Lihat lebih banyak

Pi Network: Bisa Mining Crypto via Ponsel, Bagaimana Caranya?

10 mins
Diperbarui oleh Hanum Dewi
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Transformasi terus terjadi di sektor teknologi. Tidak terkecuali di sektor kripto. Setelah lebih dari 1 dekade sejak kehadiran Bitcoin (BTC), yang merupakan aset kripto pertama di dunia, muncul berbagai inisiatif baru yang mampu merevolusi upaya untuk mendapatkan aset kripto. Salah satunya adalah kemunculan Pi Network, yang merupakan sebuah platform penambangan kripto (mining crypto) secara mobile.

Nah, kalau kamu tertarik untuk mengetahui lebih lanjut mengenai Pi Network, yuk, kita simak sama-sama ulasan lengkapnya dalam artikel berikut ini!

Latar Belakang Pi Network: Mining Crypto Butuh Biaya & Energi Besar

Crusoe Bitcoin Mining

Sebagaimana kita ketahui, ada beberapa cara untuk bisa mendapatkan aset kripto. Mulai dari membelinya di bursa, mencari airdrop crypto gratis dan faucet crypto, atau mendapatkannya dengan cara mining. Semua tergantung dari kebutuhan masing-masing investor. Namun, melakukan mining Bitcoin dan crypto lainnya tidaklah mudah karena membutuhkan modal besar dan konsumsi listrik yang tinggi.

Besarnya dana untuk melakukan mining crypto, terutama Bitcoin, lantaran konsensus proof-of-work (PoW) yang mengharuskan penambang memecahkan algoritma yang ada di dalam blockchain. Dalam praktiknya, konsensus PoW menerapkan prinsip “siapa cepat, dia dapat”. Oleh karena itulah, akhirnya banyak penambang terus meningkatkan jumlah dan spesifikasi mining rig mereka. Khusus untk Bitcoin mereka menggunakan ASIC miner untuk meningkatkan kapasitas hashrate-nya.

Sebagai gambaran, di Indonesia sendiri, biaya mining Bitcoin berada di kisaran US$21.307,58 (sekitar Rp326 juta). Dengan ongkos produksi tersebut, keuntungan yang miner peroleh adalah sebesar US$2.532.12 (sekitar Rp38,7 juta) dari setiap 1 bitcoin.

Namun, perlu mengingat, untuk bisa menghasilkan 1 bitcoin dari kegiatan mining crypto, perlu infrastruktur yang mumpuni. Jika mengacu pada salah satu situs e-commerce lokal, harga untuk 1 unit mesin penambangan kripto berkapasitas hashrate sekitar 480 mh/s saja, mencapai Rp87 juta. Terlebih lagi, untuk menjalankan mesin tersebut, perlu konsumsi listrik sebesar 1.200 watt.

Khusus untuk mining, belakangan ini beberapa negara seperti Cina, Mesir, Iran, Maroko, Aljazair mulai melarang mining Bitcoin. Pasalnya, butuh energi yang tidak sedikit untuk bisa mendapatkan aset kripto melalui aktivitas mining. Menurut data Cambridge Center for Alternative Finance, konsumsi energi jaringan Bitcoin setara dengan konsumsi energi di wilayah Malaysia atau Swedia.

Arcane Research: Mining Bitcoin Berpotensi Merevolusi Industri Energi

Pi Network Hadir dengan Konsep Mining Crypto via Ponsel

Melihat kondisi industri mining crypto yang seperti demikian, Pi Network pun hadir. Mereka ingin menawarkan solusi, terutama bagi investor ritel, yang ingin melakukan mining crypto, namun terbentur dengan peralatan dan biaya.

Pi Network memungkinkan setiap orang bisa mendapatkan aset kripto berupa native token mereka, yaitu Pi, hanya dengan mining berbekal ponsel yang tersambung dengan internet.

Walau menerapkan mining, tapi platform yang pendirinya adalah Nicolas Kokkalis dan Chengdiao Fan itu tidak menggunakan konsensus PoW. Pi Network menggunakan konsensus stellar, yaitu konsensus berupa jaringan komputer terdesentralisasi yang beroperasi menggunakan blockchain.

Konsensus yang dirancang oleh David Mazières itu menggunakan mekanisme baru yang disebut Federated Byzantine Agreement (FBA). Lewat mekanisme itu, protokol bisa memastikan setiap pembaruan yang dilakukan ke distributed ledger akurat dan dapat dipercaya. Protokol ini sudah diterapkan dalam blockchain Stellar dan telah beroperasi sejak 2015 silam.

Algoritma dalam konsensus tersebut pun dinilai lebih ramah terhadap energi. Pasalnya, yang dibutuhkan adalah pertukaran banyak pesan agar node datang ke konsensus dan memutuskan blok apa yang muncul berikutnya. Selain itu, setiap node juga bisa menentukan validitas transaksi secara independen.

Ilustrasi Pi Network
Ilustrasi Pi Network | Sumber: Situs resmi Pi Network

Bagaimana Cara Kerja Pi Network?

Berbeda dengan penambangan Bitcoin yang membutuhkan kumpulan mining rig, dalam Pi Network, setiap orang yang ingin mining membangun security circles yang terdiri dari 3 hingga 5 anggota. Namun, para anggota sudah harus dipastikan terlebih dulu bahwa mereka tidak melakukan unsur penipuan atau kejahatan lainnya. Nantinya, setiap security circles bisa menentukan anggota mana yang akan melakukan transaksi. Konsep ini menggabungkan pendekatan sosial tanpa biaya untuk bersama-sama menjaga ekosistem Pi Network tetap aman.

Sebelum memulai mining koin Pi di Pi Network, para Pioneer (sebutan untuk pengguna Pi Network) harus melakukan check in setiap 24 jam sekali. Kemudian, guna meningkatkan lebih banyak aset kripto, setiap Pioneer bisa menaikkan tarif per jamnya dengan mengundang koneksi sosial untuk menciptakan security circles. Akan tetapi, proses tersebut baru bisa dilakukan setelah 3 hari melakukan penambangan.

Selain itu, anggota yang lebih dulu bergabung dalam security circles Pi Network mendapatkan tingkat penambangan lebih tinggi daripada anggota lain yang baru saja bergabung.

Tingkatan Pengguna

Pi Network menerapkan beberapa tingkatan pengguna dalam jaringannya. Tingkatan pertama adalah “Ambassador”. Pengguna yang tergolong dalam tingkatan ini bisa memperoleh bonus hingga 25% dari tingkat penambangan dasar.

Setiap pengguna bisa mencapai tingkat Ambassador ketika ada anggota baru yang bergabung dan menggunakan kode undangan dari investor tersebut. Kode undangan tersebut hanya bisa digunakan satu kali per anggota.

Selanjutnya, tingkatan lainnya adalah “Contributor”. Peran ini baru bisa anggota dapatkan ketika sudah melakukan penambangan selama 3 hari. Sebagai Contributor, anggota dapat menambahkan 3 sampai 5 orang ke dalam security circles mereka.

Konektivitas Pi Network

Saat ini, Pi Network masih berjalan di jaringan tertutup. Sehingga, tidak ada konektivitas antara Pi dengan blockchain lain.

Pihak developer menilai bahwa jaringan tertutup akan mendukung pertumbuhan ekosistem Pi. Dengan demikian, pengguna bisa melakukan transaksi pioneer-to-pioneer dapat melalui Pi Wallet.

Selain itu, Pioneer juga dapat menggunakan aplikasi Pi in Pi di Pi Browser, yang dapat mengakses mainnet melalui Pi Apps SDK dan Pi Blockchain API.

Roadmap dan Tokenomics Pi Network

Roadmap

Merujuk pada roadmap-nya, pengembangan Pi Network akan berlangsung selama 3 fase, antara lain:

  • Fase 1: Proses distribusi mata uang Pi mulai
  • Fase 2: Peluncuran testnet
  • Fase 3: Peluncuran mainnet

Fase 1 sudah mulai sejak 14 Maret 2019 lalu. Dalam fase tersebut, saldo yang dimiliki oleh pengguna akan dicatat untuk persiapan transisi ke mainnet di tahap 3. Di fase ini, transfer mata uang Pi juga dibatasi. Hal itu bertujuan sebagai langkah preventif terhadap oknum jahat yang berupaya melakukan penambangan dari akun palsu dan melakukan transfer ke akun sah.

Sebelum berada di fase 3, setiap pengguna belum bisa melakukan penarikan koin Pi atau menukarnya dengan mata uang lain. Namun, saat fase tersebut sudah mulai, yaitu ketika Pi Network sudah melakukan transisi ke blockchain yang sepenuhnya terdesentralisasi, maka proses penarikan ataupun pertukaran baru bisa terjadi.

Tokenomics

Total pasokan maksimum koin Pi mencapai 100 miliar Pi. Jumlah tersebut akan terbagi ke dalam dua bagian. Sebanyak 80% di antaranya akan dimiliki oleh komunitas. Lalu, 20% sisanya akan dipegang oleh core team Pi.

Distribusi koin Pi Network
Distribusi koin Pi | Sumber: Laman Medium resmi Pi Network

Dari 80% pasokan, 65% alokasinya untuk mining reward bagi komunitas, baik yang sudah mulai menambang atau yang baru akan bergabung. Sementara itu, 10% lainnya akan berada dalam kelolaan Pi Foundation untuk mendukung pembangunan ekosistem. Selanjutnya, 5% yang tersisa menjadi cadangan untuk menyediakan likuiditas bagi Pioneer dan pengembang di ekosistem Pi.

Distribusi koin Pi yang dialokasikan untuk komunitas | Sumber: Laman Medium resmi Pi Network

“Dengan demikian, komunitas pada akhirnya akan menerima 80 miliar Pi dan core team pada akhirnya akan menerima 20 miliar Pi,” jelas manajemen perusahaan.

Selain itu, perhatikan bahwa dalam model distribusinya, terlihat Pi Network tidak memiliki alokasi token untuk proses initial coin offering (ICO). Pihak Pi Network juga menuturkan, mereka tidak akan melakukan semua jenis crowdfunding.

Kemudian, untuk menciptakan stabilitas harga, Pi Network memiliki rumus total pasokan yang merupakan jumlah total dari mining reward, lalu ditambah dengan referral reward dan developer reward.

Fitur yang Akan Datang di Pi Network: Staking dan Marketplace

Selain ingin menawarkan metode mining crypto yang lebih sederhana, Pi Network juga memiliki ambisi untuk menjadikan koin Pi sebagai alat pembayaran. Mereka pun ingin menjadi pencipta ekosistem kripto yang mumpuni. Oleh karena itulah, Pi Network berniat membangun bursa kripto sendiri, sehingga pengguna bisa menukar aset kripto miliknya dengan mata uang fiat.

Di samping itu, Pi Network juga berencana untuk menyediakan pasar berisi barang dan jasa, yang pembayaran transaksinya bisa menggunakan mata uang Pi. Ponsel pengguna yang digunakan untuk menambang akan berfungsi sebagai dompet kripto yang terhubung dengan nomor telepon atau akun Facebook.

Kemudian, untuk monetisasinya, Pi Network akan merilis fitur staking yang bernama Pi Stack. Selain itu, Pi Network juga akan merilis Pi Ledger dan Share Trust Graph yang berfungsi untuk membangun kepercayaan global dalam menentukan dan mencegah adanya transaksi mencurigakan.

Trust Graph sendiri terdiri dari kumpulan security circles. Walaupun jumlah anggota yang ada terbilang sedikit, bila berkumpul mereka akan membentuk Trust Graph yang akan membantu memahami mana akun yang memang terpercaya dan mana yang tidak. Dengan begitu, masing-masing dari pengguna akan menjadi “penjaga keamanan” transaksi dan ekosistem Pi Network.

Fitur lain yang juga ada di dalam Pi Network adalah Pi’s Attention Marketplace. Dalam pasar itu, setiap Pioneer bisa melakukan staking untuk mengirimkan konten yang mereka inginkan, sembari memperluas jumlah salurannya. Selain itu, para Pioneer juga bisa melakukan barter terhadap iklan perusahaan untuk mengisi slot konten miliknya.

Lalu, terdapat juga fitur Pi’s Barter Marketplace. Melalui fitur itu, setiap Pioneer bisa menjual barang ataupun jasa kepada komunitasnya.

Keseluruhan fitur di atas harapannya akan menjadi landasan bagi aplikasi keuangan terdesentralisasi (dApp) yang pada akhirnya bisa berguna secara luas.

Terapkan Model Tata Kelola dalam 2 Fase

Pi Network menggunakan model tata kelola (governance) yang akan berjalan dalam dua fase. Masing-masing fase disandarkan pada jumlah pengguna.

Dalam fase pertama, ketika jumlah pengguna masih kurang dari 5 juta, maka model tata kelola yang akan berjalan adalah model sementara. Hal itu mirip dengan model tata kelola off-chain, yang mana core team Pi Network akan memegang peran penting dalam memandung pengembangan protokol. Selain itu, core team Pi Network juga akan membangun sistem yang sifatnya demokratis, sehingga setiap pioneer memiliki hak suara terhadap masalah tertentu. Setiap pioneer juga bisa mendelegasikan hak tersebut kepada anggota jaringan.

Selanjutnya, setelah jumlah anggota sudah mencapai lebih dari 5 juta, Pi Network akan memulai tata kelola berikutnya, yakni Constitutional Convention. Pada fase tata kelola ini, bakal terbentuk komite yang bertanggung jawab terhadap pengumpulan dan pemberian usul terhadap masyarakat. Komite tersebut juga memiliki kemampuan untuk mengadakan konvensi secara online untuk menyusun strutur tata kelola jangka panjang Pi Network.

Ingatlah bahwa Pi Network belum tercatat di bursa mana pun. Maka dari itu, meskipun mainnet-nya telah meluncur pada akhir tahun lalu, koin Pi belum tercatat di bursa kripto.

Legalitas Pi Network di Indonesia

Menurut Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Pi Network tidak legal di Indonesia. Sebab, Pi Network belum terdaftar di Bappebti, yang merupakan lembaga yang berwenang mengatur perdagangan aset kripto di Indonesia.

Pada tahun 2022, Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menyatakan bahwa Pi Network merupakan entitas ilegal karena tidak terdaftar di Bappebti. Bappebti sendiri telah merilis daftar 501 aset kripto legal di Indonesia, dan Pi Network tidak termasuk dalam daftar tersebut.

Meskipun tidak legal di Indonesia, Pi Network masih dapat digunakan oleh masyarakat Indonesia. Namun, masyarakat perlu berhati-hati dalam menggunakan Pi Network, karena ada risiko kerugian yang tinggi.

Berikut adalah beberapa risiko yang dapat terjadi jika menggunakan Pi Network:

  • Risiko kehilangan uang. Nilai Pi cryptocurrency tidak dijamin, dan harga Pi cryptocurrency bisa saja turun drastis setelah dirilis.
  • Risiko penipuan. Pi Network telah menuai banyak kontroversi, dan ada kemungkinan bahwa Pi Network adalah sebuah scam.
  • Risiko pelanggaran hukum. Penggunaan Pi Network di Indonesia dapat dianggap sebagai pelanggaran hukum, karena Pi Network belum terdaftar di Bappebti.

Oleh karena itu, masyarakat Indonesia perlu memahami risiko bila berinvestasi di Pi Network.

Kontroversi Pi Network

Pi Network telah menuai kontroversi sejak awal kemunculannya. Kritik yang paling utama terhadap Pi Network adalah mengenai ketidakjelasan mengenai transparansi proyek. Pengembang Pi Network tidak mengungkapkan identitas mereka yang sebenarnya, dan mereka juga tidak mengungkapkan detail teknis mengenai cara kerja Pi Network. Hal ini membuat beberapa orang mencurigai bahwa Pi Network adalah sebuah scam.

Selain itu, ada juga kemungkinan Pi Network tidak akan pernah rilis secara publik. Saat ini, Pi Network masih berjalan di jaringan tertutup. Sehingga, tidak ada konektivitas antara Pi dengan blockchain lain. Beberapa orang percaya bahwa proyek ini hanyalah cara untuk mengumpulkan data pengguna dan menghasilkan pendapatan dari iklan.

Lalu, kemungkinan Pi Network tidak akan memiliki nilai, meskipun Pi Network memiliki komunitas yang besar. Cryptocurrency adalah aset yang sangat fluktuatif, dan harga Pi cryptocurrency bisa saja turun drastis setelah rilis.

Selain kritik-kritik tersebut, Pi Network juga sempat tersandung masalah dengan Otoritas Vietnam, yang menyita aset Pi Network di negara tersebut. Otoritas Vietnam mengklaim bahwa Pi Network melanggar hukum Vietnam karena tidak terdaftar sebagai badan usaha.

Di Indonesia sendiri muncul beberapa kontroversi Pi Network. Pertama, pada pada tahun 2022, Pi Network sempat tersandung masalah dengan Wakil Menteri Perdagangan Indonesia, Jerry Sambuaga. Jerry Sambuaga menuduh Pi Network mencatut namanya untuk kepentingan promosi.

Kemudian, pada tahun 2023, Pi Network sempat keluar (delisting) dari aset untuk perdagangan bursa Huobi Global. Pengembang Pi Network mengklaim bahwa delisting tersebut karena kesalahan teknis, namun beberapa orang percaya bahwa delisting tersebut karena masalah serius dengan proyek Pi Network.

Kesimpulan

Proyek Pi Network menawarkan solusi untuk pertambangan crypto melalui aplikasi ponsel di tengah tantangan mining Bitcoin yang mahal dan boros energi. Meskipun menuai banyak kontroversi, Pi Network tetap memiliki komunitas yang besar dan aktif. Banyak orang yang percaya bahwa Pi Network memiliki potensi untuk menjadi salah satu cryptocurrency terbesar di dunia. Namun, hanya waktu yang akan menjawab apakah Pi Network akan berhasil atau tidak.

PENTING!

Untuk dipahami, Pi Network sampai saat ini belum terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Selain itu, platform ini juga sempat tersandung masalah dengan Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga, lantaran mencatut namanya untuk kepentingan promosi.

Itulah penjelasan dari BeInCrypto seputar Pi Network. Semoga ulasan ini bisa menjadi tambahan informasi sebelum memutuskan melakukan mining crypto dengan Pi Network. Jangan lupa selalu do your own research (DYOR) terlebih dulu, ya!

Pertanyaan yang sering muncul

Apa itu Pi Network?

Berapa banyak jumlah pasokan total koin Pi?

Bagaimana saya bisa melakukan mining di Pi Network?

Apakah mining di Pi Network menguntungkan?

Apakah Pi Network bisa dicairkan ke rupiah?

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Prioritas kami adalah menyediakan informasi berkualitas tinggi. Kami meluangkan waktu untuk mengidentifikasi, meriset, dan membuat konten edukasi yang sekiranya dapat bermanfaat bagi para pembaca. Kami menerima komisi dari para mitra kami untuk penempatan produk atau jasa mereka dalam artikel kami, supaya kami bisa tetap menjaga standar mutu dan terus memproduksi konten yang luar biasa. Meski demikian, pemberian komisi ini tidak akan memengaruhi proses kami dalam membuat konten yang tidak bias, jujur, dan bermanfaat.

BIC_userpic_sb-49-profil.jpg
Adalah seorang penulis dan editor yang pernah berkiprah di banyak media ekonomi dan bisnis. Memiliki pengalaman 7 tahun di bidang konten keuangan, bursa dan startup. Percaya bahwa blockchain dan Web3 akan menjadi peta jalan baru bagi semua sektor kehidupan
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori