Lihat lebih banyak

Harga Bitcoin Ngacir, Volume Perdagangan Kripto Robinhood Melejit 75%

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Dalam laporannya ke SEC, Robinhood mengakui pada volume perdagangan kripto pada November kemarin naik 75% dari bulan sebelumnya.
  • Mulai naiknya harga Bitcoin (BTC) dipercaya menjadi salah satu pemicu kembali bergairahnya bisnis aset digital Robinhood.
  • Merespon berbagai pencapaian perusahaan, pada perdagangan kemarin (4/12), harga saham Robinhood (HOOD) sudah terapresiasi 2,47% ke level US$9,55.
  • promo

Kinerja Robinhood di bulan November kembali moncer. Menurut laporan ke Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC), volume perdagangan aset kripto Robinhood pada periode tersebut lebih tinggi 75% dari bulan sebelumnya. Mulai naiknya harga Bitcoin (BTC) dipercaya menjadi salah satu pemicu kembali bergairahnya bisnis aset digital Robinhood.

Meskipun Robinhood belum merilis data operasionalnya secara lengkap, namun hal tersebut membawa optimisme tersendiri. Pasalnya, sejak beberapa kuartal ke belakang, pendapatan Robinhood dari layanan kripto terus mengalami penyusutan.

Pada kuartal pertama tahun ini, pendapatan Robinhood dari transaksi aset digital luntur 29,62% menjadi US$38 juta. Kemudian, hal itu berlanjut di kuartal dua, dengan penurunan sebesar 18% menjadi US$31 juta. Lalu, di kuartal ketiga kemarin, tren tersebut masih berlanjut. Pendapatan Robinhood dari transaksi kripto dalam kurun tersebut hanya mencapai US$23 juta.

Di sisi lain, Robinhood mengakui bahwa volume perdagangan ekuitas dan opsi sejalan dengan periode Oktober kemarin.

Harga Bitcoin sudah Mendaki Hampir 20%

Selama 30 hari kebelakang, harga Bitcoin (BTC) di pasar spot sudah berhasil mendaki 18,50%. Tepatnya dari US$35.285 di 5 November menembus level US$41.800 pada perdagangan hari ini (5/12).

Beberapa pihak menduga bahwa hal tersebut terjadi seiring dengan adanya optimisme bahwa The Fed bakal mulai mengakhiri rezim suku bunga tingginya di tahun 2024 mendatang. Di samping itu, pelaku pasar juga menyambut riuh potensi persetujuan exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot di AS, yang pada akhirnya membuat pergerakan investasi kripto kembali bergairah.

Chief Executive Officer (CEO) Robinhood, Vlad Tenev, mengatakan ketika investor retail menyadari segmen tertentu tengah mengalami reli, maka akan muncul gelombang besar, khususnya yang berhubungan dengan kripto.

“Apa yang cenderung terjadi adalah, ketika harga Bitcoin mendekati titik tertinggi sepanjang masa, pemberitaan bakal meningkat,” jelas Tenev.

Robinhood Bakal Selami Pasar Inggris

Seakan tidak ingin kehilangan momentum, Robinhood pun memantapkan dirinya untuk memasuki pasar Inggris dan Eropa sebagai langkah ekspansi.

Melalui keterangan resminya pada akhir November kemarin, Robinhood mengatakan bakal merilis platform perdagangan saham di Inggris pada awal tahun 2024 mendatang. Aksi tersebut merupakan upaya ketiga Robinhood dan langkah awalnya untuk memperluas jejaknya di luar wilayah Amerika Serikat.

Berdasarkan laporan CNBC, kali ini, Robinhood optimistis bisa menancapkan bisnisnya di sana, dengan menyediakan perdagangan terhadap 6.000 saham AS selama 24 jam di setiap hari kerja.

Robinhood bahkan rela meningkatkan total belanja modalnya menjadi US$2,39 miliar hingga US$2.43 miliar sampai akhir tahun ini demi memuluskan beragam ambisinya. Jumlah tersebut lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya yang mencapai US$2,33 miliar hingga US$2,41 miliar.

Sebelumnya, di tahun 2019, Robinhood sudah sempat berniat untuk masuk ke Inggris. Namun, mereka menundanya secara sepihak, dengan alasan adanya peningkatan permintaan dari wilayah AS.

Selanjutnya, pada tahun 2022, Robinhood mencoba kembali masuk ke pasar yang sama dengan cara anorganik, yakni dengan mengakuisisi entitas kripto Ziglu. Akan tetapi, lagi-lagi upaya tersebut gagal, karena tidak mencapai kesepakatan.

Saham Robinhood Sumringah

Merespon berbagai pencapaian perusahaan, harga saham Robinhood (HOOD) bergerak lincah. Pada perdagangan kemarin (4/12), harga saham HOOD sudah terapresiasi 2,47% ke level US$9,55.

Meskipun angkanya masih jauh dari saat IPO di 2021 lalu, yaitu US$35,55, tetapi hal tersebut sudah menunjukkan perbaikan. Jika kita lihat secara year-to-date (YTD), saham Robinhood sudah terkerek 18,19% sejak awal Januari lalu.

Vlad Tenev menambahkan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan harga saham HOOD seiring berjalannya waktu.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Februari 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

BIC_userpic_sb-49-profil.jpg
Adalah seorang penulis dan editor yang pernah berkiprah di banyak media ekonomi dan bisnis. Memiliki pengalaman 7 tahun di bidang konten keuangan, bursa dan startup. Percaya bahwa blockchain dan Web3 akan menjadi peta jalan baru bagi semua sektor kehidupan
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori