Lihat lebih banyak

Performa Bitcoin di Tahun 2023 Ungguli Emas, Saham, dan Aset Populer Lainnya

3 mins
Oleh Vu00edctor Zapata
Diterjemahkan Zummia Fakhriani
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Performa Bitcoin telah kembali ke pijakan yang kokoh sepanjang tahun 2023, dengan kenaikan mencapai 108%.
  • Selama beberapa tahun terakhir, Bitcoin telah mencatatkan return yang beragam di bulan November, dengan tahun 2020 menjadi periode positif terakhir dalam rentang tersebut.
  • Google Bard, chatbot bertenaga AI, mengatakan bahwa harga Bitcoin di bulan November dapat berkisar antara US$33.900 hingga US$41.900.
  • promo

Performa Bitcoin (BTC) telah kembali ke jalur yang solid selama tahun 2023, periode di mana Bitcoin telah naik sebesar 108%. Tak ayal, persentase ini pun membuat Bitcoin menjadi aset dengan kinerja yang lebih unggul daripada saham Apple (30%), Nasdaq (30%), emas, dan S&P500. Selain itu, kinerjanya juga lebih baik daripada Ethereum (ETH).

Tahun lalu, Bitcoin mengalami penurunan sebesar 64%. Hal ini sebagian disebabkan oleh serangkaian skandal dan kebangkrutan di industri kripto.

Meski begitu, kebangkitan yang tak terduga muncul dari Nvidia, yang telah merasakan keajaiban tahun ini. Berkat dorongan dari naiknya popularitas artificial intelligence (AI), Nvidia berhasil mencatat kenaikan 185%. Namun, terlepas dari itu, performa aset kripto telah berhasil melampaui semua kelas aset yang ada sejauh ini.

Alasan di Balik Kinerja Bitcoin pada 2023

Salah satu penjelasan di balik kinerja menakjubkan Bitcoin sejauh ini di tahun 2023 adalah berkaitan dengan meningkatnya ekspektasi bahwa Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) akan mengesahkan exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot, yang memungkinkan investasi langsung ke aset kripto pionir itu.

Terkait hal ini, Darius Tabatabai, selaku co-founder decentralized exchange (DEX) Vertex Protocol membagikan pendapatnya kepada Perfil.

“Sentimennya jelas bullish karena semakin banyak sinyal [yang] mulai mengungkapkan kemungkinan listing ETF Bitcoin yang akan segera terjadi di Amerika Serikat. Bull kembali dengan sekuat tenaga dan membawa optimisme yang sangat dibutuhkan untuk pasar yang sudah cukup suram selama beberapa waktu.”

Darius Tabatabai, co-founder Vertex Protocol

Kemudian, alasan lain yang pastinya telah berdampak adalah keputusan kebijakan moneter baru-baru ini dari Federal Reserve (The Fed). Bank sentral AS telah memutuskan untuk menetapkan jeda untuk pertemuan kedua kalinya secara berturut-turut dan membiarkan tingkat suku bunga tetap di kisaran 5,25% – 5,5%, sesuai yang diharapkan oleh konsensus. Langkah ini tidak hanya mendorong harga kripto, tetapi juga ekuitas AS.

Selanjutnya, alasan ketiga mungkin terkait dengan ketakutan. Di tengah kondisi ketidakpastian yang terjadi, beberapa investor mencoba untuk memvariasikan pergerakan mereka guna mendiversifikasi portofolio mereka. Sementara itu, sebagian yang lain mencari aset yang lebih “aman”. Di sinilah Bitcoin masuk sebagai jenis tempat perlindungan digital yang kokoh (safe haven).

Bitcoin performance compared to other performances during 2023.
Perbandingan performa Bitcoin dengan aset lainnya selama 2023 | Sumber: ecoinometrics

Temukan informasi kurs harga 1 BTC dalam rupiah secara real-time di fitur konversi BeInCrypto.

Mengukur Potensi Pergerakan Harga BTC di Bulan November

Ketika ditanyai perihal potensi pergerakan Bitcoin, Google Bard, salah satu chatbot bertenaga AI yang populer, mengungkapkan bahwa harga Bitcoin pada bulan November dapat berkisar kira-kira antara US$33.900 hingga US$41.900.

Menurut data dari Coinglass, terakhir kali Bitcoin menutup bulan November dengan harga yang lebih tinggi adalah pada tahun 2020, dengan return sebesar +42,95%.

Selama beberapa tahun terakhir, Bitcoin telah menyaksikan return yang bervariasi pada bulan November. Pada tahun-tahun; seperti 2018, 2019, 2021, dan 2022, BTC mengalami penurunan masing-masing sebesar -36,57%, -17,27%, -7,11%, dan -16,23%. Sebaliknya, dari tahun 2013 hingga 2017 dan pada tahun 2020, harga Bitcoin menutup bulan November di zona hijau.

Pada saat penulisan, nilai 1 BTC adalah US$34.308. Meskipun angka tersebut setara dengan penurunan 3,3% selama 24 jam terakhir, namun dalam kurun waktu 30 hari ke belakang, BTC sudah terapresiasi lebih dari 24%.

Grafik harga Bitcoin (BTC) selama 7 hari ke belakang | Sumber: BeInCrypto

Selain itu, saat ini, Bitcoin masih mempertahankan posisinya sebagai aset kripto nomor 1 di pasaran. Perlu diingat bahwa harga tertinggi aset kripto ini sebelumnya tercatat pada November 2021 di sekitar US$69.000.

Bagaimana pendapat Anda tentang perbandingan antara performa Bitcoin, emas, saham, dan aset-aset lainnya di tahun ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

Zummia.jpg
Zummia Fakhriani
Zummia adalah seorang penulis, penerjemah, dan jurnalis dengan spesialisasi pada topik blockchain dan kripto. Ia mengawali sepak terjang di industri kripto sebagai trader kasual sejak 2015. Kemudian, mulai berkiprah sebagai penerjemah profesional di industri sejak 2018 sembari mengenyam tahun ketiganya di program studi Sastra Inggris kala itu. Menyukai topik terkait DeFi, koin privasi, dan web3.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori