Lihat lebih banyak

Badai PHK Belum Berhenti, Crypto.com Pangkas 20% Karyawan

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Crypto.com mengumumkan pada hari Jumat (13/1) bahwa mereka memberhentikan 20% dari total karyawan globalnya.
  • Sebelumnya, Crypto.com telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 260 karyawan pada Juni 2022.
  • Kris Marszalek, co-founder dan CEO Crypto.com, mengatakan bahwa keputusan terbaru ini dibuat untuk fokus pada manajemen keuangan yang hati-hati dan memposisikan perusahaan untuk kesuksesan jangka panjang.
  • promo

Crypto.com, platform jual-beli kripto dan layanan terkait lainnya, mengumumkan pada hari Jumat (13/1) bahwa mereka memberhentikan 20% dari total karyawan globalnya. Sebelumnya, Crypto.com telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 260 karyawan pada Juni 2022.

Kris Marszalek, co-founder dan CEO Crypto.com, mengatakan bahwa keputusan terbaru ini dibuat untuk fokus pada manajemen keuangan yang hati-hati dan memposisikan perusahaan untuk kesuksesan jangka panjang.

Berdasarkan pantauan di CoinGecko, harga token kripto Cronos (CRO) yang terafiliasi dengan Crypto.com naik sekitar 0,1% dalam 1 jam terakhir; naik sekitar 3,2% dalam 24 jam terakhir; dan naik sekitar 13,8% dalam 7 hari terakhir.

Kabar ini datang beberapa hari setelah Coinbase dan Blockchain.com turut mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK). Coinbase pada hari Selasa (10/1) memberhentikan sekitar 950 karyawannya. Sementara Blockchain.com mengatakan pada hari Kamis (12/1) akan memangkas sekitar 110 orang yang merupakan 28% dari total seluruh karyawannya.

Sebelumnya, pada 6 Januari kemarin, Huobi mengumumkan akan melakukan PHK sekitar 20% dari total karyawannya. Secara total, diperkirakan ada 28.034 pekerja Huobi yang telah kehilangan pekerjaan mereka sejak 4 April 2022 hingga 10 Januari 2023.

Alasan Lakukan PHK

Crypto.com menegaskan bahwa pemangkasan jumlah karyawan tidak terkait dengan kinerja mereka. Ada beberapa faktor berperan dalam keputusan Crypto.com untuk melakukan gelombang PHK kali ini. 

Meski mengklaim terus berkinerja baik, dengan memiliki lebih dari 70 juta pengguna di seluruh dunia dan mempertahankan neraca yang kuat, Crypto.com mengaku harus mengatasi hambatan ekonomi yang sedang berlangsung dan peristiwa di industri kripto yang tidak terduga.

“Kami tumbuh dengan ambisius pada awal tahun 2022, membangun momentum kami yang luar biasa dan selaras dengan lintasan industri yang lebih luas. [Namun,] lintasan itu berubah dengan cepat dengan pertemuan perkembangan ekonomi yang negatif,” jelas Kris Marszalek.

PHK yang dilakukan Crypto.com pada Juli 2022 tujuannya untuk memposisikan diri mereka dalam menghadapi penurunan ekonomi makro. Namun, hal itu ternyata belum memperhitungkan kehancuran kerajaan kripto Sam Bankman-Fried (SBF), yaitu FTX dan Alameda Research, yang secara signifikan merusak kepercayaan pada industri kripto.

Oleh karena itu, Crypto.com berusaha terus fokus pada pengelolaan keuangan yang hati-hati. Meski begitu, tim kepemimpinan senior Crypto.com tetap percaya diri dalam visi dan misi perusahaan mereka.

“Kami memiliki tahun yang signifikan di depan kami karena Crypto.com terus membantu memulihkan kepercayaan pada industri ini dan lebih mengarusutamakan layanan kami di seluruh dunia,” tutup Kris Marszalek.

Aksi Crypto.com yang Tuai Sorotan

Analisis Harga Cronos CRO Crypto.com Coin

Kabar dengan sentimen negatif ini datang setelah Crypto.com pada Selasa (10/1) kemarin berencana menghapus stablecoin Tether USD (USDT) dari platform mereka bagi pengguna di Kanada. 

Tindakan itu berlaku efektif sejak 31 Januari mendatang. Kabar ini mulai mendapatkan sorotan setelah mulai beredar screenshot atau tangkap layar di Twitter yang memuat isi email Crypto.com kepada pelanggannya.

Pengguna Crypto.com disarankan untuk meninjau saldo USDT mereka dan mengambil tindakan yang diperlukan, misalnya penarikan atau konversi, sebelum bulan Januari berakhir. Setelah itu, semua saldo USDT yang masih ada akan dikonversi ke stablecoin saingan USDT, yaitu USD Coin (USDC) yang diterbitkan oleh Circle.

Crypto.com sendiri tidak luput dari kontroversi. Pada November 2022, mereka mengaku memiliki total eksposur di bawah US$10 juta dari crypto exchange FTX yang telah hancur. Pernyataan ini dia berikan menanggapi munculnya temuan bahwa Crypto.com telah mentransfer US$1 miliar dalam bentuk stablecoin ke FTX.

Sebelumnya, masih dalam bulan yang sama, Crypto.com pun membuat gempar komunitas kripto ketika mereka ketahuan mengirim 320.000 ether (ETH) atau sekitar US$400 juta dari cold wallet mereka ke crypto wallet yang dimiliki oleh crypto exchange lainnya, yaitu Gate.io, pada 21 Oktober 2022.

Menariknya, Kris Marszalek, mengungkapkan bahwa dana yang mewakili sekitar 82% dari penyimpanan ETH Crypto.com di cold storage dikirim secara tidak sengaja ke Gate.io.

“Itu seharusnya dipindahkan ke alamat cold storage yang baru, tetapi dikirim ke alamat crypto wallet crypto exchange eksternal yang masuk dalam daftar putih (whitelisted),” jelasnya.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_14-1.jpg
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di dunia kripto.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori