Genjot Adopsi Web3 di Korea Selatan, DWF Labs Gandeng Marblex

28 November 2022, 15:25 WIB
Diperbarui oleh Lynn Wang
28 November 2022, 17:31 WIB
Ringkasan
  • DWF Labs baru saja mengikat kerja sama dengan pengembang gim berbasis blockchain asal Korea Selatan, yaitu Marblex.
  • Dalam kolaborasi tersebut, DWF Labs mengaku siap menggelontorkan dana investasi jutaan dolar demi mendorong pengembangan ekosistem Web3.
  • Terkait kondisi pasar kripto yang sedang kurang kondusif akibat insiden FTX, Managing Partner DWF Labs mengaku hal tersebut memiliki dampak minimal terhadap laju perusahaan.

DWF Labs, perusahaan modal ventura yang berfokus pada Web3, baru saja mengikat kerja sama dengan pengembang gim berbasis blockchain asal Korea Selatan, yaitu Marblex. Kemitraan ini merupakan sinergitas pertama yang terbangun sejak perusahaan menancapkan bisnisnya di Korea pada pekan lalu.

Dalam kolaborasi tersebut, DWF Labs mengaku siap menggelontorkan dana investasi sebesar 6 digit alias jutaan dolar demi mendorong pengembangan ekosistem Web3. Untuk dipahami, Marblex sendiri merupakan salah satu entitas usaha dari Netmarble, yang merupakan pengembang gim kawakan global. Netmarble sejauh ini telah hosting berbagai gim; seperti A3: Still Alive dan Ni no Kuni: Cross Worlds.

Managing Partner DWF Labs, Andrei Grachev, mengungkapkan kerja sama ini merupakan tonggak penting dalam strategi investasi perusahaan.

“Perseroan optimistis terhadap kinerja jangka panjang dari keseluruhan industri dan ekosistem Web3,” jelasnya. 

Kuat dugaan, ekspansi perusahaan di Negeri Ginseng tersebut tidak hanya berhenti di situ. Pasalnya, dalam rencana pengembangan usahanya, DWF Labs juga bermaksud untuk menawarkan lebih banyak investasi guna proses pembuatan pasar kripto dan solusi transaksi over the counter (OTC).

Perwakilan DWF Labs di Korea Selatan, Angus Chung, menambahkan bahwa Korea merupakan salah satu wilayah yang mengalami perkembangan kripto tercepat di kancah global. Hal itu pula yang menjadikan salah satu alasan DWF Labs untuk membangun kantor ke 5 di area tersebut.

Head of Regional Sales Korea for Market Making & Investments, Harvey Kim, mengatakan meskipun kinerja aset kripto selama 10 bulan terakhir masih melandai, namun ekosistem Web3 di Asia masih hidup.

“Utamanya di Korea, ada banyak proyek yang terus bermunculan untuk membangun dan berinovasi pada produknya dengan memanfaatkan teknologi web 3,” tambah Kim.

Pasar Runtuh Tidak Memengaruhi DWF Labs

Keruntuhan pasar kripto yang dipicu oleh kegagalan FTX juga tidak menyurutkan langkah perusahaan untuk terus mengembangkan sayap bisnisnya. Andrei Grachev menjelaskan insiden yang terjadi belakangan ini berdampak minimal terhadap DWF Labs.

Hal tersebut disebut merupakan buah dari kuatnya manajemen risiko yang diterapkan oleh perusahaan. Untuk itu, perseroan mengaku siap untuk membantu perusahaan yang terkena dampak dari kegagalan FTX. Walau tidak menjelaskan secara gamblang bentuk bantuan yang disiapkan, tetapi yang jelas DWF Labs tidak mengendurkan investasinya sedikit pun saat pasar sedang melambat.

Perusahaan terus melakukan investasi di berbagai putaran pendanaan, baik itu investasi modal ventura ataupun investasi di pasar sekunder. Hal itu belum termasuk investasi jangka pendek yang belum diumumkan sebesar US$35 juta.

Partner di DWF Labs, Heng Yu Lee, menuturkan portofolio investasi perusahaan berkembang menjadi lebih dari 50 proyek berbasis Web3 dalam kurun waktu satu tahun. Terlepas dari iklim pasar saat ini, DWF Labs mengaku akan terus berinvestasi dan membuka diri terhadap perusahaan Web3 yang membutuhkan dana.

Sebagai catatan, pada pekan lalu, DWF Labs juga sudah melakukan injeksi sebesar US$10 juta untuk membangun ekosistem TON. Mulai dari pengembangan token, pembuatan pasar, dan exchange listing.

Memanfaatkan Momentum Pasar

Selain DWF Labs, perusahaan kripto lainnya, seperti Binance, juga dikabarkan siap untuk menyelamatkan aset kripto yang bermasalah. Kendati menyatakan mundur dari kesepakatan dengan FTX, namun Binance dalam laman resminya menjelaskan bahwa perusahaan telah membangun industry recovery initiative (IRI) bersama dengan perusahaan lain untuk mendukung masa depan Web3.

Dalam tahap awal, perusahaan siap mengalokasikan dana sebesar US$1 miliar. Namun, ke depannya, jumlah tersebut akan ditingkatkan menjadi US$2 miliar, jika memang dibutuhkan. Beberapa perusahaan kripto lain sudah menyatakan komitmennya; antara lain: Jump Crypto, Polygon Ventures, Aptos Labs, Animoca Brands, GSR, Kronos dan Brooker Group dengan total komitmen awal sebesar US$50 juta.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.