Lihat lebih banyak

Last Week [in] Crypto: Kraken ‘Dipaksa’ Hentikan Crypto Staking; Co-founder 3AC Perkenalkan Open Exchange (OPNX)

7 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Redaksi BeInCrypto telah mengumpulkan sejumlah berita terhangat dari dunia kripto selama sepekan terakhir pada 6 hingga 12 Februari 2023.

Jangan lupa ikuti terus newsletter kami dan dapatkan kumpulan berita kripto terkini.

a16z Tolak DEX Uniswap Hadir di Jaringan BNB Chain lewat Wormhole Bridge

Andreessen Horowitz (a16z), perusahaan modal ventura (venture capital / VC), memberikan suara mereka untuk menentang proposal akhir yang membuat Uniswap v3 dapat tersedia di BNB Chain menggunakan Wormhole bridge.

Proposal tata kelola untuk menerapkan iterasi terbaru dari decentralized exchange (DEX) itu pada jaringan BNB Chain diajukan pada hari Kamis (2/2) oleh 0xPlasma Labs atas nama komunitas Uniswap. Hal ini dapat terjadi setelah lulus pemeriksaan dengan 20 juta (80,28%) suara setuju dan 4,9 juta (19,72%) suara memilih tidak.

Pada hari Minggu (5/2), a16z menggunakan 15 juta kepemilikan native token Uniswap (UNI) mereka untuk memberikan suara yang menentang langkah menghadirkan Uniswap pada BNB Chain lewat Wormhole bridge.

Meski begitu, pada hari Minggu (12/2) ini, sebaanyak 56,89% telah menyetujui proposal itu dan yang menolak hanya mencapai 33,57%.

Binance Hentikan Sementara Transfer Bank dalam Bentuk Dolar AS sejak 8 Februari

Binance.com, crypto exchange terbesar di dunia, pada hari Senin (6/2) mengumumkan bahwa mereka akan menangguhkan sementara transfer bank dalam dolar Amerika Serikat (AS) yaitu USD mulai 8 Februari mendatang.

Pihak Binance mengatakan bahwa hanya sebagian kecil dari pengguna mereka yang akan terpengaruh oleh aksi terbaru ini.

“Kami bekerja keras untuk memulai kembali layanan ini sesegera mungkin. Semua metode lain untuk membeli dan menjual kripto tetap tidak terpengaruh,” jelas pihak Binance.

PBB: Korea Utara Curi Lebih Banyak Kripto pada Tahun 2022

Pemerintah AS Ingatkan Perihal Perekrutan Online Tenaga TI dari Korea Utara

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan bahwa Korea Utara mencuri lebih banyak aset kripto pada 2022 daripada tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, negara yang dipimpin oleh Kim Jong-un ini menargetkan jaringan perusahaan pertahanan dan kedirgantaraan asing.

Pemantau sanksi mengatakan bahwa Korea Selatan memperkirakan bahwa peretas yang terkait dengan Korea Utara mencuri kripto senilai US$630 juta pada tahun 2022. Sementara itu, sebuah perusahaan keamanan siber menilai bahwa kejahatan siber Korea Utara menghasilkan uang senilai lebih dari US$1 miliar.

Signature Bank Dituduh ‘Memfasilitasi Penipuan’ yang Dilakukan FTX

Signature Bank, yang terkenal ramah terhadap pelaku industri kripto, kini dituduh memfasilitasi praktik penipuan crypto exchange FTX dengan mengizinkan kerajaan kripto Sam Bankman-Fried (SBF) untuk menggabungkan akun pelanggan.

Dalam sebuah gugatan yang diajukan oleh perusahaan investasi Statistica Capital Ltd. di pengadilan federal, Manhattan, AS, pada hari Senin (6/2), Signature Bank dituduh melakukan hal itu meskipun mereka telah mengamati transfer FTX yang mencurigakan melalui jaringan pembayaran blockchain Signet.

Donasi Kripto untuk Korban Gempa Turki Mencapai Lebih dari US$9 Juta

Kripto Turki

Merespon kehancuran yang disebabkan oleh gempa bumi yang melanda Turki dan wilayah sekitarnya (termasuk bagian barat Suriah) pada hari Senin (6/2) kemarin, sejumlah perusahaan kripto dan inisiatif lainnya mengumpulkan donasi yang secara total mencapai lebih dari US$9 juta (Rp136,1 miliar).

Binance mengumumkan akan mengirimkan token BNB senilai US$100, dengan total US$5 juta, kepada semua pengguna crypto exchange itu yang teridentifikasi tinggal di wilayah yang paling terkena dampak.

Selain Binance, akun Twitter WuBlockchain melaporkan bahwa sejumlah crypto exchange lain turut meluncurkan donasi bagi korban bencana alam di Turki.

Menariknya, bintang rock Turki, Haluk Levent, dan organisasi amal Ahbap pada hari Selasa (7/2) membuat crypto wallet di BNB Chain, Ethereum, hingga Avalanche, untuk menerima donasi dari komunitas kripto.

Lewat penggalangan dana ini, Avalanche Foundation memberikan donasi US$1 juta dalam bentuk AVAX. Berdasarkan pantauan di Nansen, penggalangan dana itu saat ini telah mengumpulkan kripto sekitar US$2,7 juta.

Arab Saudi Gandeng The Sandbox Genjot Proyek Metaverse

Ambisi Arab Saudi untuk menjadi pusat dari inovasi keuangan digital, khususnya kripto, perlahan mulai diwujudkan. Salah satu negara yang ada di kawasan teluk itu baru saja menjalin kerjasama dengan pengembang metaverse The Sandbox untuk menggarap proyek virtual. Kuat dugaan, jalinan sinergitas tersebut dimaksudkan untuk mengakselerasi proyek pembangunan Mega City, NEOM yang memang sarat akan teknologi canggih di atas Laut Merah.

Co-founder sekaligus Chief Operating Officer (COO) The Sandbox, Sebastien Borget, mengungkapkan bahwa perusahaan baru saja menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan Saudi Arabia Digital Government Authority (DGA) untuk melakukan eksplorasi, konsultasi dan mengembangkan metaverse.

WeTransfer Jalin Kolaborasi dengan Platform Blockchain, Pengguna Bisa Buat NFT dari Smartphone

Lebih dari Setengah Perdagangan NFT di 2022 adalah Wash Trading

WeTransfer, layanan berbagi file digital yang populer, pada hari Selasa (7/2) dilaporkan bermitra dengan platform blockchain Minima untuk memungkinkan pengguna membuat non-fungible token (NFT) langsung dari smartphone mereka.

Kemitraan dengan WeTransfer dinilai akan memungkinkan pengguna blockchain untuk berbagi aset digital mereka dan mengumpulkan pendapatan secara efisien.

Genjot Bisnis Kripto, Neo-Banking Revolut Rilis Layanan Staking di Inggris

Revolut, sebuah platform neo-banking asal Inggris, terus melebarkan sayap bisnis aset digitalnya. Setelah secara resmi merilis layanan jual beli kripto pada 2017, sekarang Revolut melangkah lebih jauh dengan meluncurkan fitur staking bagi pelanggan yang ada di wilayah Inggris dan Eropa.

Lewat aksi tersebut, perusahaan makin memantapkan diri sebagai lembaga perbankan yang menjadikan kripto sebagai bisnis utama perusahaan.

Bukan Bitcoin, Inggris Perkenalkan CBDC ‘Britcoin’

Inggris selangkah lebih dekat untuk meluncurkan mata uang digital bank sentral atau central bank digital currency (CBDC) mereka usai merilis makalah konsultasi yang menjelaskan tentang pound digital (e-GBP) atau yang dijuluki oleh sejumlah pihak sebagai ‘Britcoin‘.

Makalah konsultasi setebal 116 halaman itu dirilis pada hari Selasa (7/2) oleh Bank of England (BoE), selaku bank sentral Inggris, dan Departemen Keuangan Inggris. Sebuah working paper teknologi juga dirilis untuk menggali pertimbangan desain teknis dan ekonomi dari proyek itu.

Selain Ajukan Kebangkrutan, Operator Crypto ATM Coin Cloud Punya Utang Sekitar US$100 Juta ke Genesis

Ilustrasi ATM Kripto

Cash Cloud Inc., perusahaan yang mengelola operator ATM kripto Coin Cloud yang beroperasi di AS hingga Brasil, dilaporkan telah mengajukan perlindungan kebangkrutan Bab 11 di Pengadilan Kepailitan untuk distrik Nevada.

“Kami mengumumkan hari ini bahwa perusahaan kami telah mengajukan reorganisasi Bab 11. Keputusan ini akan memungkinkan kami untuk mengelola kembali utang kami, melindungi kepentingan kreditur kami, serta muncul sebagai perusahaan yang lebih kuat dan lebih stabil secara finansial,” kata founder, CEO, dan presiden Coin Cloud, Chris McAlary, pada hari Rabu (8/2).

Tarik Simpati Crypto Miner, Rusia Bangun Mining Facility Senilai Rp186 Miliar

Pemerintah Rusia berupaya menarik simpati dari crypto miner yang terus disudutkan karena tuduhan pemborosan energi. Baru-baru ini, JSC Corporation, yang merupakan bagian dari Development of the Far East and the Arctic (KRDV), mengaku bakal membangun fasilitas mining senilai 900 juta rubel atau sekitar Rp186,93 miliar yang berada di wilayah Buryatia, Siberia Timur, Rusia.

KRDV sendiri merupakan perusahaan yang berada di bawah Kementerian Pembangunan Timur Jauh dan Arktik dan Perwakilan Presiden Federasi Rusia di Distrik Federal Timur Jauh. Menurut penjelasan, proyek tersebut akan sepenuhnya didukung pemerintah sebagai bagian dari implementasi proyek investasi di wilayah far east dan Kutub Utara.

Kraken Hentikan Layanan Crypto Staking dan Bayar Denda ke SEC Sebesar Rp454,35 Miliar

Kraken, salah satu crypto exchange besar di AS, akan segera mengakhiri layanan crypto staking mereka bagi pelanggan di Negeri Paman Sam. Selain itu, Kraken membayar US$30 juta (Rp454,35 miliar) untuk menyelesaikan tuduhan yang dilayangkan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) bahwa produk itu melanggar aturan yang ada.

SEC menuduh Kraken gagal mendaftarkan penawaran dan penjualan  produk crypto staking mereka. Cara kerja layanan ini, investor mentransfer aset kripto mereka kepada Kraken untuk disimpan dalam program dengan imbalan keuntungan investasi tahunan yang diiklankan mencapai 21%. Untuk menyelesaikan tuntutan dari SEC, Kraken setuju membayar denda untuk pelunasan, bunga prasangka, dan penalti perdata.

Layanan Crypto Staking Jadi Target SEC, Coinbase Akan Beri Perlawanan

Ilustrasi Brian Armstrong, CEO Coinbase | BeInCrypto

Coinbase, salah satu crypto exchange terbesar di AS, menyebut bahwa tindakan terhadap Kraken tidak akan memengaruhi program crypto staking mereka. Pihak Coinbase disebut bersedia untuk melawan tindakan yang diambil oleh SEC terkait persoalan itu.

Chief Legal Officer (CLO) Coinbase, Paul Grewal, mengatakan bahwa program crypto staking di Coinbase terus tersedia dan aset staking terus mendapatkan reward dari protokol.

“Poin yang jelas adalah Kraken pada dasarnya menawarkan sebuah produk yield. Layanan crypto staking Coinbase pada dasarnya berbeda dan bukan sekuritas [efek],” terang Paul Grewal.

Regulator New York sedang Selidiki Penerbit Stablecoin BUSD dan USDP

Paxos Trust, pihak yang menerbitkan stablecoin Binance USD (BUSD), dikabarkan sedang diselidiki di AS dalam eskalasi peraturan terbaru yang menyasar sektor aset kripto.

Berdasarkan laporan Bloomberg pada hari Jumat (10/2), Departemen Layanan Keuangan Negara Bagian New York (NYDFS) baru-baru ini mulai menyelidiki Paxos. Sumber yang mengetahui persoalan ini mengatakan bahwa ruang lingkup investigasi terhadap Paxos masih belum jelas.

Crypto Exchange Open Exchange (OPNX) Buatan Co-founder 3AC & CoinFLEX Resmi Diperkenalkan

Ilustrasi 3AC | BeInCrypto

Co-founder dari hedge fund kripto Three Arrows Capital (3AC) bekerja sama dengan co-founder dari crypto yield platform CoinFLEX untuk mendirikan Open Exchange (OPNX).

Resmi diperkenalkan pada hari Kamis (9/2) dengan tujuan menjadi centralized crypto exchange (CEX) paling transparan, Open Exchange, yang sebelum disebut akan bernama GTX, akan dimulai sebagai marketplace publik pertama di dunia yang menawarkan crypto claim trading dan produk derivatives.

Crypto claim dimaksudkan bagi mereka yang memiliki aset atau uang yang terperangkap di sejumlah platform kripto yang mengalami masalah. Disebutkan bahwa OPNX adalah tempat bagi para pelanggan yang memiliki klaim di FTX, Genesis, Celsisus, BlockFi, Voyager, 3AC, Hodlnaut, Mt. Gox, Vauld, hingga Zipmex.

Bagaimana pendapat Anda tentang berita kripto selama sepekan ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan berita terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024
Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024
Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_14-1.jpg
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di dunia kripto.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori