Lihat lebih banyak

Last Week [in] Crypto: OJK Resmi Punya Tugas Awasi Aset Kripto; SEC Tegaskan Penolakannya terhadap ETF Bitcoin Grayscale

8 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Redaksi BeInCrypto telah mengumpulkan sejumlah berita terhangat dari dunia kripto selama sepekan terakhir pada 12 hingga 18 Desember 2022.

Jangan lupa ikuti terus newsletter kami dan dapatkan kumpulan berita kripto terkini.

Do Kwon Dikabarkan Sudah Berpindah dari Dubai, di Manakah Ia Kini?

Do Kwon, tokoh utama di balik ekosistem Terra (LUNA), diduga saat ini berada di Serbia yang terletak di benua Eropa.

Berdasarkan laporan media lokal Chosun Ilbo pada hari Senin (12/12), pihak berwenang Korea Selatan meyakini Do Kwon tinggal di negara Balkan yang terkurung di daratan itu. Hal ini merupakan perkembangan terbaru setelah Do Kwon sebelumnya diduga berada Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).

CEO Binance: FUD Membantu Kami untuk Tumbuh

Reserves Bitcoin yang dimiliki Binance hingga berbagai kabar negatif lainnya, Changpeng ‘CZ’ Zhao akhirnya buka suara untuk menguatkan kepercayaan para pelanggan di crypto exchange terbesar di dunia itu.

Founder dan CEO Binance ini mengatakan pada hari Selasa (13/12) pukul 16:06 WIB bahwa, “FUD membantu kami tumbuh, meskipun sangat mengganggu.”

Ilustrasi Binance | BeInCrypto

Sebagai informasi, FUD adalah istilah ‘gaul’ di dunia kripto yang bermakna menyebarkan ketakutan (fear), ketidakpastian (uncertainty), dan keraguan (doubt).

Bagi CZ, “Itu juga membantu menyatukan pendukung mereka [yang menjadi korban FUD] karena membentuk aliansi pertahanan bersama.”

FSB Ingin Bergegas Tetapkan Standar Regulasi Kripto Global

Keruntuhan crypto exchange FTX seakan menyadarkan banyak pihak tentang bagaimana risiko dan efek yang ditimbulkan aset kripto. Melihat hal tersebut, Dewan Stabilitas Keuangan atau yang dikenal dengan nama Financial Stability Board (FSB) menyebutkan bahwa urgensi standar regulasi kripto di tingkat global semakin mendesak dan harus segera dirampungkan.

Regulator keuangan global itu bahkan sudah memberikan isyarat untuk melakukan penetapan langkah secara tegas dalam mengatur industri kripto pada awal tahun 2023. Sekretaris Jenderal Dewan Stabilitas Keuangan, Dietrich Domanski, mengungkapkan bahwa FSB akan segera menetapkan timeline untuk mengimplementasikan rekomendasi yang sudah diberikan terkait aturan kripto global.

Pengadilan Bahama Putuskan SBF Tetap Ditahan hingga 8 Februari 2023

Pengadilan Negeri Bahama pada hari Selasa (13/12) menolak permohonan jaminan penangguhan penahanan Sam Bankman-Fried (SBF). Pihak Bahama menolak untuk menangguhkan penahanan SBF, karena perjanjian ekstradisi dengan Amerika Serikat (AS) mengharuskan terdakwa ditahan.

Sam Bankman-Fried Raja Kripto Pendiri FTX Miliarder Bangkrut

Meskipun hakim sebelumnya menyatakan bahwa SBF memiliki hak untuk meminta jaminan, hakim kemudian menolak permintaan dari pengacara SBF, dan memerintahkan agar dia ditahan di Departemen Pemasyarakatan Bahama hingga 8 Februari 2023. Artinya, SBF akan merayakan Hari Natal di dalam kurungan.

Bakal Izinkan Aplikasi Pihak Ketiga di Luar App Store, Sikap Apple Mulai Melunak terhadap Kripto?

Semesta sepertinya sedang berpihak pada industri kripto dan aset digital. Pasalnya, di tengah gejolak pasar akibat kehancuran FTX, ada kabar baik yang datang dari Apple. Salah satu raksasa teknologi yang semula bersikukuh melarang penggunaan aplikasi pihak ketiga, termasuk aplikasi untuk transfer kripto dan non-fungible token (NFT), mulai berubah haluan. Saat ini, Apple dikabarkan tengah bersiap memberikan restu terhadap eksistensi aplikasi di luar App Store.

Kebijakan itu merupakan salah satu bentuk kepatuhan Apple terhadap aturan Uni Eropa yang akan berlaku pada tahun 2024. Dalam aturan tersebut, disebutkan bahwa perusahaan teknologi harus mengizinkan pemasangan aplikasi pihak ketiga dan memungkinkan pengguna mengubah setelan awal secara lebih mudah.

Dari Kasus FTX, Regulator AS Temukan Cara Menindak Perusahaan Kripto Global

Dari skandal kerajaan kripto SBF dan FTX, regulator AS pada kenyataannya telah menemukan cara untuk menindak perilaku para pelaku industri kripto global yang bermasalah.

Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC), misalnya, menilai FTX yang berbasis di Bahama telah memengaruhi harga komoditas yang dijual di AS. Hal itu memberi otoritas CFTC untuk mengajukan dakwaan penipuan sipil terhadap SBF dan perusahaan yang dia dirikan dan pimpin.

Pasca FTX Bangkrut, Komite Senat Desak CFTC untuk Segera Mantapkan Regulasi Kripto

Crypto exchange termasuk FTX tidak terdaftar dengan regulator AS, seperti CFTC atau Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC). Mereka pun tidak tunduk pada inspeksi yang memeriksa kepatuhan terhadap peraturan AS. Namun, entitas itu masih tunduk pada undang-undang (UU) AS yang melarang penipuan jika berurusan dengan ‘pelanggan lokal’ atau ‘bekerja di AS’.

MetaMask Gandeng PayPal untuk Perluas Opsi Pembayaran Ethereum

ConsenSys, induk usaha MetaMask, memiliki segudang rencana untuk memperkuat penetrasi dompet kriptonya. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah dengan menggandeng perusahaan pembayaran global PayPal untuk menjembatani pembelian Ethereum (ETH) via MetaMask. Langkah tersebut sengaja dilakukan untuk memperkuat adopsi kripto sekaligus menghilangkan hambatan yang selama ini ada.

Ilustrasi ConsenSys Metamask

Kendati demikian, layanan tersebut baru akan tersedia terbatas untuk pengguna yang berada di AS. Pada tahap awal, hanya pengguna tertentu yang bisa menikmati fitur baru tersebut,. Namun, dalam beberapa minggu ke depan ConsenSys berambisi untuk bisa melayani seluruh warga AS yang memiliki minat terhadap kripto. Hal itu sekaligus menjadikan MetaMask sebagai dompet kripto pertama yang bermitra dengan PayPal.

DPR Sahkan UU P2SK, OJK Punya Tugas Awasi Aset Kripto

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Indonesia akhirnya menyepakati untuk mengesahkan omnibus law keuangan atau Rancangan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (RUU P2SK), yang ada kaitannya dengan pengawasan aset kripto, untuk menjadi UU di dalam Sidang Paripurna Pembicaraan Tingkat II pada hari Kamis (15/12).

Sri Mulyani mengungkapkan tentang Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mendapat tambahan tugas untuk mengatur dan mengawasi transaksi aset kripto.

Menilik Serba-Serbi Regulasi Cryptocurrency di Indonesia

“Terkait aktivitas transaksi kripto, disepakati pemindahan pengawasan aset keuangan digital, termasuk aset kripto, ke OJK. Hal ini dilakukan agar pengaturan dan pengawasan aset keuangan digital dapat semakin kuat, khususnya dalam aspek perlindungan investor atau konsumen,” jelas Menteri Keuangan.

Meski begitu, Sri Mulyani tidak menampik diperlukan waktu transisi antara OJK dan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan baik serta optimal. Proses transisi tersebut, dia harapkan dilakukan tanpa mengganggu perkembangan transaksi aset kripto yang sedang berjalan.

Chainalysis: Kerugian Terealisasi Krisis Terra Lebih Besar dari Kehancuran FTX

Dari perspektif market yang lebih luas, runtuhnya kerajaan kripto SBF, termasuk FTX dan Alameda Research, dinilai oleh Chainalysis bukan sebagai peristiwa paling berdampak bagi investor kripto dalam crypto winter tahun 2022.

Efek dari kehancuran ekosistem Terra, serta efek turunan yang menerpa hedge fund kripto Three Arrows Capital (3AC) dan crypto lending platform Celsius Network dinilai jauh lebih parah daripada FTX.

Menteri Keuangan AS Sebut Stablecoin Harus Diregulasi, LUNA dan UST Kian Terpuruk | Korea Selatan | Korsel | Terra | Do Kwon | Galaxy Digital | Nansen UST | Terraform Labs | Terra 2.0 | Daniel Shin

Menurut riset perusahaan analitik kripto Chainalysis yang diterbitkan pada hari Rabu (14/12), keruntuhan ekosistem Terra menyebabkan kerugian yang direalisasikan sekitar US$20,5 miliar bagi investor.

Sementara itu, kehancuran Celsius dan 3AC menyebabkan kerugian sekitar US$33 miliar bagi investor. Namun, runtuhnya kerajaan kripto SBF ternyata menyebabkan kerugian yang terealisasi ‘hanya’ US$9 miliar.

Donald Trump Rilis Koleksi NFT, Apakah Kini Benci sudah Menjadi Cinta?

Donald Trump, mantan Presiden AS, mengumumkan peluncuran koleksi NFT miliknya. Trump menyampaikan pengumuman tersebut melalui jejaring sosial miliknya, Truth Social, dan terdiri dari 45.000 buah NFT.

“Ini akan menjadi hadiah Natal yang luar biasa. Jangan tunggu. Mereka akan habis, saya rasa, sangat cepat!” Serunya.

IRC Jalankan Percontohan Bansos Bertenaga Blockchain Stellar

Komite Penyelamat Internasional (IRC), yang merupakan lembaga bantuan kemanusian, dan Stellar Development Foundation (SDF), selaku organisasi nirlaba yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan jaringan blockchain publik Stellar, pada hari Kamis (15/12) mengumumkan percontohan pertama mengenai sistem pencairan bantuan sosial (bansos) bertenaga blockchain di Ukraina.

Percontohan ini adalah salah satu implementasi pertama dari sistem bantuan end-to-end baru yang dibangun di blockchain Stellar. Stellar Aid Assist diklaim memberikan dana bantuan dengan cepat, terjangkau, dan dengan transparansi kepada individu yang mengalami krisis.

Pasar Masih Kalut, a16z Pimpin Pendanaan Lebih dari Rp1,5 Triliun ke Aztec Network

Sengkarutnya pasar kripto tidak membuat Andreessen Horrowitz (a16z) mengendurkan ekspansinya. Setelah sebelumnya ikut memimpin putaran pendanaan pada platform NFT Shibuya bersama Paris Hilton, kali ini a16z kembali memimpin pendanaan sebesar US$100 juta atau lebih dari Rp1,5 triliun untuk platform enkripsi blockchain Ethereum, yakni Aztec Network.

Teknologi kriptografi Aztec sendiri selama ini diklaim sudah teruji dengan protokol keuangan terdesentralisasinya, Aztec Connect yang mampu mendukung ratusan ribu transaksi dan mengintegrasikan privasi tanpa menghilangkan sisi interoperabilitasnya.

Hedge Fund Ramai-ramai Pasang Posisi Short untuk Saham Perusahaan Mining Kripto

Sejumlah hedge fund atau dana lindung nilai menaikkan posisi short atau jual mereka terhadap sejumlah saham perusahaan mining kripto. Mereka bertaruh bahwa ada lebih banyak lagi yang akan terpuruk dalam krisis keuangan setelah kehancuran kerajaan kripto SBF.

mining kripto | mining bitcoin

Dengan harga Bitcoin (BTC) yang turun hampir 2/3 pada tahun ini dan biaya daya yang dibutuhkan penambang kripto meningkat tajam, sejumlah hedge fund bertaruh bahwa model bisnis beberapa perusahaan penambang kripto ‘masih jauh dari layak’. Para investor bearish ini telah bertaruh bahwa kehancuran FTX akan semakin memperdalam sentimen negatif bagi market kripto.

Terseret Krisis, Amber Group secara Mengejutkan Dapat Pendanaan Baru Rp4,6 Triliun

Amber Group pada hari Jumat (16/12) mengumumkan bahwa mereka telah menyelesaikan putaran pendanaan Seri C senilai US$300 juta (Rp4,6 triliun). Suntikan dana segar ini dipimpin oleh venture capital (VC) Fenbushi Capital US serta sejumlah investor kripto lainnya.

Akun Twitter Amber Group mengklaim, “Putaran pendanaan baru ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap bisnis dan komitmen kami untuk membentuk masa depan bersama. Sebagai bagian dari masa depan tersebut, penting bagi kami untuk beradaptasi dan melindungi klien kami di kondisi market yang menantang ini.”

Bloomberg melaporkan bahwa sebagian besar pendanaan yang baru diraih akan diberikan kepada klien institusional dan berpenghasilan tinggi yang berinvestasi dalam produk Amber Group yang menggunakan FTX.

Sempat Layani Binance hingga Kraken, Mazars dan Armanino Kini Tangguhkan Layanan Audit Kripto

Perusahaan audit Mazars Group menghentikan pekerjaan bagi semua klien kripto mereka secara global. Selain Mazars, Armanino turut mengakhiri praktik audit kripto dan melepas klien mereka.

“Mazars telah mengindikasikan bahwa mereka akan menghentikan sementara pekerjaan mereka dengan semua klien kripto mereka secara global. Hal itu termasuk dengan Crypto.com, KuCoin, dan Binance. Sayangnya, ini berarti kami tidak dapat bekerja dengan Mazars untuk saat ini,” jelas juru biara Binance dalam pernyataan email kepada Bloomberg pada hari Jumat (16/12).

Selain Mazars, Armanino turut mengakhiri praktik audit kripto dan melepas para klien mereka. Forbes melaporkan pada hari yang sama bahwa unit tersebut mungkin di bawah tekanan dari klien non-kripto Armanino yang khawatir bahwa risiko reputasi terhadap mereka akan membuat audit mereka dipertanyakan.

Dalam laporan WSJ pada 17 November lalu, Armanino disebut dalam gugatan class action karena gagal menangkap kejanggalan di FTX US setelah melakukan audit di crypto exchange yang dipimpin oleh SBF itu pada tahun lalu. Gugatan itu diajukan oleh seorang pelanggan FTX yang diduga kehilangan dana senilai US$20.000.

Akun Twitter WuBlockchain melaporkan bahwa para kline Armanino termasuk crypto exchange OKX hingga Gate.io. Selain itu, crypto exchange Kraken serta crypto lending platform Ledn dan Nexo turut diaudit oleh Armanino.

SEC Tegaskan Penolakannya terhadap ETF Bitcoin Grayscale

SEC telah menegaskan keputusannya untuk menolak aplikasi Grayscale atas exchange traded fund (ETF) Bitcoin mereka.

SEC Beri Lampu Hijau untuk ETF Futures Valkyrie | ETF Crypto Citadel | ETF Bitwise | ETF Fidelity

Regulator federal menyampaikan bahwa mereka meyakini produk seperti itu rentan terhadap penipuan dan manipulasi. Sebelumnya, di bulan Juni tahun ini, SEC telah menolak proposal Grayscale untuk mengonversi produk Bitcoin Trust menjadi ETF.

Bagaimana pendapat Anda tentang berita kripto selama sepekan ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan berita terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_14-1.jpg
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di dunia kripto.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori