Lihat lebih banyak

Terima Gugatan Hukum, Detektif Kripto ZachXBT Dapat Donasi Lebih dari Rp15 Miliar dari Komunitas Kripto

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Usai mengumumkan bahwa dirinya mendapatkan gugatan hukum, detektif kripto ZachXBT dibanjiri donasi dari berbagai entitas dan tokoh ternama di dunia kripto.
  • Adapun tuduhan pencemaran nama baik itu terkait penelitian ZachXBT pada Juni 2022 yang membahas mengenai Machi Big Brother (Jeff Huang).
  • Berdasarkan pantauan lewat platform analitik blockchain Nansen pada hari Minggu (18/6) pukul 14:45 WIB, donasi untuk ZachXBT telah menembus lebih dari US$1 juta atau sekitar Rp15,13 miliar.
  • promo

ZachXBT, tokoh yang terkenal sebagai detektif yang membongkar praktik kejahatan hingga penipuan di dunia kripto, pada Sabtu (17/6) dini hari mengumumkan bahwa dia menerima gugatan hukum terkait tuduhan pencemaran nama baik.

Adapun tuduhan pencemaran nama baik itu terkait penelitian ZachXBT pada Juni 2022 yang membahas mengenai Machi Big Brother (Jeff Huang) yang diduga menggelapkan 22.000 ether (ETH) dan meluncurkan lebih dari 10 proyek kripto dan NFT yang gagal.

Terkait aksinya sebagai detektif kripto, ZachXBT sadar konsekuensi atas tindakannya membongkar praktik buruk di dunia kripto. Namun, dia menilai gugatan ini tetap saja memuakkan.

“Saya selalu menjaga penelitian saya seobjektif mungkin dan membiarkan data dan catatan sejarah berbicara sendiri,” jelas ZachXBT.

Kumpulkan Donasi untuk Lawan Gugatan Hukum

Menurut ZachXBT, gugatan yang datang saat ini tidak berdasar dan upaya untuk membungkam kebebasan berbicara.

“Saya bermaksud untuk melawan dan membela kebebasan berbicara,” kata ZachXBT.

Menurutnya, ini adalah kisah klasik antara David vs Goliath. ZachXBT menilai bahwa pihak yang menggugat dirinya, Machi Big Brother sangat kaya, sementara dirinya tidak.

“Dia menggunakan uangnya untuk mencoba membungkam saya. Saya meminta bantuan Anda agar itu tidak terjadi dan kebenaran bertahan,” jelas ZachXBT.

Untuk itu, ZachXBT membuat alamat crypto wallet donasi dengan tujuan membantu biaya yang terkait dengan pembelaan hukum terkait masalah tersebut. Donasi dalam bentuk stablecoin lebih direkomendasikan.

Dia memperkirakan bahwa biaya hukumnya akan mencapai lebih dari US$1 juta. Bila kasus ini telah selesai, ZachXBT berjanji bahwa semua donasi akan dikembalikan secara pro rata kepada para kontributor.

ZachXBT Terima Donasi Lebih dari Rp15 Miliar

Setelah pengumuman itu, berbagai elemen dari dunia kripto berbondong-bondong memberikan sumbangan ke alamat crypto wallet ZachXBT khusus donasi.

Berdasarkan pantauan lewat platform analitik blockchain Nansen pada hari Minggu (18/6) pukul 14:45 WIB, donasi untuk ZachXBT telah menembus lebih dari US$1 juta atau sekitar Rp15,13 miliar.

Adapun donasi yang diterima datang dari sejumlah stablecoin Tether USD (USDT), TrueUSD (TUSD), USD Coin (USDC), dan DAI.

Donasi juga dikirim dalam bentuk aset kripto seperti Ether (ETH), Avalanche (AVAX), BNB, Fantom (FTM), Frax (FRAX), Polygon (MATIC), dan lain sebagainya.

Menariknya, ZachXBT juga mendapatkan donasi dalam bentuk meme coin; seperti PEPE, TURBO, Milady Meme Coin (LADYS), bahkan Good Gensler (GENSLR).

Sepertinya, ZachXBT telah menarik sebagian besar donasi yang dia terima. Sebab, saat ini hanya ada sekitar US$58.000-an dalam aset kripto di alamat crypto wallet donasi Zachxbtlegalfund.eth.

Dapat Dukungan dari CZ hingga Justin Sun

Sejumlah tokoh kripto terkemuka turut memberikan dukungan bagi ZachXBT. Changpeng ‘CZ’ Zhao, selaku pendiri dan CEO Binance, berkontribusi sekitar US$50.000.

Justin Sun, tokoh utama di balik blockchain TRON serta terafiliasi dengan crypto exchange Huobi dan stablecoin TUSD, memberikan donasi sekitar 10.000 TUSD.

“Saya senang memberikan donasi kepada ZachXBT. Meskipun saya sendiri bukan ahli hukum, saya sangat menghargai kontribusi substansial ZachXBT untuk keamanan blockchain dan perannya yang penting dalam membimbing pengguna kami untuk melindungi dana mereka,” terang Justin Sun.

Jesse Powell, co-founder dari crypto exchange Kraken, mengaku menyumbang 10 ETH. Sedangkan Sandeep Nailwal, co-founder Polygon, memberikan 5 ETH.

“Terima kasih atas semua yang Anda lakukan. Semoga beruntung,” tulis Jesse Powell.

Kemudian, Sandeep Nailwal, salah satu pendiri proyek layer-2 Polygon, juga turut memberikan donasi bagi ZachXBT.

“Orang-orang seperti Anda adalah alasan web3 hidup dan berkembang. Anda melindungi kami dan mendorong kami maju. Inilah 5 ETH dari pihak saya untuk membantu melwan hal tersebut,” ungkap Sandeep Nailwal.

Sebagai informasi, otoritas Prancis pada Oktober 2022 telah menggunakan penelitian ZachXBT untuk menuntut 5 orang karena dicurigai mencuri sejumlah non-fungible token (NFT) sekitar US$2,5 juta melalui skema phishing.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Desember 2023

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_14-1.jpg
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di dunia kripto.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori