Lihat lebih banyak

Cari Tambahan Likuiditas, DCG Dikabarkan Jual Saham Grayscale dengan Harga Diskon

2 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Digital Currency Group (DCG), induk perusahaan Genesis, dilaporkan sudah menjual sebagian sahamnya di Grayscale Bitcoin Trust dengan harga diskon.
  • Menariknya, salah satu opsi yang juga bakal dijalankan oleh DCG untuk meringankan beban keuangannya adalah dengan melepas kepemilikan sahamnya di Genesis Global Trading ke Genesis Holdco.
  • Selain berupaya membantu Genesis untuk keluar dari jurang kebangkrutan lewat penjualan aset, DCG juga dimintai tanggung jawab oleh crypto exchange asal Belanda, yakni Bitvavo.
  • promo

Kasus kebangkrutan yang melanda Genesis, salah satu entitas usaha Digital Currency Group (DCG), memaksa perusahaan untuk melakukan banyak manuver dalam bisnisnya. Betapa tidak, demi memulihkan dana yang nyangkut di DCG, baik itu sebagai induk usaha maupun utang yang dimiliki entitas usahanya, perusahaan sampai harus melepas kepemilikan sahamnya di beberapa anak usaha. Seperti yang dilaporkan Financial Times, perusahaan yang dipimpin oleh Barry Silbert itu disebut sudah menjual sahamnya di Grayscale Bitcoin Trust dengan harga diskon.

Jika mengacu pada data pasar, pada hari ini (8/2), kapitalisasi pasar Grayscale Bitcoin Trust (BTC) berada di level US$8,41 miliar. Harga perdagangan saham perusahaan juga sedang berada di tren bullish dengan kenaikan harga sebesar 48,17% sejak awal tahun sampai dengan saat ini. Namun, bila melihat pergerakannya selama 1 tahun ke belakang, harga saham perusahaan sudah terjungkal 61,24%.

Meskipun tidak menyebutkan harga penjualannya, namun yang jelas aksi tersebut terpaksa dilakukan untuk bisa membayar dana kreditur atas kebangkrutan Genesis yang mencapai lebih dari US$3 miliar. Selain itu, DCG juga disebut menjual kepemilikan saham yang lebih kecil di Grayscale Litecoin Trust, Bitcoin Cash Trust, Ethereum Classic Trust dan juga Digital Large Cap Fund.

“DCG juga sudah menjual seperempat saham miliknya dalam Grayscale Ethereum Fund dan berhasil mendapatkan US$22 juta dalam beberapa perdagangan sejak 24 Januari. Perusahaan menjual dengan harga US$8 per saham, padahal masing-masing saham mengklaim memiliki harga sekitar US$16 per Ether,” tulis laporan tersebut.

Akan tetapi, jika melihat total kewajiban yang harus dibayarkan pada salah satu krediturnya saja, yaitu Gemini, jumlah tersebut masih sangat jauh dari nilai US$900 juta yang harus dipulihkan dalam produk Gemini Earn.

Tekanan Keuangan Cukup Berat

Selain berupaya membantu Genesis untuk keluar dari jurang kebangkrutan lewat penjualan aset, DCG juga dimintai tanggung jawab oleh crypto exchange asal Belanda, yakni Bitvavo. Perusahaan mengklaim bahwa DCG bertanggung jawab atas dana sebesar 280 juta euro atau lebih dari Rp4 triliun.

Dana tersebut merupakan dana pinjaman yang awalnya diberikan pada entitas DCG yang saat ini tengah dalam perlindungan kebangkrutan Bab 11, Genesis Global Capital. Meskipun pihak DCG menganggap bahwa entitas yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut adalah Genesis, namun Bitvavo tetap bersikukuh bahwa dana yang belum dibayarkan kembali itu mengacu pada DCG dan entitas anaknya.

Sengkarut yang terjadi belakangan ini merupakan imbas dari kegagalan crypto exchange yang dimiliki oleh Sam-Bankman Fried (SBF), FTX. Karena sejak runtuhnya kerajaan bisnis tersebut, banyak platform crypto termasuk di dalamnya Genesis, yang menjadikan FTX sebagai mitra untuk memberikan pinjaman dan menaruh sebagian dananya terseret dalam pusaran kebangkrutannya.

Menariknya, salah satu opsi yang juga bakal dijalankan oleh DCG untuk meringankan beban keuangannya adalah dengan melepas kepemilikan sahamnya di Genesis Global Trading ke Genesis Holdco.

Bagaimana Nasib Investor DCG?

Barry Silbert adalah pendiri Genesis Trading yang terafiliasi dengan Digital Currency Group (DCG)

Beberapa pihak menganggap bahwa apa yang dihadapi oleh DCG sedikit banyak akan memengaruhi investor yang ada di belakangnya. Seperti diketahui, banyak entitas besar yang mendukung bisnis DCG; mulai dari Bain Capital, Softbank, Ribbit Capital hingga CapitalG Alphabet.

Hal terburuk yang mungkin terjadi adalah berkurangnya kepemilikan saham mereka di DCG alias terdilusi. Terlebih lagi, DCG juga sudah mengumumkan bahwa perusahaan menangguhkan pemberian dividen triwulanan sampai informasi lebih lanjut.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

BIC_userpic_sb-49-profil.jpg
Adalah seorang penulis dan editor yang pernah berkiprah di banyak media ekonomi dan bisnis. Memiliki pengalaman 7 tahun di bidang konten keuangan, bursa dan startup. Percaya bahwa blockchain dan Web3 akan menjadi peta jalan baru bagi semua sektor kehidupan
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori