juga akan semakin luas. Pasalnya, tidak hanya sektor keuangan yang hanya menikmati teknologi anyar tersebut. Masuknya BPS merupakan bukti bahwa pemanfaatan teknologi blockchain bisa menjangkau banyak sektor.

Punya Potensi untuk Mengubah Dunia

Head of Frankfurt School Blockchain Center, Philip Sandner, mengungkapkan teknologi blockchain mampu menghubungkan ratusan juta orang dengan lebih efisien. Penyelesaian transaksi dalam sistem keuangan bisa diselesaikan dalam beberapa menit dan biaya yang jauh lebih murah.

Terlebih lagi, pengembangan blockchain tidak hanya berdampak pada kripto. Aset yang dipatok dengan aset riil, seperti stablecoin, juga bermunculan dan dianggap lebih bisa menjawab tantangan dalam hal pembayaran global.

“Diperkirakan, 38% dari pekerja lepas yang bekerja di sektor Web3 lebih menyukai menerima gajinya dalam bentuk aset kripto. Hal itu juga mendorong tren penggunaan kripto di seluruh dunia,“ ungkapnya.

Sandner menjelaskan bahwa teknologi blockchain memiliki potensi untuk mengubah kehidupan di seluruh dunia. Dengan mendorong inklusi keuangan bagi pekerja yang tidak memiliki akses ke sektor perbankan, akan membawa dampak yang sangat luas bagi kehidupan mereka.

Menariknya, Sandner mengatakan pengembangan teknologi yang sampai saat ini masih berlangsung itu akan menyebabkan efek lebih positif untuk pekerja yang berada di wilayah negara berkembang.

Bagaimana pendapat Anda tentang langkah BPS untuk memanfaatkan blockchain sebagai alat pengelolaan data penduduk? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

BIC_userpic_sb-49-profil.jpg
Adalah seorang penulis dan editor yang pernah berkiprah di banyak media ekonomi dan bisnis. Memiliki pengalaman 7 tahun di bidang konten keuangan, bursa dan startup. Percaya bahwa blockchain dan Web3 akan menjadi peta jalan baru bagi semua sektor kehidupan
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori